Merawat Anak Saat Kejang

Apa Penyebab Kejang pada Anak?
Penyebab umum dan faktor yang berkontribusi meliputi:
๐ Demam tinggi
๐ Meningitis
๐ Ensefalitis
๐ Dehidrasi
๐ Kadar elektrolit abnormal
Dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit dapat terjadi ketika anak makan atau minum sangat sedikit saat mengalami muntah atau diare.
Orang tua sering panik ketika melihat anak mereka mengalami kejang dan mungkin mencoba beberapa cara untuk membantu. Namun, memberikan pertolongan pertama yang benar sangat penting karena dapat mengurangi risiko cedera dan komplikasi lainnya.
Cara Merawat Anak Saat Kejang
Hal pertama yang harus dilakukan adalah membaringkan anak miring ke samping. Ini memungkinkan air liur dan sekresi lain mengalir dari sudut mulut dan membantu mengurangi risiko tersedak atau aspirasi.
Longgarkan pakaian yang ketat, terutama di sekitar leher, agar anak dapat bernapas lebih nyaman.
Ketika anak juga demam, orang tua dapat dengan lembut mengelap tubuh dengan air hangat suam-suam kuku untuk membantu menurunkan suhu. Jika ada beberapa orang dewasa yang hadir, satu orang dapat tetap bersama anak sementara yang lain menyiapkan air dan perlengkapan yang diperlukan.
Tangani anak dengan lembut. Jangan mengguncang, menahan dengan paksa, atau menggunakan kekerasan. Tindakan ini tidak akan menghentikan kejang lebih cepat dan dapat menyebabkan cedera.
Apa yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Kejang?
Jangan pernah memasukkan jari, sendok, pena, atau benda lain ke dalam mulut anak saat kejang.
Hal ini dapat menyebabkan:
๐ Anak menggigit dan melukai jari Anda dengan serius
๐ Benda patah di dalam mulut
๐ Pecahan benda masuk dan menyumbat jalan napas
๐ Cedera pada gigi, gusi, lidah, atau rahang
Beberapa orang keliru percaya bahwa mulut anak harus dipaksa terbuka untuk mencegah tergigitnya lidah. Sebenarnya, tindakan ini lebih berbahaya daripada bermanfaat.
Biarkan anak tetap miring ke samping dan amati dengan saksama sampai kejang berhenti.
Ringkasan Langkah Pertolongan Pertama
๐ Baringkan anak miring ke samping.
๐ Singkirkan benda berbahaya atau benda keras dari sekitar anak.
๐ Longgarkan pakaian yang ketat.
๐ Turunkan demam dengan lembut jika ada.
๐ Jangan mengguncang atau menahan anak dengan paksa.
๐ Jangan pernah memasukkan jari atau benda ke dalam mulut anak.
๐ Amati berapa lama kejang berlangsung.
๐ Tetap bersama anak dan pantau pernapasannya.
Kejang dapat berlangsung sekitar dua hingga tiga menit lalu berhenti secara bertahap. Setelah itu, anak mungkin tampak mengantuk, lemas, bingung, atau kelelahan. Gejala ini dapat terjadi selama masa pemulihan setelah kejang.
Kapan Anak Harus Segera Dibawa ke Rumah Sakit?
Bawa anak ke rumah sakit terdekat segera ketika:
๐ Kejang berlangsung sangat lama.
๐ Anak mengalami kejang berulang.
๐ Anak tidak pulih normal setelah kejang.
๐ Anak mengalami kesulitan bernapas atau bibir maupun kulit tampak kebiruan.
๐ Anak terluka saat kejang.
๐ Ini adalah kejang pertama pada anak.
Kejang yang berlangsung lama dapat berbahaya bagi otak dan memerlukan perawatan medis segera. Dokter dapat memberikan obat antikejang secara intravena bila sesuai.
Penyelidikan Penyebab Kejang
Setelah kejang berhenti, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin meminta tes darah untuk mengidentifikasi kemungkinan penyebabnya.
Jika dicurigai meningitis atau ensefalitis, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan cairan serebrospinal melalui pungsi lumbal, yang kadang disebut spinal tap. Tes ini membantu menentukan apakah ada peradangan atau infeksi di dalam sistem saraf.
Beberapa anak mungkin memerlukan pemeriksaan khusus tambahan, seperti:
๐ Elektroensefalografi, atau EEG, untuk merekam aktivitas listrik otak
๐ Pencitraan otak, seperti CT scan atau MRI
Pemeriksaan ini dapat dipertimbangkan bila dicurigai epilepsi atau kelainan struktural otak.
Ringkasan
Kejang pada anak relatif umum terjadi dan dapat menakutkan bagi orang tua. Mengetahui langkah pertolongan pertama yang benar dapat membantu mengurangi risiko dan melindungi anak.
Tindakan yang paling penting adalah membaringkan anak miring ke samping, melonggarkan pakaian yang ketat, menangani demam dengan lembut, memantau pernapasan dan durasi kejang, serta tidak pernah memasukkan apa pun ke dalam mulut anak.
Ketika kejang berlangsung sangat lama, terjadi berulang, atau diikuti gejala abnormal, segera bawa anak ke rumah sakit untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.
Referensi :
Blog Piyavate Penyakit: Cara Merawat Anak Saat Kejang
ArokaGO Penyedia Piyavate Hospital
Piyavate Hospital
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

Apa Itu Hipertermia Maligna?
Anestesi umum adalah bagian penting dari pembedahan yang mencegah pasien merasakan nyeri selama operasi.

Apakah Bekas Luka Masih Akan Terlihat Setelah Transplantasi Kumis?
Dalam transplantasi rambut wajah, folikel rambut biasanya diambil dari kulit kepala menggunakan teknik FUE atau FUT.

Faktor Apa yang Membuat Desain Transplantasi Alis Terlihat Alami?
Tujuan utama dari transplantasi alis biasanya adalah untuk mencapai hasil yang terlihat halus, menarik, dan natural