Katarak

Ketika lensa menjadi keruh, cahaya tidak dapat melewatinya atau difokuskan dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan penglihatan kabur, berkabut, atau buram. Katarak paling sering berkembang sebagai bagian dari proses penuaan, dengan perubahan pada lensa yang sering mulai terjadi sejak usia paruh baya ke atas.
Apa Itu Lensa Alami Mata?
Lensa alami adalah struktur jernih dan melengkung yang terletak di belakang iris.
Lensa bekerja bersama kornea untuk membiaskan cahaya yang masuk dan memfokuskannya ke retina, sehingga penglihatan menjadi ممكن. Lensa juga dapat menyesuaikan daya fokusnya untuk membantu mata melihat objek pada jarak yang berbeda.
Karena fungsinya yang penting, lensa terletak di dekat pusat mata, di mana lensa relatif terlindungi dengan baik dari cedera eksternal.
Faktor yang Dapat Mempercepat Perkembangan Katarak
Meskipun penuaan adalah penyebab paling umum, katarak dapat berkembang lebih dini karena faktor lain, termasuk:
๐ Penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang
๐ Diabetes
๐ Cedera mata
๐ Penyakit mata tertentu
๐ Paparan radiasi ultraviolet yang berkepanjangan tanpa perlindungan mata yang sesuai
๐ Kelainan kongenital
๐ Infeksi maternal selama kehamilan, seperti rubella
Gejala Katarak
Katarak biasanya berkembang secara bertahap selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun dan umumnya tidak menyebabkan nyeri mata atau kemerahan.
Penglihatan Kabur yang Bertahap
Pasien mungkin menyadari bahwa penglihatannya semakin keruh, seolah-olah melihat melalui kaca yang berembun.
Pada tahap awal, beberapa orang mungkin melihat lebih baik dalam kondisi redup daripada dalam cahaya terang. Hal ini dapat terjadi ketika kekeruhan terkonsentrasi di bagian tengah lensa.
Pada cahaya redup, pupil membesar, sehingga cahaya dapat melewati bagian luar lensa yang lebih jernih. Pada cahaya terang, pupil mengecil, mengarahkan lebih banyak cahaya melalui area tengah yang keruh dan membuat penglihatan tampak lebih buruk.
Sensitivitas terhadap Silau dan Cahaya
Gejala yang umum meliputi:
๐ Kesulitan melihat cahaya terang
๐ Silau dari sinar matahari atau lampu depan kendaraan
๐ Halo di sekitar cahaya
๐ Kesulitan mengemudi pada malam hari
๐ Kontras yang berkurang antara objek dan sekitarnya
Gambar Ganda atau Multipel
Beberapa pasien dapat melihat dua atau lebih gambar meskipun hanya melihat dengan satu mata.
Hal ini terjadi karena lensa yang keruh membiaskan cahaya secara tidak merata, sehingga cahaya tidak terfokus pada satu titik di retina.
Perubahan Penglihatan Warna
Warna dapat tampak:
๐ Pudar
๐ Kurang cerah
๐ Lebih kuning atau cokelat dari biasanya
Sering Mengganti Kacamata
Pasien mungkin perlu lebih sering mengganti resep kacamata karena katarak mengubah daya fokus lensa.
Perbaikan Sementara pada Penglihatan Jarak Dekat
Beberapa lansia mungkin tiba-tiba merasa dapat membaca tanpa kacamata baca yang biasa dipakai.
Hal ini tidak selalu berarti penglihatan mereka benar-benar membaik. Ini dapat menjadi tanda awal perubahan lensa terkait katarak, yang kadang digambarkan sebagai “second sight” sementara.
Apakah Katarak Mempengaruhi Kedua Mata?
Katarak terkait usia umumnya berkembang pada kedua mata, tetapi mungkin tidak berkembang dengan kecepatan yang sama.
Satu mata dapat menjadi jauh lebih keruh daripada mata lainnya, sehingga menghasilkan perbedaan penglihatan antara kedua mata.
Jika lensa menjadi sangat keruh, penglihatan dapat terganggu berat. Kecepatan progresi berbeda pada tiap individu.
Penanganan Katarak
Penanganan definitif untuk katarak adalah pembedahan.
Selama operasi katarak, dokter spesialis mata mengangkat lensa alami yang keruh dan menggantinya dengan lensa intraokular buatan.
Operasi umumnya dipertimbangkan ketika katarak mengganggu aktivitas sehari-hari seperti:
๐ Membaca
๐ Mengemudi
๐ Bekerja
๐ Menonton televisi
๐ Berjalan dengan aman
๐ Mengenali wajah
Metode Operasi Katarak
Fakoemulsifikasi
Fakoemulsifikasi adalah teknik operasi katarak yang paling umum digunakan.
Prosedur ini umumnya melibatkan:
๐ Pemberian tetes mata anestetik atau suntikan anestesi lokal
๐ Membuat sayatan kecil sekitar 2–3 milimeter di dekat tepi kornea
๐ Memasukkan instrumen ultrasonik kecil ke dalam mata
๐ Memecah lensa yang keruh menjadi fragmen-fragmen kecil
๐ Menyedot fragmen dari mata
๐ Memasukkan lensa intraokular buatan ke dalam kapsul lensa yang tersisa
Karena sayatannya kecil, jahitan sering kali tidak diperlukan.
Ekstraksi Katarak Ekstrakapsular
Ekstraksi katarak ekstrakapsular dapat digunakan ketika katarak terlalu padat atau tidak sesuai untuk fakoemulsifikasi.
Selama prosedur ini, lensa yang keruh diangkat sementara bagian belakang kapsul lensa dipertahankan untuk menopang lensa buatan.
Teknik ini memerlukan sayatan yang lebih besar dan biasanya melibatkan jahitan.
Anestesi untuk Operasi Katarak
Berbagai bentuk anestesi dapat digunakan tergantung pada metode operasi dan kondisi pasien.
Tetes Mata Anestetik
Anestesi dengan tetes mata umumnya digunakan untuk fakoemulsifikasi.
Pasien tetap sadar tetapi seharusnya tidak merasakan nyeri yang bermakna selama operasi.
Suntikan Anestesi Lokal
Suntikan anestesi di sekitar mata dapat digunakan untuk:
๐ Ekstraksi katarak ekstrakapsular
๐ Kasus fakoemulsifikasi terpilih
๐ Pasien yang memerlukan kontrol pergerakan mata yang lebih baik selama operasi
Anestesi Umum
Anestesi umum dapat dipertimbangkan ketika pasien tidak dapat menjalani operasi dengan aman atau nyaman menggunakan anestesi lokal.
Dokter spesialis mata dan dokter anestesi akan memilih metode yang paling sesuai.
Lensa Intraokular Buatan
Setelah lensa alami yang keruh diangkat, dokter spesialis mata memasukkan lensa intraokular buatan untuk memulihkan kemampuan fokus mata.
Berbagai jenis lensa intraokular tersedia.
Pemilihannya bergantung pada:
๐ Kebutuhan penglihatan harian pasien
๐ Kesehatan mata
๐ Kondisi kornea
๐ Kondisi retina
๐ Adanya astigmatisme
๐ Harapan pasien
๐ Keuntungan dan keterbatasan masing-masing jenis lensa
Dokter spesialis mata dan pasien sebaiknya mendiskusikan pilihan yang tersedia sebelum operasi.
Perawatan Setelah Operasi Katarak
Segera Setelah Operasi
Mata yang dioperasi biasanya ditutup dengan pelindung atau balutan.
Pada hari berikutnya, pasien dapat kembali untuk:
๐ Melepas penutup mata
๐ Penilaian penglihatan
๐ Pemeriksaan oleh dokter spesialis mata
๐ Instruksi mengenai cara membersihkan mata
๐ Panduan penggunaan tetes mata yang diresepkan
Obat
๐ Gunakan semua tetes mata dan obat persis seperti yang diresepkan.
๐ Jangan menggunakan tetes mata praoperasi setelah operasi kecuali diarahkan oleh dokter spesialis mata.
๐ Mulai kembali obat yang dihentikan sebelum operasi hanya bila disarankan oleh dokter.
Janji Kontrol
Pemeriksaan kontrol dapat dijadwalkan sekitar:
๐ Satu minggu setelah operasi
๐ Satu bulan setelah operasi
๐ Tiga bulan setelah operasi
Jadwal dapat bervariasi tergantung pada pemulihan dan kondisi mata pasien.
Melindungi Mata Selama Bulan Pertama
Selama bulan pertama setelah operasi:
๐ Cegah air masuk ke mata yang dioperasi.
๐ Usap wajah dengan lembut, bukan memercikkan air ke wajah.
๐ Minta orang lain membantu mencuci rambut, atau cuci rambut saat memakai pelindung mata.
๐ Hindari debu, angin kencang, asap, dan iritan mata lainnya.
๐ Jangan menggosok atau menekan mata.
๐ Lindungi mata dari benturan yang tidak disengaja.
๐ Kenakan pelindung mata saat tidur jika diinstruksikan.
๐ Hindari mengangkat benda berat.
๐ Hindari olahraga berat dan aktivitas yang memerlukan upaya fisik yang besar.
Membersihkan Area Sekitar Mata
Bersihkan area di sekitar mata yang dioperasi setidaknya sekali sehari selama sekitar dua hingga empat minggu, atau sesuai instruksi dokter spesialis mata.
Gunakan bahan yang bersih dan hindari menyentuh mata secara langsung.
Penggunaan Mata Setelah Operasi
Pasien umumnya dapat menggunakan mata untuk aktivitas normal, termasuk membaca atau menonton televisi.
Namun, mereka harus beristirahat jika mengalami:
๐ Kelelahan mata
๐ Rasa terbakar
๐ Mata kering
๐ Ketidaknyamanan
Tanda Peringatan Setelah Operasi Katarak
Pasien harus segera menghubungi dokter spesialis mata jika mengalami:
๐ Nyeri mata yang meningkat
๐ Penglihatan kabur yang tiba-tiba atau memburuk
๐ Kelopak mata merah atau bengkak
๐ Kemerahan mata yang signifikan
๐ Keluarnya cairan mata yang tidak biasa
๐ Kilatan cahaya atau peningkatan mendadak floaters
๐ Tirai gelap atau bayangan pada lapang pandang
Penilaian dini penting karena gejala-gejala ini dapat menandakan infeksi, inflamasi, masalah retina, atau komplikasi pascaoperasi lainnya.
Ringkasan
Katarak terjadi ketika lensa alami mata menjadi keruh, sehingga cahaya tidak dapat difokuskan dengan jelas pada retina. Gejala dapat berupa penglihatan kabur bertahap, silau, perubahan warna, penglihatan ganda, dan sering mengganti kacamata.
Katarak tidak dapat dibersihkan secara permanen dengan obat atau tetes mata. Ketika penglihatan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, operasi untuk mengangkat lensa yang keruh dan memasang lensa intraokular buatan adalah pengobatan standar.
Referensi:
Penulis Independen
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

CoolSculpting: Non-Surgical Fat Reduction with Controlled Cooling
Excess fat can affect people of different ages and body types. Its accumulation is influenced by diet, physical activity, lifestyle, age, hormones, genetics, and overall body composition.

Sculptra: Collagen Stimulation for Firmer
Sculptra is an injectable collagen-stimulating treatment designed to improve the skin’s underlying structure gradually.

Pico Laser: A Modern Treatment for Pigmentation
Pico Laser is a modern aesthetic treatment designed to improve uneven skin tone, pigmentation, acne marks, scars, and tattoos while supporting a smoother and more radiant complexion.