Varicella

Cacar air disebabkan oleh virus yang sama dengan penyebab herpes zoster. Penyebaran dapat terjadi melalui batuk, bersin, bernapas dalam jarak dekat, dan kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, terutama melalui kontak dengan lepuh berisi cairan, atau dengan berbagi barang pribadi dengan seseorang yang menderita cacar air, seperti seprai, selimut, atau kasur. Wabah paling sering terjadi dari akhir musim dingin hingga awal musim panas, meskipun kasus dapat terjadi sepanjang tahun. Kondisi ini paling sering ditemukan pada anak-anak usia 5-12 tahun, diikuti anak usia 1-4 tahun, remaja, dan dewasa muda. Selain itu, wanita hamil yang terkena cacar air dapat menularkan infeksi kepada bayi yang belum lahir atau bayi yang baru lahir, yang dapat menyebabkan infeksi yang relatif berat pada bayi.
Gejala
Pasien biasanya mulai menunjukkan gejala cacar air sekitar 14–16 hari setelah virus masuk ke dalam tubuh. Gejala yang umum meliputi sakit kepala, demam, nyeri badan, hilang nafsu makan, dan munculnya lepuh. Ruam biasanya bermula di wajah, dada, dan punggung, kemudian menyebar ke lengan dan tungkai.
Penyakit ini paling menular sekitar 2 hari sebelum ruam muncul hingga 4-5 hari setelah ruam menyebar ke seluruh tubuh. Masa penularan berakhir ketika semua lepuh sudah mengering dan membentuk keropeng. Dengan kata lain, masa penularan cacar air tergolong cukup panjang.
Pencegahan
Saat ini, obat antivirus tersedia untuk membantu menghambat virus cacar air. Pengobatan sebaiknya dimulai pada hari pertama munculnya gejala; jika tidak, efektivitasnya bisa berkurang atau mungkin tidak bekerja dengan baik. Untuk anak-anak, vaksinasi cacar air direkomendasikan mulai usia 1 tahun ke atas. Vaksin diberikan sebanyak 2 dosis, dengan jarak minimal 1 bulan antar dosis. Studi dari Jepang dan beberapa negara lain menemukan bahwa kekebalan yang diberikan oleh vaksin dapat bertahan lebih dari 20 tahun. Selain itu, ditemukan bahwa anak-anak yang menerima vaksin cacar air memiliki risiko lebih rendah terkena herpes zoster di kemudian hari, dan jika terkena, gejalanya cenderung lebih ringan dibandingkan anak yang pernah sakit cacar air karena infeksi alami.
sumber:
**Diterjemahkan dan disusun oleh Tim Konten ArokaGO
Penulis Independen
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

Profhilo atau Botox: Mana yang Lebih Baik dan Mana yang Tepat untuk Kulit Anda?
Saat ini, perawatan estetika wajah semakin populer. Banyak orang beralih ke prosedur injeksi untuk menjaga penampilan awet muda dan mengatasi berbagai permasalahan kulit. Namun, sering kali muncul kebingungan mengenai apakah Profhilo atau Botox yang lebih baik. Artikel ini akan membantu menjernihkan kebingungan tersebut dengan memberikan informasi penting, sehingga Anda dapat memutuskan perawatan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kulit Anda. Ini sangat membantu bagi mereka yang mencari opsi peremajaan kulit yang memberikan hasil tampak alami dan aman.

Sculptra vs. Ultracol: Stimulator Kolagen Mana yang Tepat untuk Anda?
Untuk pemula yang baru memasuki dunia perawatan estetika, atau bagi siapa saja yang ingin mengembalikan tampilan kulit awet muda secara alami, Anda mungkin sudah pernah mendengar tentang Sculptra dan Ultracol. Keduanya merupakan inovasi yang sangat populer yang dikenal sebagai biostimulator kolagen, dirancang untuk membantu kulit membangun kembali kolagennya sendiri dari dalam.

Ketakutan terhadap Jarum (Trypanofobia)
Ketakutan terhadap Jarum (Trepanafobia)