Croup pada Anak: Gejala, Diagnosis, dan Cara Mengobati serta Mencegahnya

Batuk Anak Bersuara Keras? Waspadai Croup
Croup (Akut laringotrakeobronkitis) adalah infeksi saluran napas atas akut yang umum pada anak kecil. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh virus, yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan dari laring hingga bronkiolus kecil. Hal ini mengakibatkan batuk menggonggong, suara napas abnormal, dan bahkan kesulitan bernapas.
Penyebab Croup
Infeksi Virus
Menyumbang 75-80% kasus. Virus yang umum meliputi Parainfluenza, Influenza, RSV, Adenovirus, Coronavirus, dan Metapneumovirus.
Infeksi Bakteri
Lebih jarang tetapi lebih berat dibandingkan penyebab virus.
Penyebab Noninfeksi
Termasuk alergi atau iritasi akibat bahan kimia.
Apa Saja Gejala Croup?
Apakah anak Anda menunjukkan tanda-tanda croup? Perhatikan gejala berikut:
• Batuk menggonggong, terutama pada malam hari
• Stridor (suara napas bising saat menghirup)
• Suara serak
• Gejala seperti flu 1-3 hari sebelumnya: demam, pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan
• Kasus berat dapat mencakup kesulitan bernapas, retraksi dada, tangan/kaki kebiruan, dan lesu
Bagaimana Croup Didiagnosis?
Riwayat Klinis dan Pemeriksaan Fisik
Tanda utama meliputi batuk menggonggong dan stridor. Tenggorokan mungkin menunjukkan epiglotis yang merah dan bengkak.
Pemeriksaan Tambahan
• Rontgen dada/leher dapat menunjukkan "steeple sign"-penyempitan saluran napas atas
• Saturasi oksigen untuk menilai tingkat keparahan
• Swab nasofaring untuk mendeteksi penyebab virus seperti influenza
Bagaimana Croup Diobati?
Perawatan Suportif
• Tinggikan kepala anak saat beristirahat
• Gunakan humidifier atau tambahkan kelembapan ke udara
• Berikan cairan hangat dan pastikan hidrasi yang cukup
• Jaga anak tetap tenang dan cukup istirahat
• Gunakan penurun demam jika diperlukan
• Terapi oksigen atau intubasi pada distres pernapasan berat
Obat-obatan
• Steroid (oral, inhalasi, atau injeksi) untuk mengurangi peradangan saluran napas - terapi lini pertama
• Epinefrin nebulisasi untuk peredaan sementara pada kasus berat
Sebagian besar anak pulih dalam 3-7 hari. Namun, batuk dapat menetap selama 1-2 minggu.
Komplikasi yang mungkin terjadi meliputi obstruksi jalan napas, infeksi bakteri sekunder, dehidrasi, dan ketidakseimbangan elektrolit. Bayi atau anak dengan gangguan imun dapat mengalami gejala yang lebih berat.
Cara Mencegah Croup
• Terapkan kebersihan tangan yang baik
• Vaksinasi influenza membantu mengurangi keparahan
• Hindari kontak dekat dengan individu yang terinfeksi
Referensi :
Synphaet Children Hospital Croup pada Anak: Gejala, Diagnosis, serta Cara Mengobati dan Mencegah
Penulis Independen
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

Cell Therapy
Cell therapy involves the use of living cells or cell-derived components to support tissue repair, stimulate regeneration, and improve the function of the body’s own cells.

Toxic Screening: Why It Matters More Than Ever?
When we hear the word “toxins,” we often imagine dangerous substances that either cause immediate harm or gradually damage health over time.

Trombositopenia Imun (ITP) pada Anak: Gejala & Perawatan
Immun Thrombositopenia (ITP) pada Anak Purpura trombositopenik imun (ITP) adalah gangguan perdarahan yang umum pada anak yang disebabkan oleh jumlah trombosit yang rendah. Kondisi ini terjadi ketika sistem imun menghasilkan antibodi yang berikatan dengan dan menghancurkan trombosit tubuh sendiri. Pemicu antibodi ini dapat meliputi infeksi virus atau beberapa obat tertentu, tetapi pada kebanyakan kasus penyebabnya tidak jelas. Kondisi ini dapat terjadi pada anak yang lebih kecil maupun yang lebih besar.