Mikrobioma Endometrium dan Hubungannya dengan Infertilitas pada Perempuan

Tubuh manusia menjadi tempat bagi sejumlah besar mikroorganisme alami, yang secara kolektif dikenal sebagai mikrobioma, yang mencakup bakteri, virus, dan jamur. Manusia telah berevolusi bersama dengan triliunan mikroorganisme ini, beradaptasi terhadap perubahan fisiologis dari waktu ke waktu.
Keseimbangan mikrobioma bervariasi di berbagai organ dalam tubuh. Sebelumnya, rahim diyakini steril. Namun, kemajuan dalam teknologi medis dan sekuensing gen bakteri telah mengungkapkan bahwa rahim memiliki mikrobioma uniknya sendiri, yang dapat dikategorikan menjadi dua jenis utama:
Lactobacillus dominan, mencakup lebih dari 90% mikrobioma endometrium
Lactobacillus non-dominan, mencakup kurang dari 90% mikrobioma endometrium, dengan spesies bakteri lain lebih dominan
Ketidakseimbangan mikrobioma, khususnya penurunan dominasi Lactobacillus, dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai dysbiosis. Studi yang menganalisis cairan endometrium atau sampel jaringan telah mengidentifikasi korelasi signifikan antara mikrobioma endometrium dan infertilitas wanita. Penelitian menunjukkan bahwa mikrobioma yang didominasi Lactobacillus meningkatkan reseptivitas endometrium, sehingga meningkatkan peluang kehamilan dibandingkan dengan wanita yang mikrobioamanya didominasi oleh spesies bakteri lain.
Telah dibuktikan bahwa pemberian probiotik yang dipilih secara cermat, sering kali setelah terapi antibiotik, dapat membantu memulihkan mikrobiota simbiotik. Pemulihan ini berpotensi meningkatkan tingkat keberhasilan kehamilan dan memperbaiki luaran pada perawatan assisted reproductive technology (ART).
Namun, studi-studi ini belum konsisten dalam setting klinis, terutama terkait rute pemberian probiotik Lactobacillus, yang dapat berupa oral atau vaginal, serta dosis dan durasi terapi.
Referensi:
Mikrobioma Endometrium Jetanin dan Korelasinya dengan Infertilitas Wanita
Penyedia ArokaGO Rumah Sakit Jetanin
Jetanin Hospital
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

Thailand Health Excellence 2026: Babak Berikutnya dari Penyembuhan Global
Masa depan layanan kesehatan tidak lagi hanya ditentukan oleh pengobatan penyakit semata. Di seluruh dunia, semakin banyak orang mencari solusi kesehatan yang menggabungkan pencegahan, optimalisasi, pemulihan, dan kesejahteraan jangka panjang. Menanggapi pergeseran global ini, Thailand muncul sebagai salah satu destinasi paling menarik di dunia untuk kesehatan dan penyembuhan terpadu.

Licorice (Glycyrrhiza glabra): Agen Fitoterapi untuk Induksi Sel T Regulator (Tregs)
Sel T regulator (Tregs) memainkan peran fundamental dalam mempertahankan homeostasis imun di dalam tubuh. Ekspansi terapeutik dan aplikasi sel Treg telah banyak dimanfaatkan dalam pengobatan penyakit autoimun dan berbagai gangguan inflamasi.

Apa Itu AMH: Memahami Hormon yang Mencerminkan Cadangan Ovarium Anda
Hormon Kunci yang Mencerminkan Kesuburan dan Cadangan Telur Anda AMH (Anti-Müllerian Hormone) adalah hormon yang diproduksi oleh folikel kecil di ovarium seorang wanita. Hormon ini berperan penting dalam menilai cadangan ovarium seorang wanita atau berapa banyak telur yang masih layak tersedia.