Informasi Kesehatan Penting untuk Wisatawan Lansia: Apa yang Perlu Anda Ketahui

Bepergian dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan dan memuaskan bagi orang-orang dari segala usia. Namun, untuk pelancong lanjut usia, ada pertimbangan kesehatan tertentu yang harus diperhatikan untuk memastikan perjalanan yang aman dan menyenangkan. Menurut sebuah studi oleh Eurostat (2019), terdapat korelasi yang jelas antara usia dan perilaku wisata, terutama di antara individu yang lebih tua. Studi tersebut menyoroti bahwa masalah kesehatan merupakan faktor signifikan yang memengaruhi keputusan perjalanan bagi mereka yang berusia 65 tahun ke atas. Bahkan, 47% warga lanjut usia menyebutkan kesehatan sebagai alasan utama tidak bepergian, dibandingkan hanya 12% dari mereka yang berusia 15 hingga 64 tahun. Selain itu, 35% lanjut usia menyatakan tidak memiliki keinginan untuk bepergian, dan banyak pelancong tua lebih memilih mengunjungi keluarga dan teman lebih sering.
Mengingat temuan ini, penting bagi pelancong lanjut usia untuk merencanakan perjalanan mereka dengan cermat, dengan fokus pada kesehatan dan keselamatan. Berikut adalah beberapa tips penting yang harus dipertimbangkan oleh orang dewasa yang lebih tua sebelum memulai perjalanan mereka:
1. Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Menyeluruh
Sebelum memulai perjalanan, pelancong lanjut usia harus menjalani pemeriksaan kesehatan yang menyeluruh. Ini mencakup pemeriksaan fisik, tes darah, dan vaksinasi yang diperlukan. Disarankan juga bagi lanjut usia untuk membawa salinan riwayat kesehatan mereka dan daftar obat yang sedang dikonsumsi untuk antisipasi situasi darurat.

2. Bawa Perlengkapan Medis yang Diperlukan
Pelancong lanjut usia harus memastikan mereka membawa semua perlengkapan medis penting, termasuk obat resep, obat bebas untuk penyakit umum, dan alat medis yang diperlukan. Selain itu, membawa kotak P3K dengan perban, kasa, dan tisu antiseptik adalah langkah bijaksana.

3. Siapkan Diri untuk Keadaan Darurat
Lanjut usia harus siap menghadapi kemungkinan darurat saat bepergian. Ini termasuk membawa ponsel setiap saat dengan menyimpan kontak penting, seperti penyedia layanan kesehatan mereka dan kedutaan setempat. Membeli asuransi perjalanan yang mencakup biaya tak terduga, termasuk biaya medis dan pembatalan perjalanan, juga sangat disarankan.
4. Ambil Langkah Pencegahan Keamanan
Menjamin keselamatan selama perjalanan adalah hal yang penting. Lanjut usia harus selalu mengenakan sabuk pengaman saat berada di kendaraan, menggunakan GPS atau peta untuk menavigasi area yang tidak dikenal, dan menjaga energi dengan makan makanan bergizi dan tetap terhidrasi. Penting untuk memperhatikan keadaan sekitar, terutama saat malam hari, dengan tetap berada di area yang terang dan menghindari lokasi yang terpencil.
5. Pertimbangkan Memiliki Teman Perjalanan
Bagi lanjut usia yang bepergian sendirian, mempertimbangkan teman perjalanan mungkin menguntungkan. Teman perjalanan dapat membantu berbagai tugas seperti mengemas barang, menavigasi tempat yang tidak dikenal, dan menangani keadaan darurat medis yang mungkin timbul.
Langkah-langkah pencegahan ini dirancang untuk membantu pelancong lanjut usia menikmati perjalanan yang aman dan berkesan. Dengan perencanaan yang cermat dan perhatian terhadap kesehatan dan keselamatan, lanjut usia dapat memanfaatkan perjalanan mereka sebaik mungkin dan menciptakan kenangan yang abadi.
Referensi
Eurostat Statistics Explained, Tourism Trends and Aging, 2019. Tersedia di: https://ec.europa.eu/eurostat/statistics-explained/index.php?title=Tourism_trends_and_ageing (Diakses 23 Desember 2022).
Travel Health, Travelling Well, 2009, Smartraveller, Department of Foreign Affairs and Trade, Commonwealth of Australia, Barton, ACT.
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

Is cycling really effective in treating osteoarthritis of the knee? Discover the techniques for strengthening your knees through cycling without surgery.
For those experiencing knee pain or suffering from osteoarthritis, physical movement can often be daunting. Many choose to stop moving for fear of further knee damage, but in reality, inactivity leads to muscle atrophy and knee stiffness. One of the most commonly recommended methods by doctors and physical therapists worldwide is cycling to treat osteoarthritis. But the question is, how can one cycle effectively for rehabilitation without worsening the joint condition? This article provides the answer.

Pentingnya Vitamin K dalam Osteoporosis
Osteoporosis adalah masalah kesehatan masyarakat yang besar, sebanding dengan diabetes, hipertensi, dan hiperlipidemia. Kondisi ini telah lama menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan kualitas hidup penduduk Thailand, khususnya pada orang dewasa yang lebih tua. Sebagian besar lansia dengan osteoporosis tidak mengalami gejala peringatan atau tanda-tanda awal, sehingga diagnosis terlambat dan pengobatan dini tidak dilakukan. Akibatnya, individu tersebut berisiko tinggi mengalami fraktur kerapuhan di berbagai lokasi, termasuk pergelangan tangan, tulang belakang, panggul, dan lengan atas.

Sakit Tennis Elbow: Nyeri pada Siku yang Tidak Hanya Dialami Atlet
Tennis Elbow, yang secara medis dikenal sebagai Lateral Epicondylitis, adalah kondisi peradangan pada tendon di sisi luar siku. Kondisi ini disebabkan oleh penggunaan lengan, pergelangan tangan, atau siku secara berulang dalam jangka waktu yang lama, seperti mengetik di komputer, menggunakan smartphone, mengangkat benda berat, atau bahkan melakukan pekerjaan rumah tangga rutin.