Akreditasi Internasional untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan Destinasi dan Pariwisata Medis

Wisata medis telah menjadi fenomena global, dengan perkiraan 14 hingga 16 juta wisatawan medis di seluruh dunia pada tahun 2017 (Dalen & Alpert, 2019). Jumlah wisatawan medis diproyeksikan meningkat sebesar 25% setiap tahun, didorong oleh faktor-faktor seperti tingginya biaya perawatan kesehatan di beberapa negara, ketersediaan perawatan yang tidak dapat diakses di dalam negeri, dan keinginan untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik atau lebih cepat. Amerika Serikat, misalnya, memiliki biaya perawatan kesehatan yang jauh lebih tinggi, mendorong banyak pasien untuk mencari prosedur medis di negara-negara di mana biaya 30–65% lebih rendah. Perbedaan harga ini sering kali disebabkan oleh upah tenaga kesehatan yang lebih rendah, pembayaran tunai oleh pasien, dan biaya asuransi malpraktik yang lebih rendah di negara-negara tersebut.
Asia menjadi rumah bagi beberapa tujuan wisata medis paling populer, termasuk India, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand. Negara-negara ini menjadi pilihan menarik bagi pasien yang mencari perawatan medis yang terjangkau dan cepat.
Alasan untuk Mencari Perawatan Medis di Luar Negeri
Pasien memilih untuk mencari perawatan medis di luar negeri karena berbagai alasan. Dalam beberapa kasus, keterlambatan dalam mengakses layanan kesehatan lokal memaksa pasien untuk bepergian ke wilayah di mana mereka dapat menerima perawatan langsung. Tingginya biaya perawatan kesehatan di negara asal mereka adalah faktor signifikan lainnya, terutama bagi individu yang tidak diasuransikan dengan baik yang tidak mampu membayar perawatan di rumah sakit dan klinik lokal. Bagi pasien-pasien ini, bepergian ke luar negeri menawarkan alternatif yang lebih terjangkau.
Selain itu, beberapa pasien bepergian ke negara asal mereka untuk menerima perawatan dalam sistem kesehatan yang sudah dikenal, sementara yang lain, seperti mantan ekspatriat, kembali ke negara tempat mereka pernah tinggal untuk mengakses perawatan yang mereka anggap berkualitas tinggi dan berorientasi pada konsumen dengan biaya yang relatif rendah. Beberapa prosedur medis yang tidak diizinkan di negara asal pasien juga dapat mendorong mereka untuk mencari pengobatan di luar negeri. Meskipun perbedaan ekonomi memainkan peran penting dalam pergerakan pasien dari lingkungan perawatan kesehatan yang lebih mahal ke yang lebih murah, penghematan biaya bukan satu-satunya motivator wisata medis.

Akreditasi Internasional Fasilitas Perawatan Kesehatan Tujuan
Peningkatan jumlah pasien yang mencari pengobatan di luar negeri telah meningkatkan pentingnya akreditasi internasional bagi fasilitas perawatan kesehatan. Perusahaan wisata medis harus membatasi jaringan mereka pada rumah sakit dan klinik yang diakreditasi oleh organisasi yang diakui oleh International Society for Quality in Healthcare (ISQua), yang dikenal sebagai "akreditor untuk akreditor." ISQua mengakreditasi organisasi seperti Joint Commission International (JCI), American Accreditation Commission International (AACI), Global Healthcare Accreditation (GHA), dan Planetree International.
Seiring dengan terus berkembangnya wisata medis, sangat penting untuk mendefinisikan dan menegakkan standar akreditasi internasional yang wajar dan memadai untuk rumah sakit, klinik, dan laboratorium. Pemasaran dan penyediaan layanan kesehatan global oleh perusahaan wisata medis harus dibatasi pada fasilitas yang diakreditasi oleh badan-badan yang diakui secara internasional. Selanjutnya, izin perusahaan wisata medis yang mengoordinasikan perawatan di fasilitas yang tidak terakreditasi harus dicabut.
Rumah sakit dan klinik yang ingin menarik pasien internasional harus menjalani tinjauan akreditasi internasional sebelum bergabung dengan jaringan perawatan kesehatan global. Seiring dengan semakin mendunianya perawatan kesehatan, standar regulasi juga harus berkembang untuk menjamin keselamatan pasien dan kualitas perawatan.
Risiko dan Pengawasan Regulatif
Meskipun pasien memiliki hak untuk bepergian dan mencari perawatan kesehatan di luar negeri, terdapat risiko inheren yang terkait dengan penerimaan perawatan medis di negara asing. Risiko-risiko ini harus dikelola dan diminimalkan oleh badan pemerintah melalui otoritas regulasi mereka. Badan akreditasi memainkan peran penting dalam memastikan bahwa perusahaan wisata medis mematuhi standar perilaku yang bijaksana dan wajar.
Perusahaan wisata medis harus menjaga standar ketat untuk melindungi pasien yang menerima perawatan di luar negeri. Kualitas perawatan kesehatan sering kali didiskusikan dalam hal rumah sakit, sistem perawatan kesehatan, dan profesionalnya. Namun, upaya untuk meningkatkan kualitas perawatan kesehatan juga harus mencakup peran perusahaan wisata medis dalam mempromosikan globalisasi layanan kesehatan.
Kesimpulan
Pertumbuhan pesat wisata medis menuntut fokus pada akreditasi internasional dan pengawasan regulatif untuk menjamin keselamatan dan kualitas perawatan bagi pasien yang mencari pengobatan di luar negeri. Seiring industri ini terus berkembang, sangat penting bahwa perusahaan wisata medis mematuhi standar tertinggi dan bahwa fasilitas kesehatan menjalani proses akreditasi yang ketat untuk menjaga kepercayaan dan keyakinan pasien internasional.
Referensi
Dalen, J.E., & Alpert, J.S. (2019). Medical Tourists: Incoming and Outgoing. The American Journal of Medicine, 132(1), 9-10.
Patients Beyond Borders. Statistik dan fakta wisata medis. Tersedia di: https://patientsbeyondborders.com/medical-tourism-statistics-facts. Diakses pada 31 Mei 2018.
Turner, L.G. (2011). Kualitas dalam perawatan kesehatan dan globalisasi layanan kesehatan: akreditasi dan pengawasan regulasi perusahaan wisata medis. International Journal for Quality in Health Care, 23(1), 1-7.
AACI, GHA & Planetree
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

Cara Memverifikasi Surat Izin Praktik Dokter Gigi di Thailand
Thailand adalah salah satu destinasi utama di dunia untuk pariwisata medis dan gigi, dikenal karena perawatan berkualitas tinggi, klinik modern, dan harga yang kompetitif. Namun, bagi ekspatriat dan pasien internasional, memverifikasi bahwa seorang dokter gigi memiliki lisensi yang sah adalah langkah penting sebelum memulai perawatan apa pun.

Mengapa beberapa pasien stroke dengan kekuatan tungkai yang baik tetap berjalan dengan hiperekstensi lutut (genu recurvatum)?
Ini adalah pertanyaan yang sering saya temui dalam praktik klinis, dan penjelasan sederhana berdasarkan “kelemahan” sering kali tidak memadai.

Cara Mengatasi Nyeri Kronis Setelah Kecelakaan
Apakah Anda pernah merasa bahwa hidup Anda berubah sejak hari cedera Anda? Rasa sakit yang berkepanjangan selama bertahun-tahun bisa membuat Anda takut melakukan hal-hal yang Anda sukai, ragu untuk berolahraga, dan terkadang bahkan berjalan pun menjadi sulit.