Pencegahan kanker paru-paru

Hari ini, mari kita tinjau kembali risiko kanker paru-paru.
Risiko yang tidak dapat dicegah sebagai berikut:
1. Usia
2. Memiliki riwayat keluarga kanker paru-paru
Risiko yang dapat dicegah sebagai berikut:
1. Merokok
2. Paparan asap rokok orang lain
3. Paparan karsinogen atau zat beracun, debu, asap, atau mineral dari berbagai industri seperti radon.
Pencegahan kanker paru-paru: Dimulai dengan menyesuaikan perilaku sehari-hari Anda.
1. Berhenti merokok, ini akan secara signifikan menurunkan angka kejadian kanker paru-paru.
2. Jangan mulai merokok.
3. Hindari tempat-tempat dengan asap rokok.
4. Hindari atau gunakan alat pelindung ketika diperlukan saat memasuki tempat dengan polusi atau debu dan asap.
5. Waspadai tanda-tanda bahaya yang memperingatkan Anda untuk memeriksakan diri ke dokter.
6. Skrining dengan mesin rontgen dada dosis radiasi rendah sekali setahun. Jika terdapat beberapa risiko seperti memiliki riwayat perokok berat dan masih merokok atau sudah berhenti kurang dari 15 tahun dan berusia antara 55-80 tahun.
Menjaga kesehatan Anda dan memperhatikan detail kecil yang terjadi setiap hari akan menjauhkan kita dari kanker paru-paru.
Referensi :
Pencegahan kanker paru-paru Rumah Sakit Thonburi Bamrungmuang
Penulis Independen
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

Experiencing back pain from sitting at a desk? Is it office syndrome or a spinal problem?
What causes back pain from sitting and working? Differentiating office syndrome symptoms from spinal problems with assessment guidelines by orthopedic doctors at Phyathai Sriracha Hospital

Apa yang sebaiknya dikonsumsi oleh pasien penyakit jantung? Daftar makanan yang dianjurkan dan makanan yang harus dihindari.
Penyakit Jantung… Mengapa Perlu Memperhatikan Pola Makan? Pasien penyakit jantung, terutama mereka yang menderita penyakit jantung iskemik atau kadar lipid darah tinggi, perlu mengontrol pola makan secara ketat karena makanan secara langsung memengaruhi lipid darah, berdampak pada tekanan darah, dan memengaruhi penyempitan arteri koroner.

Apa saja gejala osteoartritis lutut stadium awal? Periksa nyeri pada lutut, kaku, dan bunyi “kletek” pada lutut.
Banyak orang mengalami nyeri lutut saat duduk atau berdiri, berjalan dalam waktu lama, atau menaiki dan menuruni tangga. Sebagian merasakan kekakuan pada lutut setelah bangun tidur, mendengar bunyi saat menggerakkan lutut, atau mulai merasakan rasa kaku yang menghambat gerakan menekuk atau meluruskan lutut sepenuhnya. Mereka mungkin mengira ini hanya tanda penuaan, tetapi sebenarnya gejala-gejala tersebut bisa menjadi tanda awal osteoartritis lutut ringan dan perlu dievaluasi oleh spesialis ortopedi untuk mengetahui penyebab yang sebenarnya.