ArokaGO
  • Komunitas
BerandaPenyediaKomunitas

Perusahaan

ArokaGO

Platform wisata medis terpercaya Anda. Terhubung dengan penyedia layanan kesehatan kelas dunia di Thailand.

Apple StoreGoogle Play
FacebookInstagramYouTubeTikTokLinkedInRahu

Untuk Pasien

  • Dasbor
  • Cari Penyedia
  • Masuk
  • Daftar sebagai Pasien
  • Pesan Janji Temu

Untuk Penyedia

  • Dasbor
  • Janji Temu
  • Obrolan
  • Masuk
  • Bergabung sebagai Penyedia

Hubungi Kami

  • Bangkok, Thailand
  • +66 65 829 4562
  • contact@arokago.com

Hukum

  • Penafian
  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Ulasan
  • Periklanan

© 2026 ArokaGO. Semua hak dilindungi.

  1. Artikel
  2. Health
  3. RIRS untuk Batu Ginjal dan Saluran Kemih Ureter

RIRS untuk Batu Ginjal dan Saluran Kemih Ureter

BBangkok Hospital Phuketon July 24, 2026baca 10 menit
RIRS untuk Batu Ginjal dan Saluran Kemih Ureter

Apa Itu RIRS?

RIRS adalah singkatan dari Retrograde Intrarenal Surgery. Ini adalah prosedur minimal invasif yang digunakan untuk mengobati batu ginjal dan batu di ureter bagian atas tanpa membuat sayatan bedah eksternal.

Selama prosedur, sebuah endoskop fleksibel kecil dimasukkan melalui:

๐ Uretra

๐ Kandung kemih

๐ Ureter

๐ Sistem pengumpul di dalam ginjal

Setelah batu ditemukan, ahli urologi menggunakan laser khusus untuk memecahnya menjadi fragmen kecil. Fragmen ini kemudian dapat keluar secara alami melalui urin atau diambil menggunakan instrumen kecil.

Berbeda dengan operasi terbuka konvensional, RIRS tidak memerlukan sayatan melalui perut atau kulit. Hal ini umumnya menghasilkan nyeri yang lebih ringan, pemulihan yang lebih cepat, dan masa rawat inap yang lebih singkat.

Siapa yang Cocok Menjalani RIRS?

RIRS dapat dipertimbangkan untuk pasien dengan jenis atau lokasi batu saluran kemih tertentu.

Batu Ginjal dan Ureter Bagian Atas

Prosedur ini umumnya digunakan untuk:

๐ Batu ginjal

๐ Batu di bagian atas ureter

๐ Batu berukuran sekitar 0,5-2 sentimeter

๐ Beberapa batu kecil yang tersebar di dalam ginjal

๐ Batu yang terletak di area yang sulit dijangkau dengan metode lain

Perawatan yang paling tepat tetap bergantung pada ukuran, lokasi, densitas, jumlah batu, dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

Pasien yang Mungkin Tidak Cocok untuk Operasi Besar

RIRS dapat dipertimbangkan untuk:

๐ Lansia

๐ Pasien dengan penyakit jantung

๐ Orang dengan diabetes atau tekanan darah tinggi

๐ Pasien yang mungkin memiliki risiko komplikasi lebih tinggi dari operasi besar

๐ Orang dengan kelemahan fisik atau kondisi medis lain yang sedang berlangsung

๐ Pasien yang sangat perlu menghindari cedera pada jaringan ginjal

Kelayakan untuk anestesi tetap harus dinilai karena RIRS biasanya dilakukan dengan anestesi umum.

Pasien yang Pengobatan Sebelumnya Tidak Berhasil

RIRS mungkin sesuai bila:

๐ Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy, atau ESWL, tidak berhasil memecah atau membersihkan batu

๐ Fragmen batu masih tersisa setelah prosedur sebelumnya

๐ Batu berada pada posisi yang sempit atau dalam sehingga sulit dijangkau dengan teknik lain

Keuntungan RIRS

Tidak Ada Sayatan Bedah Eksternal

Endoskop fleksibel mencapai ginjal melalui saluran kemih alami. Tidak ada sayatan perut, luka eksternal, atau bekas luka operasi yang terlihat.

Nyeri Lebih Ringan dan Pemulihan Lebih Cepat

Karena tidak ada sayatan melalui kulit atau ginjal, ketidaknyamanan pascaoperasi umumnya lebih ringan dibandingkan prosedur yang lebih invasif.

Banyak pasien dapat pulang dalam 24-48 jam dan kembali ke aktivitas harian normal relatif cepat.

Risiko Perdarahan Lebih Rendah

RIRS tidak memerlukan pembentukan jalur melalui kulit dan jaringan ginjal. Karena itu, secara umum risiko perdarahan bermakna lebih rendah dibandingkan operasi batu ginjal perkutan.

Terapi Batu yang Akurat

Ureteroskop fleksibel memungkinkan dokter melihat batu secara langsung dan menjangkau banyak bagian ginjal.

Sistem laser khusus, seperti Holmium laser atau Thulium fibre laser, dapat memecah batu dengan berbagai tingkat kekerasan, termasuk beberapa batu yang mungkin tidak merespons ESWL dengan baik.

Preservasi Jaringan Ginjal

Karena prosedur ini menggunakan saluran kemih alami, prosedur ini menghindari pembuatan saluran bedah melalui ginjal. Hal ini dapat bermanfaat bagi pasien tertentu dengan fungsi ginjal yang menurun atau yang berisiko mengalami kerusakan ginjal.

Proses Pengobatan RIRS

1. Persiapan Sebelum Pengobatan

Sebelum prosedur, dokter akan menilai kesehatan umum pasien dan memeriksa ukuran, jumlah, lokasi, dan densitas batu.

Penilaian dapat mencakup:

๐ Pemeriksaan fisik

๐ Tes darah

๐ Pemeriksaan urin dan kultur urin

๐ Pemeriksaan fungsi ginjal

๐ Pemeriksaan rontgen atau ultrasonografi

๐ Computed Tomography, atau CT scan

Pasien biasanya disarankan untuk:

๐ Menghindari makanan dan minuman selama sekitar 6-8 jam sebelum prosedur

๐ Menghentikan obat tertentu yang memengaruhi pembekuan darah bila diinstruksikan oleh dokter

๐ Memberi tahu tim medis tentang semua obat, suplemen, alergi, dan kondisi yang sudah ada

๐ Mendapatkan pengobatan untuk infeksi saluran kemih sebelum menjalani RIRS

Obat pengencer darah tidak boleh dihentikan tanpa instruksi medis.

2. Ureteroskopi Fleksibel dan Fragmentasi dengan Laser

Pasien menerima anestesi umum dan tetap tidak sadar selama prosedur.

Ahli urologi memasukkan Ureteroscope Fleksibel melalui uretra, kandung kemih, dan ureter hingga mencapai ginjal.

Setelah batu ditemukan, dokter menggunakan Holmium laser atau Thulium fibre laser untuk:

๐ Memecah batu menjadi partikel yang sangat kecil

๐ Memfragmentasi batu menjadi bagian yang dapat dikeluarkan

๐ Menghancurkan batu menjadi partikel halus yang dapat keluar melalui urin

Sebuah keranjang kecil atau instrumen lain dapat digunakan untuk mengambil fragmen yang lebih besar.

3. Pemasangan Stent Double-J

Stent Double-J adalah tabung tipis sementara yang ditempatkan di antara ginjal dan kandung kemih.

Stent ini dapat dipasang untuk:

๐ Menjaga ureter tetap terbuka

๐ Meningkatkan aliran urin

๐ Mengurangi sumbatan akibat pembengkakan pascaoperasi

๐ Membantu keluarnya fragmen batu kecil

๐ Mendukung penyembuhan ureter

Stent umumnya dilepas sesuai jadwal dokter, sering kali dalam waktu satu hingga dua minggu. Namun, waktu pelepasan dapat bervariasi tergantung kondisi pasien.

Beberapa pasien memiliki ureter yang terlalu sempit sehingga scope fleksibel tidak dapat melewatinya dengan aman. Dalam situasi ini, dokter mungkin terlebih dahulu memasang stent Double-J selama sekitar dua minggu untuk memberi waktu ureter relaks dan melebar sebelum melakukan RIRS pada prosedur kedua.

4. Waktu Pengobatan dan Pemulihan

RIRS biasanya memakan waktu sekitar satu hingga dua jam, meskipun durasinya bergantung pada ukuran, jumlah, kekerasan, dan lokasi batu.

Kebanyakan pasien:

๐ Dirawat di rumah sakit selama sekitar satu malam

๐ Pulang dalam 24-48 jam

๐ Kembali melakukan aktivitas ringan sehari-hari dalam beberapa hari

๐ Menghindari olahraga berat selama sekitar satu hingga dua minggu

Efek Samping dan Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Meskipun RIRS dianggap minimal invasif, gejala sementara dan komplikasi tetap dapat terjadi.

Gejala Sementara yang Umum

๐ Rasa perih atau tidak nyaman saat berkemih

๐ Sering berkemih atau urgensi berkemih

๐ Ketidaknyamanan ringan di perut bawah atau pinggang

๐ Sedikit darah dalam urin

Gejala ini umumnya membaik dalam satu hingga tiga hari. Gejala dapat berlanjut secara intermiten selama stent Double-J masih terpasang.

Komplikasi yang Lebih Jarang

๐ Infeksi saluran kemih

๐ Pembengkakan atau peradangan ureter

๐ Cedera pada dinding ureter

๐ Kesulitan berkemih

๐ Fragmen batu yang tersisa

๐ Penyempitan ureter setelah penyembuhan

๐ Infeksi berat atau sepsis

Sepsis dapat terjadi ketika bakteri di dalam saluran kemih atau batu masuk ke aliran darah selama fragmentasi batu. Pemeriksaan urin sebelum operasi, antibiotik yang sesuai, dan pemantauan yang cermat membantu menurunkan risiko ini.

Tanda Bahaya Setelah RIRS

Pasien harus menghubungi rumah sakit atau mencari pertolongan medis segera jika mengalami:

๐ Demam tinggi atau menggigil

๐ Nyeri perut atau pinggang yang berat atau memburuk

๐ Muntah terus-menerus

๐ Tidak dapat berkemih

๐ Darah dalam urin dalam jumlah banyak atau bekuan darah dalam urin

๐ Urin keruh atau berbau tidak sedap

๐ Kelemahan berat, pusing, atau kebingungan

Perbandingan RIRS dengan Pengobatan Batu Lainnya

Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy

ESWL menggunakan gelombang kejut dari luar tubuh untuk memecah batu menjadi fragmen.

Metode ini sering dipertimbangkan untuk batu yang lebih kecil, umumnya di bawah sekitar 1,5 sentimeter, tergantung pada posisi dan kekerasannya.

Keuntungan ESWL

๐ Tidak memerlukan endoskop atau sayatan kulit.

๐ Dapat dilakukan sebagai prosedur satu hari.

๐ Pemulihan biasanya cepat.

Keterbatasan ESWL

๐ Beberapa batu keras tidak terfragmentasi dengan baik.

๐ Batu di kutub bawah ginjal mungkin tidak mudah keluar.

๐ Mungkin diperlukan beberapa sesi pengobatan.

๐ Fragmen batu harus keluar secara alami melalui saluran kemih.

Percutaneous Nephrolithotomy

PCNL melibatkan pembuatan saluran kecil melalui kulit langsung ke ginjal.

Prosedur ini umumnya dipertimbangkan untuk:

๐ Batu yang lebih besar dari sekitar dua sentimeter

๐ Batu staghorn

๐ Beban batu yang besar atau kompleks

Keuntungan PCNL

๐ Dapat mengangkat volume batu yang besar dalam satu kali pengobatan.

๐ Sangat efektif untuk batu ginjal yang besar atau kompleks.

Keterbatasan PCNL

๐ Memerlukan sayatan dan akses melalui ginjal.

๐ Risiko perdarahan umumnya lebih tinggi dibandingkan RIRS.

๐ Rawat inap dan pemulihan mungkin lebih lama.

Kapan RIRS Menjadi Pilihan yang Paling Tepat?

RIRS mungkin sangat sesuai untuk:

๐ Batu ginjal atau ureter bagian atas dengan ukuran hingga sekitar dua sentimeter

๐ Batu yang tidak merespons ESWL

๐ Beberapa batu kecil di dalam ginjal

๐ Batu di lokasi yang sulit dijangkau

๐ Pasien yang ingin menghindari sayatan eksternal

๐ Pasien tertentu yang mungkin memiliki risiko lebih tinggi bila menjalani operasi yang lebih invasif

Batu yang besar atau sangat kompleks mungkin memerlukan PCNL atau lebih dari satu sesi RIRS. Ahli urologi akan merekomendasikan pengobatan berdasarkan temuan pencitraan dan kondisi medis pasien.

Perawatan Setelah RIRS

Minum Air yang Cukup

Kecuali asupan cairan dibatasi karena penyakit jantung atau ginjal, pasien mungkin disarankan minum sekitar dua liter air per hari.

Hidrasi yang cukup dapat membantu:

๐ Membuang fragmen batu kecil dari saluran kemih

๐ Mengurangi urin yang terlalu pekat

๐ Mendukung aliran urin normal

Hindari Aktivitas Berat

Selama satu hingga dua minggu pertama, hindari:

๐ Mengangkat beban berat

๐ Olahraga berdampak tinggi

๐ Aktivitas fisik berat

๐ Aktivitas yang meningkatkan nyeri atau darah yang tampak dalam urin

Berjalan ringan biasanya dianjurkan bila pasien merasa nyaman.

Minum Obat Sesuai Resep

Dokter mungkin meresepkan:

๐ Obat pereda nyeri

๐ Antibiotik bila secara klinis diperlukan

๐ Obat untuk mengurangi ketidaknyamanan kandung kemih atau stent

๐ Obat yang membantu merelaksasi ureter dan mendukung keluarnya batu

Pasien harus minum semua obat sesuai petunjuk yang diberikan.

Datang ke Janji Kontrol

Kunjungan kontrol umumnya dijadwalkan dalam satu hingga dua minggu.

Dokter mungkin melakukan:

๐ Pemeriksaan urin

๐ Pemeriksaan fungsi ginjal

๐ Pencitraan rontgen, ultrasonografi, atau CT

๐ Pelepasan stent Double-J

๐ Analisis batu

๐ Penilaian terhadap sisa batu

Mencegah Kekambuhan Batu Ginjal

Batu ginjal dapat kambuh tergantung pada jenis batu, kondisi metabolik, anatomi, kebiasaan makan, dan asupan cairan.

Tindakan pencegahan dapat mencakup:

๐ Minum cukup air sepanjang hari

๐ Mengurangi asupan garam berlebihan

๐ Menghindari asupan protein hewani yang berlebihan

๐ Menjaga berat badan yang sesuai

๐ Mengikuti rekomendasi diet berdasarkan jenis batu

๐ Menyelesaikan tes darah dan urin bila dianjurkan

๐ Mengirim fragmen batu yang diambil untuk analisis laboratorium

Kalsium tidak boleh dibatasi secara berlebihan kecuali atas anjuran dokter. Kalsium dalam makanan dan suplemen kalsium dapat memengaruhi risiko batu secara berbeda, dan rekomendasi harus dipersonalisasi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah RIRS Menyakitkan?

Prosedur ini dilakukan dengan anestesi umum, sehingga pasien tidak merasakan nyeri selama pengobatan.

Setelahnya, dapat terjadi ketidaknyamanan ringan, rasa perih saat berkemih, urgensi berkemih, atau nyeri pinggang. Gejala ini biasanya membaik dalam beberapa hari, meskipun ketidaknyamanan terkait stent dapat berlanjut sampai stent Double-J dilepas.

Berapa Lama Saya Harus Dirawat di Rumah Sakit?

Kebanyakan pasien dirawat sekitar satu malam dan pulang keesokan harinya. Sebagian mungkin memerlukan observasi lebih lama tergantung pada kesehatan, risiko infeksi, atau kompleksitas prosedur.

Apakah Saya Harus Menghindari Makanan dan Minuman Sebelum RIRS?

Ya. Pasien umumnya diwajibkan berhenti makan dan minum selama sekitar 6-8 jam sebelum anestesi umum.

Rumah sakit akan memberikan instruksi puasa yang spesifik berdasarkan waktu prosedur yang dijadwalkan dan kondisi medis pasien.

Apakah Batu Ginjal Dapat Kambuh Setelah RIRS?

Ya. RIRS mengangkat batu yang sudah ada tetapi tidak menghilangkan kecenderungan dasar untuk membentuk batu baru.

Risiko kekambuhan bergantung pada:

๐ Komposisi batu

๐ Asupan cairan yang rendah

๐ Asupan garam yang tinggi

๐ Asupan protein hewani atau purin yang berlebihan

๐ Kelainan metabolik

๐ Anatomi saluran kemih

๐ Kondisi medis dan obat tertentu

Pencegahan jangka panjang memerlukan penyesuaian gaya hidup, analisis batu, dan tindak lanjut medis secara teratur.

Spesialis dan Teknologi

RIRS harus dilakukan oleh ahli urologi yang berpengalaman dalam pengobatan endoskopik batu ginjal.

Teknologi yang digunakan dapat mencakup:

๐ Flexible Ureteroscope

๐ Holmium:YAG Laser

๐ Thulium Fibre Laser

๐ Keranjang pengambil batu

๐ Ureteral access sheath

๐ Sistem pencitraan fluoroskopi atau endoskopik

Sistem laser dan instrumen yang tersedia berbeda di setiap rumah sakit. Ahli urologi yang menangani akan memilih teknologi yang paling sesuai berdasarkan batu dan kondisi individual pasien.

 

Referensi :

Bangkok Hospital Phuket RIRS untuk Batu Ginjal dan Ureter

ArokaGO Providers Bangkok Hospital Phuket

B
Bangkok Hospital Phuket

Penulis Independen

Bagikan artikel ini

Pada halaman ini
  • Apa Itu RIRS?
  • Siapa yang Cocok Menjalani RIRS?
  • Batu Ginjal dan Ureter Bagian Atas
  • Pasien yang Mungkin Tidak Cocok untuk Operasi Besar
  • Pasien yang Pengobatan Sebelumnya Tidak Berhasil
  • Keuntungan RIRS
  • Tidak Ada Sayatan Bedah Eksternal
  • Nyeri Lebih Ringan dan Pemulihan Lebih Cepat
  • Risiko Perdarahan Lebih Rendah
  • Terapi Batu yang Akurat
  • Preservasi Jaringan Ginjal
  • Proses Pengobatan RIRS
  • 1. Persiapan Sebelum Pengobatan
  • 2. Ureteroskopi Fleksibel dan Fragmentasi dengan Laser
  • 3. Pemasangan Stent Double-J
  • 4. Waktu Pengobatan dan Pemulihan
  • Efek Samping dan Komplikasi yang Mungkin Terjadi
  • Gejala Sementara yang Umum
  • Komplikasi yang Lebih Jarang
  • Tanda Bahaya Setelah RIRS
  • Perbandingan RIRS dengan Pengobatan Batu Lainnya
  • Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy
  • Keuntungan ESWL
  • Keterbatasan ESWL
  • Percutaneous Nephrolithotomy
  • Keuntungan PCNL
  • Keterbatasan PCNL
  • Kapan RIRS Menjadi Pilihan yang Paling Tepat?
  • Perawatan Setelah RIRS
  • Minum Air yang Cukup
  • Hindari Aktivitas Berat
  • Minum Obat Sesuai Resep
  • Datang ke Janji Kontrol
  • Mencegah Kekambuhan Batu Ginjal
  • Pertanyaan yang Sering Diajukan
  • Apakah RIRS Menyakitkan?
  • Berapa Lama Saya Harus Dirawat di Rumah Sakit?
  • Apakah Saya Harus Menghindari Makanan dan Minuman Sebelum RIRS?
  • Apakah Batu Ginjal Dapat Kambuh Setelah RIRS?
  • Spesialis dan Teknologi

Bagikan artikel ini

B
Bangkok Hospital Phuket

Penulis

Artikel Lainnya

Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

Infeksi Telinga Tengah
Penyakit & Pengobatan

Infeksi Telinga Tengah

Infeksi telinga tengah terjadi ketika jaringan di dalam telinga tengah mengalami peradangan. Cairan atau nanah dapat menumpuk di belakang gendang telinga, sehingga menimbulkan gejala seperti:

Penyakit & PengobatanJul 24, 2026
Nyeri Punggung Bawah
Health

Nyeri Punggung Bawah

Nyeri punggung bawah adalah kondisi yang umum dan dapat dialami oleh semua usia dan jenis kelamin, terutama orang dewasa usia produktif. Gejalanya dapat berkisar dari ketidaknyamanan ringan hingga nyeri hebat yang mengganggu pekerjaan, tidur, pergerakan, serta kualitas hidup secara keseluruhan.

HealthJul 24, 2026
5 gejala umum yang sering membuat orang usia kerja berkonsultasi ke klinik pengobatan Tiongkok
Health

5 gejala umum yang sering membuat orang usia kerja berkonsultasi ke klinik pengobatan Tiongkok

Saat ini, klinik pengobatan Tiongkok dan klinik akupunktur telah menarik minat dari berbagai kalangan, terutama orang usia produktif yang menghadapi stres, duduk dalam waktu lama, serta nyeri dan keluhan yang menumpuk. Banyak orang mulai mencari alternatif perawatan kesehatan yang dapat membantu meredakan gejala secara tepat yang mengganggu kehidupan sehari-hari. Salah satu pertanyaan yang umum adalah “Gejala apa yang paling sering membuat orang pergi ke klinik pengobatan Tiongkok?” Pada kenyataannya, ada banyak gejala yang sering dikonsultasikan, tetapi ada 5 kelompok gejala yang sangat umum.

HealthJul 24, 2026