Tips Menikmati Diet Vegetarian (Jae) untuk Kesehatan Pikiran dan Jantung

Makanan Vegetarian (Jae): Baik untuk Jantung?
Makanan vegetarian, atau makanan Jae tidak mengandung daging atau produk hewani dan menghindari sayuran beraroma tajam. Jenis makanan ini berfokus pada sayuran dan protein nabati, yang umumnya memiliki kandungan lemak lebih rendah daripada lemak hewani. Oleh karena itu, makanan Jae sering dianggap sehat dan tidak mungkin berdampak negatif pada kesehatan jangka panjang.
Namun, salah satu pertimbangan penting adalah cara pengolahan makanan tersebut. Beberapa hidangan mungkin digoreng dengan minyak banyak, ditumis dengan banyak minyak, atau menggunakan sayuran asin (acar) yang tinggi kandungan natrium. Makanan yang berminyak dan asin dapat berpotensi menimbulkan dampak buruk pada kesehatan jantung dan pembuluh darah dalam jangka panjang.
Tips Sehat Mengonsumsi Makanan Jae (Vegetarian) agar Tubuh, Pikiran, dan Jiwa Tetap Terjaga

Tips Konsumsi dan Pemilihan Makanan Jae (Vegetarian) untuk Kesehatan Jantung
1. Pilih restoran dengan beragam menu: Pilih hidangan seperti sup, semur, tumisan, atau salad yang terbuat dari sayuran segar, bukan sayuran asin.
2. Batasi makanan gorengan: Konsumsi makanan goreng tidak lebih dari satu kali per hari.
3. Atur konsumsi kari tinggi lemak: Jika membeli kari dengan kandungan lemak tinggi, simpan dulu di lemari es lalu buang lapisan minyak di atasnya sebelum dipanaskan kembali.
4. Kurangi minyak dan garam berlebih: Hindari menuangkan kuah kari, sup, atau saus tumisan di atas nasi; gunakan sendok untuk mengambil makanan.
5. Utamakan sayuran segar: Sayuran segar dibandingkan sayuran asin membantu menurunkan asupan natrium.
6. Sertakan sumber protein di setiap makan: Minimal satu menu dengan kandungan protein di setiap kali makan agar merasa kenyang lebih lama.
7. Cukupi kebutuhan cairan di antara waktu makan: Makanan vegetarian umumnya kaya karbohidrat dan sayur, membuat cepat kenyang namun bisa cepat lapar kembali. Minumlah air secara berkala sepanjang hari.
8. Camilan sehat: Pilih buah segar (sekitar satu genggam) dengan air putih daripada kue kering atau camilan panggang.
9. Susu kedelai sebagai camilan: Pilih susu kedelai rendah gula dan diperkaya kalsium untuk mengenyangkan. Anda bisa mengonsumsi susu nabati lain, perhatikan kandungan protein dan kalsiumnya.
10. Bagi pasien yang menggunakan warfarin: Konsultasikan dengan dokter karena peningkatan konsumsi sayur dapat memengaruhi efektivitas obat.
Sumber : Thonburi Rajyindee Hospital
**Diterjemahkan dan disusun oleh Tim Konten ArokaGO
Penulis Independen
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

Tinnitus akibat menyelam
Saat ini, olahraga menyelam, baik menyelam scuba maupun freediving, menjadi semakin populer. Masalah umum dalam menyelam meliputi perubahan tekanan atmosfer yang tidak terkait dengan barotrauma telinga tengah penyelam, yang dapat menyebabkan masalah berikut:

Implan gigi pada lansia
Implan gigi pada lansia Dokter gigi wanita Gideth Jones dari Boston University di Amerika Serikat sangat menekankan pentingnya kesehatan mulut pada lansia. Karena kesehatan mulut merupakan titik awal yang menyebabkan masalah kesehatan fisik menjadi sangat parah hingga tidak memungkinkan untuk hidup normal. Mengendalikan strategi perawatan kesehatan fisik bersamaan dengan kesehatan mulut adalah cara untuk mengembalikan kesehatan lansia ke kehidupan yang normal. Seiring bertambahnya usia gigi, gigi menjadi lunak sehingga mudah terkorosi oleh zat-zat dari luar. Gusi merah dan bengkak akibat gingivitis yang sering serta faktor lingkungan pada mulut kering. Hal ini membuat kerusakan gigi menjadi masalah umum pada lansia dan akhirnya menyebabkan kehilangan gigi secara permanen. Penggunaan gigi palsu untuk membantu memudahkan mengunyah makanan akan membantu mengembalikan kualitas hidup yang baik.

5 Penyakit Umum yang Harus Diwaspadai Selama Musim Hujan
Selama musim ini, perubahan cuaca dapat dengan mudah menyebabkan orang jatuh sakit, terutama jika mereka tidak menjaga kesehatan atau cukup beristirahat. Penyakit umum selama periode ini meliputi infeksi saluran pernapasan, penyakit yang ditularkan melalui air dan makanan, infeksi dari luka atau kulit/selaput lendir, penyakit yang ditularkan melalui nyamuk, dan pada anak kecil, penyakit tangan, kaki, dan mulut.