Memahami Alergi Susu Sapi dan Makanan pada Anak

Alergi makanan terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru mengidentifikasi protein makanan sebagai zat berbahaya dan memicu reaksi alergi. Faktor genetik, riwayat keluarga penyakit alergi, sistem kekebalan tubuh anak, dan faktor lingkungan semuanya dapat berkontribusi. Namun, alergi makanan biasanya tidak disebabkan oleh satu perilaku tunggal selama kehamilan atau masa bayi.
Dengan diagnosis yang tepat, menghindari alergen yang telah terkonfirmasi, dan tindak lanjut medis secara teratur, banyak anak pada akhirnya dapat sembuh dari alergi makanan tertentu.
Gejala yang Memerlukan Perhatian Medis
Gejala alergi makanan dapat memengaruhi beberapa bagian tubuh, terutama sistem pencernaan, kulit, sistem pernapasan, dan sistem kardiovaskular.
Reaksi dapat terjadi dalam hitungan menit hingga dua jam setelah makan, sementara beberapa reaksi tertunda dapat muncul beberapa jam atau hari kemudian.
Gejala Pencernaan
Gejala gastrointestinal yang mungkin terjadi meliputi:
๐ Muntah
๐ Nyeri perut atau kram
๐ Diare akut segera setelah makan
๐ Diare tertunda yang muncul beberapa jam kemudian
๐ Tinja berair yang mengandung mukus atau darah
๐ Kesulitan makan
๐ Gejala mirip kolik infantil
๐ Penambahan berat badan yang buruk
๐ Defisiensi nutrisi akibat gangguan absorpsi
Darah yang menetap dalam tinja, muntah berulang, pertumbuhan yang buruk, atau tanda-tanda dehidrasi memerlukan evaluasi medis.
Gejala Kulit
Reaksi kulit umum terjadi pada anak dengan alergi makanan.
Reaksi Segera
Gejala dapat berkembang dalam hitungan menit hingga dua jam dan meliputi:
๐ Urtikaria atau bercak menonjol yang gatal
๐ Pembengkakan di sekitar mata
๐ Pembengkakan bibir atau wajah
๐ Gatal menyeluruh
๐ Kemerahan kulit yang mendadak
Reaksi Tertunda
Beberapa anak mengalami gejala menyerupai eksim selama beberapa hari atau minggu, termasuk:
๐ Kulit kering, kasar, atau gatal
๐ Ruam pada pipi atau wajah
๐ Iritasi di sekitar leher
๐ Ruam pada lipatan siku atau lutut
๐ Eksim menyeluruh pada tubuh
Makanan bukan penyebab setiap kekambuhan eksim. Dokter harus menentukan apakah ruam tersebut benar-benar berhubungan dengan makanan tertentu.
Gejala Pernapasan
Gejala pernapasan yang mungkin terjadi meliputi:
๐ Hidung berair
๐ Bersin
๐ Mata gatal atau berair
๐ Batuk
๐ Rasa sesak di tenggorokan
๐ Suara serak
๐ Mengi
๐ Sesak napas
๐ Kesulitan bernapas
Kesulitan bernapas setelah makan harus selalu dianggap sebagai kegawatdaruratan medis.
Reaksi Alergi Berat
Anafilaksis adalah reaksi alergi yang cepat dan berpotensi mengancam jiwa yang dapat memengaruhi beberapa sistem tubuh secara bersamaan.
Tanda-tanda yang mungkin meliputi:
๐ Urtikaria disertai kesulitan bernapas
๐ Pembengkakan lidah atau tenggorokan
๐ Mengi atau rasa sesak di dada
๐ Muntah berulang
๐ Pusing atau pingsan
๐ Tekanan darah rendah
๐ Kolaps atau syok
Perawatan medis darurat diperlukan segera. Adrenalin, juga dikenal sebagai epinefrin, adalah terapi lini pertama untuk anafilaksis.
Anak dengan risiko reaksi berat yang diketahui dapat diresepkan auto-injektor adrenalin untuk dibawa setiap saat.
Apakah Anak Akan Tumbuh Bebas dari Alergi Makanan?
Kemungkinan sembuh bergantung pada jenis makanan dan sifat reaksi alergi.
Alergi Susu Sapi
Banyak anak dengan alergi protein susu sapi secara bertahap mengembangkan toleransi selama masa kanak-kanak awal. Beberapa bentuk gastrointestinal dapat membaik setelah periode penghindaran ketat di bawah pengawasan medis.
Alergi Telur dan Gandum
Banyak anak pada akhirnya tumbuh bebas dari alergi telur atau gandum, meskipun waktunya bervariasi.
Alergi Kacang Tanah, Kacang Pohon, dan Makanan Laut
Alergi terhadap kacang tanah, kacang pohon, ikan, dan kerang lebih mungkin menetap hingga dewasa dan dapat berlangsung seumur hidup.
Makanan tidak boleh diperkenalkan kembali tanpa saran medis bila anak sebelumnya mengalami reaksi berat.
Bagaimana Alergi Makanan Didiagnosis?
Diagnosis dimulai dengan anamnesis medis yang rinci. Tidak ada satu tes pun yang dapat mendiagnosis setiap alergi makanan secara akurat.
Catatan Makanan dan Gejala
Orang tua mungkin diminta untuk mencatat informasi selama satu atau dua minggu, termasuk:
๐ Makanan dan minuman yang dikonsumsi
๐ Bahan dalam makanan olahan
๐ Jumlah yang dimakan
๐ Waktu antara makan dan timbulnya gejala
๐ Jenis dan tingkat keparahan gejala
๐ Obat yang diberikan
๐ Reaksi sebelumnya terhadap makanan yang sama
Informasi ini membantu dokter mengidentifikasi kemungkinan pola.
Skin Prick Test
Skin prick test dapat membantu mendeteksi sensitisasi terhadap makanan tertentu, terutama pada alergi yang dimediasi IgE secara segera.
Sejumlah kecil alergen ditempatkan pada kulit, kemudian kulit ditusuk ringan. Reaksi yang menonjol dapat menunjukkan sensitisasi.
Hasil positif tidak selalu membuktikan bahwa mengonsumsi makanan tersebut akan menimbulkan gejala. Hasil harus diinterpretasikan bersama dengan riwayat medis anak.
Antihistamin dapat mengganggu hasil tes. Dokter akan memberi tahu berapa lama obat tersebut harus dihentikan sebelumnya. Orang tua tidak boleh menghentikan obat yang diresepkan tanpa panduan medis.
Tes Darah
Tes darah dapat mengukur antibodi IgE spesifik terhadap makanan.
Tes ini dapat digunakan bila:
๐ Anak tidak dapat berhenti minum antihistamin
๐ Eksim berat menghambat pemeriksaan kulit yang andal
๐ Ada riwayat reaksi alergi serius
๐ Pemeriksaan kulit dianggap tidak sesuai
Seperti skin prick test, tes darah positif menunjukkan sensitisasi tetapi tidak selalu menegakkan alergi klinis.
Food Challenge Oral
Food challenge oral yang diawasi secara medis sering dianggap sebagai metode paling andal untuk mengonfirmasi atau menyingkirkan alergi makanan.
Selama tes, anak menerima jumlah makanan yang dicurigai secara bertahap meningkat di bawah pengawasan medis ketat.
Tes ini harus dilakukan di fasilitas medis yang memadai karena reaksi berat dapat terjadi.
Pengobatan dan Penatalaksanaan
Hindari Alergen yang Terbukti
Anak harus menghindari makanan yang telah secara medis dipastikan menyebabkan reaksi alergi, termasuk produk yang mengandungnya sebagai bahan.
Penghindaran beberapa makanan yang tidak perlu dapat menyebabkan defisiensi nutrisi dan harus dihindari.
Baca Label Makanan dengan Cermat
Orang tua harus memeriksa label untuk:
๐ Nama umum alergen
๐ Nama bahan alternatif
๐ Turunan susu, telur, kacang, makanan laut, atau kedelai
๐ Peringatan kontaminasi silang
๐ Perubahan bahan produk
Jika bahan tidak jelas, makanan tersebut tidak boleh diberikan sampai keamanannya dipastikan.
Siapkan Rencana Darurat
Anak yang berisiko mengalami anafilaksis harus memiliki rencana tindakan alergi tertulis yang dibagikan kepada:
๐ Anggota keluarga
๐ Guru
๐ Petugas tempat penitipan anak
๐ Perawat sekolah
๐ Pengasuh lainnya
Auto-injektor adrenalin harus segera dapat diakses bila diresepkan.
Gunakan Antihistamin dengan Tepat
Antihistamin dapat membantu meredakan gejala ringan seperti gatal atau urtikaria terbatas.
Obat ini tidak menggantikan adrenalin pada anafilaksis dan tidak boleh digunakan untuk memungkinkan konsumsi alergen yang diketahui secara berlanjut.
Alergi Susu Sapi Berbeda dari Intoleransi Laktosa
Alergi susu sapi melibatkan reaksi imun terhadap protein susu.
Intoleransi laktosa terjadi ketika tubuh tidak dapat mencerna laktosa, gula alami dalam susu, karena enzim laktase yang tidak mencukupi.
Intoleransi laktosa umumnya menyebabkan:
๐ Kembung
๐ Gas
๐ Ketidaknyamanan perut
๐ Diare
Kondisi ini biasanya tidak menyebabkan urtikaria, pembengkakan wajah, mengi, atau anafilaksis.
Kapan Anak Harus Dibawa ke Dokter
Orang tua harus mencari nasihat medis bila anak mengalami gejala berulang setelah makan makanan tertentu, terutama:
๐ Muntah atau diare
๐ Darah atau mukus dalam tinja
๐ Eksim yang menetap
๐ Urtikaria atau pembengkakan
๐ Kesulitan makan
๐ Kenaikan berat badan yang lambat
๐ Masalah pernapasan
Perawatan darurat segera diperlukan untuk kesulitan bernapas, pembengkakan tenggorokan, pingsan, kelemahan berat, atau gejala yang memengaruhi lebih dari satu sistem tubuh.
Diagnosis yang akurat penting karena baik alergi yang tidak diobati maupun pembatasan makanan yang tidak perlu dapat memengaruhi kesehatan, nutrisi, pertumbuhan, dan kualitas hidup anak.
Referensi :
Penulis Independen
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

Four Workplace Habits That Can Seriously Harm Your Spine
Many office workers unknowingly repeat habits that place unnecessary strain on the spine, spinal discs, muscles, and joints. Over time, poor posture and repetitive movements may contribute to neck pain, back pain, muscle tension, and reduced mobility.

Enam Kondisi Kehamilan Risiko Tinggi yang Setiap Calon Ibu Harus Ketahui
Kehamilan berisiko tinggi dapat memengaruhi kesehatan baik ibu maupun bayi yang sedang berkembang. Risiko ini mungkin lebih tinggi pada wanita yang sebelumnya pernah mengalami keguguran atau persalinan prematur, memiliki kondisi medis yang mendasari, atau hamil pada usia ibu yang sangat muda atau lanjut.

Apa yang Terkandung dalam Air Mata Buatan
Air mata alami berperan sebagai penghalang pelindung antara mata dan lingkungan sekitarnya. Air mata ini melumasi permukaan mata, membantu membersihkan partikel-partikel kecil, mendukung penglihatan yang jernih, serta membantu melindungi kornea dan konjungtiva dari iritasi dan infeksi.