Halaman ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI dari bahasa Inggris asli. Beberapa kata mungkin tidak tepat. Lihat dalam Bahasa Inggris

Bangkok dinobatkan sebagai kota terbaik di dunia untuk kehidupan malam pada tahun 2026 oleh Time Out. Kota ini naik dari peringkat ke-13 tahun lalu menjadi posisi No. 1, mengungguli Berlin, New York City, Melbourne, dan São Paulo. Penghargaan ini semakin menegaskan Bangkok sebagai tujuan global, tempat bar di atas atap, musik live, bersantap larut malam, budaya jalanan, dan beragam hiburan berpadu—bahkan jauh setelah matahari terbenam.
Bangkok telah dinobatkan sebagai kota terbaik di dunia untuk kehidupan malam pada tahun 2026 oleh Time Out, naik dari peringkat ke-13 tahun lalu untuk menduduki posisi No. 1 di depan Berlin, New York City, Melbourne, dan São Paulo. Pengakuan ini menegaskan ibu kota Thailand sebagai destinasi global tempat bar rooftop, musik live, santapan larut malam, budaya jalanan, dan hiburan yang beragam berpadu jauh setelah matahari terbenam.
Peringkat ini berasal dari Time Out’s Best Cities for Nightlife 2026 with Intrepid Travel, berdasarkan tanggapan dari lebih dari 24.000 penduduk lokal di 150 kota di seluruh dunia, bersama dengan penilaian dari jaringan editor internasional dan pakar kota Time Out.
Alih-alih menilai kota semata-mata berdasarkan klub malam dan bar, peringkat ini menelaah pengalaman yang lebih luas setelah gelap, termasuk kualitas dan keterjangkauan kehidupan malam, peluang untuk menemukan komunitas dan koneksi, serta apakah sebuah kota terasa menarik, hidup, beragam, ramah, dan aman pada malam hari.
Peringkat akhir menggabungkan 70% sentimen lokal dengan 30% evaluasi ahli, menurut metodologi Time Out.
Kenaikan Bangkok sangat menonjol. Setelah berada di peringkat ke-13 pada 2025, ibu kota Thailand ini melesat ke puncak daftar global pada 2026.
Menurut Time Out, 73% penduduk Bangkok yang disurvei menilai kehidupan malam kota ini sebagai “good” atau “amazing.” Proporsi yang sama mengatakan bahwa mudah untuk merasa terhubung dan menemukan rasa kebersamaan di kota ini, sementara panel ahli Time Out memberikan Bangkok skor persetujuan 95% untuk kancah kehidupan malamnya.
Bangkok diikuti oleh Berlin di posisi kedua dan New York City di posisi ketiga. Melbourne berada di peringkat keempat, sementara São Paulo melengkapi lima besar global.
Top 20 lengkap untuk 2026 terdiri dari Bangkok, Berlin, New York City, Melbourne, São Paulo, Medellín, Johannesburg, Brighton, Beijing, Amsterdam, Porto, Hong Kong, Athens, Madrid, Hanoi, Seoul, Bengaluru, Accra, Singapore, dan Mexico City.
Yang membedakan Bangkok adalah keragaman pengalaman yang luar biasa yang tersedia setelah matahari terbenam.
Malam di ibu kota Thailand dapat dimulai dengan minuman saat matahari terbenam sambil memandang cakrawala dari bar rooftop, berlanjut ke venue koktail intim atau destinasi musik live, dan berakhir dengan sepiring makanan jalanan yang baru disiapkan jauh setelah tengah malam.
Time Out menyoroti kombinasi Bangkok berupa bar rooftop, klub besar, spot koktail di lingkungan sekitar, kehidupan malam di tepi jalan, venue LGBTQ+, dan santapan larut malam sebagai bagian dari yang membuat kehidupan malam kota ini khas.
Pengalaman ini juga melampaui venue individual. Area seperti Chinatown, Silom, dan Thonglor menawarkan interpretasi berbeda tentang Bangkok setelah gelap, mulai dari bar kecil yang tersembunyi di dalam shophouse bersejarah hingga distrik hiburan, klub, dan destinasi rooftop.
Makanan larut malam adalah bagian penting lainnya dari pengalaman ini. Di Bangkok, kehidupan malam dan budaya kuliner sering kali tumpang tindih, memungkinkan pengunjung berpindah dengan mudah antara restoran, kios makanan jalanan, bar, dan venue hiburan sepanjang malam.
Peringkat No. 1 ini menambah dimensi lain pada daya tarik Bangkok sebagai destinasi pariwisata internasional.
Bagi para pelancong, Bangkok telah lama menawarkan kuil, belanja, makanan jalanan, hospitality mewah, dan atraksi budaya pada siang hari. Namun setelah matahari terbenam, kota ini berubah menjadi destinasi yang berbeda, dibentuk oleh cakrawala yang diterangi lampu, restoran, pasar malam, musik, hiburan, dan budaya jalanan yang aktif.
Keragaman ini berarti kehidupan malam Bangkok tidak terbatas pada wisatawan yang mencari klub atau pesta. Pasangan dapat menghabiskan malam di restoran rooftop, wisatawan kuliner dapat menjelajahi santapan larut malam, pencinta musik dapat menikmati penampilan live, sementara pengunjung yang mencari pengalaman yang lebih lokal dapat menjelajahi bar lingkungan sekitar dan venue di tepi jalan.
Karena itu, pengakuan ini menyoroti kekuatan yang lebih luas dari pariwisata Bangkok: kota ini tetap aktif pada berbagai waktu dalam sehari dan dapat menawarkan pengalaman yang sangat berbeda dalam satu perjalanan.
Peringkat 2026 mencerminkan geografi kehidupan malam global yang semakin beragam.
Berlin mewakili budaya kehidupan malam Eropa yang telah lama mapan, sementara New York tetap menjadi salah satu kota utama dunia setelah gelap. Melbourne, São Paulo, dan Medellín menunjukkan kekuatan kancah kehidupan malam di Australia dan Amerika Latin, sedangkan Beijing, Hong Kong, Hanoi, Seoul, dan Singapore memberi Asia kehadiran yang kuat dalam Top 20.
Time Out juga secara sengaja membatasi daftar akhir pada kota dengan peringkat tertinggi dari setiap negara untuk memastikan representasi geografis yang lebih luas.
Posisi Bangkok di puncak dengan demikian menempatkan Thailand di pusat lanskap kehidupan malam global yang semakin meluas melampaui ibu kota pesta tradisional.
Posisi No. 1 Bangkok pada akhirnya bukan hanya tentang bar dan klub.
Peringkat ini mencerminkan bagaimana kota ini hidup setelah matahari terbenam melalui makanan, musik, hospitality, kehidupan jalanan, koneksi sosial, dan hiburan—pengalaman yang secara kolektif membentuk bagian penting dari identitas urban Bangkok.
Bagi wisatawan internasional yang merencanakan perjalanan ke Thailand pada 2026, Bangkok menawarkan kemungkinan untuk merasakan dua sisi kota dalam hari yang sama: menjelajahi kuil, pasar, lingkungan, dan atraksi budaya di siang hari sebelum melihat ibu kota berubah setelah gelap.
Dan menurut peringkat 2026 Time Out, kini ada alasan lain untuk memasukkan Bangkok ke daftar perjalanan: ibu kota Thailand adalah kota No. 1 di dunia untuk kehidupan malam.
Sumber : TIMEOUT
Artikel dalam kategori ini ditulis oleh tim editorial kami untuk membuat Anda tetap mendapat informasi tentang berita wisata medis dan layanan kesehatan terbaru.