
Bangkok, — Thailand memajukan kedokteran presisi dengan mengintegrasikan teknologi genomik ke dalam Skema Cakupan Universal (Universal Coverage Scheme/UCS), sehingga lebih banyak orang dapat mengakses pencegahan penyakit, diagnosis, dan pengobatan yang dipersonalisasi melalui sistem layanan kesehatan publik negara tersebut.
Bangkok, — Thailand sedang memajukan precision medicine dengan mengintegrasikan teknologi genomik ke dalam Universal Coverage Scheme (UCS), sehingga lebih banyak orang dapat mengakses pencegahan penyakit, diagnosis, dan pengobatan yang dipersonalisasi melalui sistem layanan kesehatan publik negara tersebut.
Center for Medical Genomics di Faculty of Medicine Ramathibodi Hospital, Mahidol University, bekerja sama dengan National Health Security Office (NHSO) untuk memperluas layanan genomik di bawah skema Universal Healthcare "30-Baht" Thailand, sehingga pemeriksaan genetik lanjutan menjadi lebih mudah diakses oleh pasien yang memenuhi syarat di seluruh negeri.

Professor Dr. Wasun Chantratita, Kepala Center for Medical Genomics, menjelaskan bahwa genomik mengkaji keseluruhan set informasi genetik manusia, bukan hanya gen individual. Dengan menggabungkan data genomik dengan faktor lingkungan, gaya hidup, dan klinis, penyedia layanan kesehatan dapat memberikan Precision Medicine yang menyesuaikan pencegahan, diagnosis, dan pengobatan dengan profil genetik unik setiap pasien.
Beliau mencatat bahwa genomik memainkan peran yang semakin penting dalam mengatasi tantangan layanan kesehatan Thailand yang terus berkembang, termasuk populasi yang menua, penyakit kronis tidak menular (NCDs), kanker, penyakit langka, reaksi obat berat, dan meningkatnya biaya layanan kesehatan. Identifikasi dini risiko genetik dapat meningkatkan luaran pengobatan sekaligus mengurangi intervensi medis yang tidak diperlukan dan pengeluaran layanan kesehatan jangka panjang.
Beberapa layanan genomik kini tersedia melalui Universal Coverage Scheme Thailand bagi pasien yang memenuhi syarat, termasuk:
Seiring dengan semakin luasnya ketersediaan pengobatan genomik, privasi pasien tetap menjadi prioritas utama.
Menurut Center tersebut, data genomik dilindungi di bawah standar keamanan internasional dan Personal Data Protection Act (PDPA) Thailand. Informasi genetik dianonimkan sebelum digunakan untuk penelitian, dan setiap penelitian di masa depan memerlukan persetujuan yang diinformasikan dari partisipan, sehingga memastikan transparansi dan perlindungan informasi genetik pribadi.
Center menyoroti keberhasilan NIPT sebagai contoh nilai dari precision medicine.
Di antara 10.021 wanita hamil yang dievaluasi, hanya 47 yang memerlukan amniosentesis konfirmasi setelah skrining NIPT. Total biaya skrining sekitar 27,29 juta baht, sementara program tersebut diperkirakan mencegah 30 kelahiran yang terdampak Trisomy 21 (Down syndrome).
Berdasarkan estimasi biaya layanan kesehatan dan perawatan sosial seumur hidup sebesar 21 juta baht per individu, program ini dapat mengurangi biaya jangka panjang bagi masyarakat sekitar 630 juta baht, yang merepresentasikan estimasi return on investment 23 kali lipat.
Keberhasilan implementasi pengobatan genomik juga bergantung pada tenaga kesehatan yang terlatih.
Center telah menetapkan program pelatihan klinis intensif untuk Genetic Counselors, membekali tenaga kesehatan dengan keterampilan yang diperlukan untuk mengomunikasikan informasi genetik yang kompleks, menjelaskan risiko, dan mendukung pasien serta keluarga dalam membuat keputusan layanan kesehatan yang tepat dengan percaya diri dan sensitivitas.

Kolaborasi antara Ramathibodi Hospital dan NHSO melampaui layanan genomik yang ada saat ini.
Rencana ke depan mencakup perluasan pemeriksaan genomik untuk penyakit langka, yang sering kali memerlukan proses diagnostik yang panjang, serta peningkatan penggunaan pharmacogenomics untuk mengoptimalkan pemilihan obat bagi pasien dengan non-communicable diseases (NCDs) dan gangguan psikiatri.
Professor Dr. Wasun Chantratita, menegaskan bahwa NHSO memainkan peran strategis dalam mendorong investasi domestik dalam pengobatan genomik sekaligus memastikan bahwa warga Thailand tetap menjadi penerima manfaat utama melalui peningkatan akses, kualitas, keterjangkauan, dan keberlanjutan layanan kesehatan.
Beliau menambahkan bahwa upaya ini juga akan memperkuat ambisi Thailand untuk menjadi a regional genomics hub in ASEAN, mendukung kesehatan masyarakat sekaligus industri biomedis masa depan negara tersebut.
Sumber :
National Health Security Office
ArokaGO Providers Center For Medical Genomics Ramathibodi Hospital
Artikel dalam kategori ini ditulis oleh tim editorial kami untuk membuat Anda tetap mendapat informasi tentang berita wisata medis dan layanan kesehatan terbaru.