
Untuk memperingati Hari Tidur Sedunia, Pusat Tidur di Rumah Sakit Memorial King Chulalongkorn menyelenggarakan konferensi pers daring bertajuk “Pekan Hari Tidur Sedunia Chula ke-9” pada hari Rabu, 4 Maret 2026, di aula kegiatan Gedung Rattanavidhyaphat.
Rumah Sakit Peringatan King Chulalongkorn, The Thai Red Cross Society, telah mengumumkan pencapaian medis besar.
Rumah sakit ini merupakan yang pertama di Thailand dan keempat di Asia yang berhasil melakukan pembedahan pada pasien dengan obstructive sleep apnoea (OSA) tingkat sedang hingga berat menggunakan Hypoglossal Nerve Stimulation (HGNS).
Prosedur ini telah membantu mengubah kehidupan pasien yang tidak dapat mentoleransi continuous positive airway pressure (CPAP), memungkinkan mereka dapat tidur nyenyak kembali dan terbebas dari gangguan tersebut.

Assoc Prof Dr Jiruth Sriratanaban, Direktur Rumah Sakit Peringatan King Chulalongkorn, The Thai Red Cross Society, menyatakan bahwa tim medis telah berhasil menerapkan teknik HGNS, yang didukung oleh riset yang menunjukkan efektivitas jangka panjang, untuk mengobati pasien OSA pertama kali di Thailand dan sebagai pusat keempat di Asia.
Rumah sakit kini siap memberikan terapi ini kepada pasien yang memenuhi indikasi klinis, memperluas pilihan terapi dan meningkatkan kualitas hidup sesuai dengan misinya untuk memajukan perawatan melalui teknologi medis paling modern.
Prof Naricha Chirakalwasan, kepala Sleep Medicine Centre di Rumah Sakit Peringatan King Chulalongkorn, The Thai Red Cross Society, dan presiden Sleep Society of Thailand, menambahkan bahwa obstructive sleep apnoea memengaruhi hingga 14% populasi umum.
Kondisi ini dapat menyebabkan mendengkur, kelelahan di siang hari, dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.
Terapi utama untuk OSA adalah continuous positive airway pressure, atau CPAP, namun untuk pasien yang tidak dapat menggunakan CPAP, HGNS menawarkan opsi baru yang dapat mengatasi kondisi tersebut dalam jangka panjang.
Asisten Profesor (Khusus) Dr Natamon Charakorn, kepala Sleep Otolaryngology Unit, Departemen Otolaringologi, Rumah Sakit Peringatan King Chulalongkorn, The Thai Red Cross Society, menjelaskan lebih lanjut bahwa HGNS adalah teknologi yang telah disetujui oleh otoritas regulasi di Thailand dan Amerika Serikat, dengan fitur utama berikut:
Prinsip kerja cerdas: Sebuah alat elektronik kecil ditanamkan di dada untuk mengirimkan sinyal listrik yang menstimulasi hypoglossal nerve, mencegah otot lidah kolaps dan menutup jalan napas saat tidur.
Kontrol mudah dengan ujung jari: Pasien dapat menyalakan dan mematikan alat ini menggunakan remote control dengan satu tombol.
Sayatan kecil, pemulihan cepat: Teknik pembedahan meminimalkan cedera jaringan, memungkinkan pasien kembali ke kehidupan normal dengan cepat.
Perwakilan pasien pertama dan kedua yang menjalani HGNS di Rumah Sakit Peringatan King Chulalongkorn, The Thai Red Cross Society, mengatakan bahwa inovasi ini benar-benar mengubah hidup mereka.
Sebelumnya, mereka kesulitan tidur nyenyak dan merasa tidak nyaman saat menggunakan CPAP.
Sekarang, mereka dapat tidur dengan nyenyak, tanpa mendengkur, dan bangun dengan segar.
Hasil Sleep Test mereka konsisten dengan perbaikan ini, menegaskan bahwa mereka bebas dari OSA ketika alat digunakan.
Assoc Prof Dr Rattaplee Pak-Art, Wakil Direktur Layanan Pendukung di Rumah Sakit Peringatan King Chulalongkorn, mengatakan bahwa inovasi pengobatan ini merupakan hasil kolaborasi tim multidisiplin, termasuk spesialis sleep medicine, otolaringologi, penyakit dalam, anastesiologi, dan keperawatan, yang bersama-sama melakukan penilaian komprehensif untuk memberikan perawatan yang dipersonalisasi.
Selain itu, rumah sakit telah memperluas layanan Sleep Test di bawah proyek Comprehensive Medical Corridor bekerja sama dengan Dusit Thani Public Company Limited untuk memberikan lebih banyak pilihan dan kenyamanan bagi pasien, sambil tetap mempertahankan standar medis tinggi rumah sakit.
Pasien dengan obstructive sleep apnoea sedang hingga berat yang tertarik dengan terapi HGNS dapat menghubungi Sleep Medicine Centre di Rumah Sakit Peringatan King Chulalongkorn, The Thai Red Cross Society, untuk informasi lebih lanjut dan penilaian.
Sumber : Chulalongkorn University
Artikel dalam kategori ini ditulis oleh tim editorial kami untuk membuat Anda tetap mendapat informasi tentang berita wisata medis dan layanan kesehatan terbaru.