ArokaGO
  • Komunitas

Perusahaan

ArokaGO

Platform wisata medis terpercaya Anda. Terhubung dengan penyedia layanan kesehatan kelas dunia di Thailand.

Apple StoreGoogle Play
FacebookInstagramYouTubeTikTokLinkedInRahu

Untuk Pasien

  • Dasbor
  • Cari Penyedia
  • Masuk
  • Daftar sebagai Pasien
  • Pesan Janji Temu

Untuk Penyedia

  • Dasbor
  • Janji Temu
  • Obrolan
  • Masuk
  • Bergabung sebagai Penyedia

Hubungi Kami

  • Bangkok, Thailand
  • +66 65 829 4562
  • contact@arokago.com

Hukum

  • Penafian
  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Ulasan
  • Periklanan

© 2026 ArokaGO. Semua hak dilindungi.

Menentang Takdir: Dokter Gaza yang Kehilangan Kakinya Tetap Merawat Anak Korban Perang
  1. /
  2. Berita
  3. /
  4. Berita Kesehatan Global
baca 2 menit
|
January 16, 2025

Menentang Takdir: Dokter Gaza yang Kehilangan Kakinya Tetap Merawat Anak Korban Perang

Gaza — Dr. Khaled Al-Saidani, seorang dokter anak berusia 51 tahun, berjalan melewati bangsal anak di Rumah Sakit Al-Aqsa dengan satu kaki asli dan satu kaki prostetik. Kondisinya adalah bukti nyata dari dampak perang yang menghancurkan sistem kesehatan Gaza. Bagi Al-Saidani, melanjutkan misi medisnya meskipun kehilangan satu kaki akibat serangan udara Israel adalah keputusan yang tegas.

Bagikan berita ini
T
The ArokaGO Reporter
Berita Kesehatan Global
T
The ArokaGO Reporter
Berita Kesehatan Global

Gaza — Dr. Khaled Al-Saidani, seorang dokter anak berusia 51 tahun, berjalan melalui bangsal pediatrik Rumah Sakit Al-Aqsa dengan satu kaki asli dan satu kaki prostetik. Kondisinya merupakan bukti dampak menghancurkan perang terhadap sistem kesehatan Gaza. Bagi Al-Saidani, melanjutkan misi medisnya meski kehilangan satu kaki akibat serangan udara Israel adalah keputusan yang tak terbantahkan.

“Ini adalah tugas saya,” ujar Al-Saidani dengan penuh tekad. Meski berjalan menjadi tantangan, ia terus bekerja di bangsal pediatrik, menekankan bahwa meski sekarang ia cacat fisik, keahlian medisnya tetap penting bagi masyarakat.

Enam bulan lalu, sebuah serangan udara tidak hanya merenggut kakinya tetapi juga menghancurkan rumahnya di kamp pengungsian Al-Bureij dan merenggut nyawa beberapa anggota keluarganya. Seperti ribuan warga Gaza lainnya, ia menjadi korban sekaligus penyedia perawatan dalam perang yang telah menghancurkan banyak nyawa.

Serangan udara yang datang tanpa peringatan membiarkan keluarga Al-Saidani terlantar dan meninggalkannya dalam keadaan putus asa. Bergelut dengan depresi selama berbulan-bulan, ia mempertanyakan apakah hidup layak untuk dijalani. Kadang-kadang, ia berharap dirinya telah tiada dalam serangan itu, merasa hidupnya kehilangan makna.

Namun, di tengah krisis medis dan kekurangan staf di rumah sakit Gaza, Al-Saidani memutuskan untuk kembali bekerja. Awalnya menggunakan kursi roda, kemudian ia beralih ke kaki prostetik buatan lokal. Meskipun tidak sempurna, kaki prostetik itu memberinya cukup inspirasi untuk bertahan.

Selain kehilangan satu kaki, tes medis mengungkapkan penyumbatan arteri parah di kaki yang tersisa, yang dalam skenario terburuk bisa memerlukan amputasi. Meski demikian, Al-Saidani tetap teguh berkomitmen pada pasien-pasiennya.

“Saya tidak bisa meninggalkan rumah sakit, terutama sebagai dokter anak. Ada anak-anak yang membutuhkan perawatan khusus selama perang ini,” katanya.

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa konflik antara Israel dan Hamas, yang meletus pada 7 Oktober 2023 setelah serangan mematikan Hamas yang menewaskan sekitar 1.200 warga Israel, telah mengakibatkan lebih dari 46.000 kematian Palestina dan lebih dari 109.000 luka-luka. Mayoritas korban adalah wanita dan anak-anak.

Bagi Al-Saidani, kembali bekerja bukan sekadar memenuhi kewajiban profesional—ini telah menyalakan kembali semangat hidupnya. Meski menghadapi tantangan, ia bertekad untuk terus melayani masyarakatnya, apapun keadaannya.




Sumber:
Xinhua Thai – Melawan Takdir: Dokter Gaza yang Kehilangan Kakinya Terus Merawat Anak-Anak Korban Perang

T
The ArokaGO Reporter
Berita Kesehatan Global

Artikel dalam kategori ini ditulis oleh tim editorial kami untuk membuat Anda tetap mendapat informasi tentang berita wisata medis dan layanan kesehatan terbaru.

Berita Lainnya

Perubahan pada Visa 10 Tahun Thailand Memiliki Dampak Minimal pada Sebagian Besar Ekspatriat
Sebelumnya

Perubahan pada Visa 10 Tahun Thailand Memiliki Dampak Minimal pada Sebagian Besar Ekspatriat

January 15, 2025

China Menyambut 'Wisatawan Internasional' untuk Merayakan Tahun Baru Imlek
Selanjutnya

China Menyambut 'Wisatawan Internasional' untuk Merayakan Tahun Baru Imlek

January 16, 2025