ArokaGO
  • Komunitas
BerandaPenyediaKomunitas

Perusahaan

ArokaGO

Platform wisata medis terpercaya Anda. Terhubung dengan penyedia layanan kesehatan kelas dunia di Thailand.

Apple StoreGoogle Play
FacebookInstagramYouTubeTikTokLinkedInRahu

Untuk Pasien

  • Dasbor
  • Cari Penyedia
  • Masuk
  • Daftar sebagai Pasien
  • Pesan Janji Temu

Untuk Penyedia

  • Dasbor
  • Janji Temu
  • Obrolan
  • Masuk
  • Bergabung sebagai Penyedia

Hubungi Kami

  • Bangkok, Thailand
  • +66 65 829 4562
  • contact@arokago.com

Hukum

  • Penafian
  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Ulasan
  • Periklanan

© 2026 ArokaGO. Semua hak dilindungi.

Peneliti Mengembangkan ‘Pankreas Buatan’ yang Mungkin Membantu Pasien Diabetes Menghindari Suntikan Insulin Harian
  1. /
  2. Berita
  3. /
  4. Berita Kesehatan Global
baca 2 menit
|
March 4, 2026

Peneliti Mengembangkan ‘Pankreas Buatan’ yang Mungkin Membantu Pasien Diabetes Menghindari Suntikan Insulin Harian

Yerusalem — Para peneliti telah mengembangkan suatu perangkat buatan yang dapat diimplantasikan dan berfungsi seperti pankreas, yang berpotensi menghilangkan kebutuhan suntikan insulin harian bagi jutaan pasien diabetes di seluruh dunia.

Bagikan berita ini
T
The ArokaGO Reporter
Berita Kesehatan Global
T
The ArokaGO Reporter
Berita Kesehatan Global

Yerusalem — Para peneliti telah mengembangkan sebuah perangkat buatan yang dapat diimplantasikan dan berfungsi seperti pankreas, sehingga berpotensi menghilangkan kebutuhan suntikan insulin harian bagi jutaan pasien diabetes di seluruh dunia.

 

Technion – Israel Institute of Technology mengumumkan pada hari Senin bahwa tim peneliti gabungan dari Israel dan Amerika Serikat telah berhasil menciptakan perangkat implan ini, yang dirancang untuk beroperasi sebagai “pankreas buatan.” Sistem ini berfungsi seperti apotek mini di dalam tubuh, secara terus-menerus memantau kadar glukosa darah dan secara otomatis memproduksi serta melepaskan jumlah insulin yang tepat sesuai kebutuhan.

 

Berbeda dengan metode pengobatan konvensional, perangkat ini berfungsi secara otonom tanpa memerlukan sistem pompa eksternal atau pemantauan pasien secara terus-menerus.

 

Menurut laporan penelitian, tim peneliti mengatasi salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan perangkat medis implan: sistem imun tubuh, yang sering menyerang material asing. Untuk mengatasi masalah ini, para peneliti merancang sebuah “pelindung kristal” yang melindungi perangkat implan dari penolakan imun, sehingga memungkinkan perangkat tersebut beroperasi secara andal dalam jangka waktu yang lama.

 

Teknologi ini telah menunjukkan keberhasilan dalam mempertahankan kontrol glukosa jangka panjang pada tikus laboratorium dan primata non-manusia.

 

Meskipun diabetes adalah target utama dari teknologi pankreas buatan ini, para peneliti percaya bahwa teknologi ini juga bisa diadaptasi untuk mengobati penyakit kronis lainnya. Dengan memodifikasi sel-sel rekayasa di dalam perangkat, sistem ini berpotensi untuk mengirimkan protein terapeutik yang dibutuhkan untuk mengobati kondisi seperti hemofilia dan gangguan metabolik lainnya.

 

Jika teknologi ini terbukti berhasil dalam uji klinis pada manusia, hal ini dapat menjadi terobosan besar dalam bidang kedokteran dengan menggeser pengobatan dari suntikan obat seumur hidup menjadi bentuk “terapi hidup” yang secara otonom mengatur dirinya sendiri di dalam tubuh manusia.

 

Sumber : Xinhua Thai News

T
The ArokaGO Reporter
Berita Kesehatan Global

Artikel dalam kategori ini ditulis oleh tim editorial kami untuk membuat Anda tetap mendapat informasi tentang berita wisata medis dan layanan kesehatan terbaru.

Berita Lainnya

WHO dan Jepang Memberikan 453 Juta Yen untuk Memperkuat Layanan Kesehatan di Sepanjang Perbatasan Thailand–Myanmar
Sebelumnya

WHO dan Jepang Memberikan 453 Juta Yen untuk Memperkuat Layanan Kesehatan di Sepanjang Perbatasan Thailand–Myanmar

February 25, 2026

Australia Meluncurkan Uji Coba Vaksin mRNA Personalisasi Pertama di Dunia untuk Mengobati Kanker Otak Anak yang Agresif
Selanjutnya

Australia Meluncurkan Uji Coba Vaksin mRNA Personalisasi Pertama di Dunia untuk Mengobati Kanker Otak Anak yang Agresif

March 4, 2026