
Bangkok, Thailand — Departemen Pengendalian Penyakit (DDC), di bawah Kementerian Kesehatan Masyarakat, telah mengeluarkan imbauan publik yang mengajak masyarakat untuk tetap waspada terhadap tiga penyakit umum dan dua risiko kesehatan utama yang diperkirakan akan meningkat selama musim panas. Badan tersebut juga memberikan pedoman pencegahan untuk membantu mengurangi risiko penyakit dan kematian. Dr. Montien Kanasawat, Direktur Jenderal DDC, menyatakan bahwa Thailand secara resmi telah memasuki musim panas, yang membawa cuaca panas dan lembap di banyak wilayah, sehingga dapat berdampak negatif pada kesehatan masyarakat, terutama terkait kondisi yang berhubungan dengan panas dan kebersihan. Sebagai tanggapan, Departemen telah merilis Imbauan Kesehatan Musim Panas 2026 untuk membimbing masyarakat mengenai perawatan diri yang tepat selama periode ini.
Bangkok, Thailand — Departemen Pengendalian Penyakit (DDC), di bawah Kementerian Kesehatan Masyarakat, telah mengeluarkan imbauan publik yang mendesak masyarakat untuk tetap waspada terhadap tiga penyakit umum dan dua risiko kesehatan utama yang diperkirakan akan meningkat selama musim panas. Lembaga tersebut juga memberikan pedoman pencegahan untuk membantu mengurangi risiko penyakit dan kematian. Dr. Montien Kanasawat, Direktur Jenderal DDC, menyatakan bahwa Thailand telah resmi memasuki musim panas, yang membawa cuaca panas dan lembab di berbagai wilayah, sehingga dapat berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat, khususnya terkait kondisi yang berhubungan dengan panas dan kebersihan. Menanggapi hal ini, Departemen telah merilis Pedoman Kesehatan Musim Panas 2026 sebagai panduan masyarakat untuk perawatan diri yang tepat selama periode ini.
Risiko kesehatan selama musim panas secara umum dapat dikategorikan ke dalam dua kelompok utama: penyakit yang ditularkan melalui makanan dan air, serta bahaya kesehatan akibat panas. Di antara penyakit yang ditularkan melalui makanan dan air, yang paling dikhawatirkan meliputi penyakit diare, keracunan makanan, dan kolera, yang umumnya disebabkan oleh konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi. Penyakit-penyakit ini dapat menyebabkan gejala seperti diare cair, muntah, dan dehidrasi. Departemen menyarankan masyarakat untuk mengikuti prinsip “makan makanan yang dimasak, panas, dan bersih,” dengan menekankan pentingnya mengonsumsi makanan yang baru dimasak, menggunakan sendok saji saat makan bersama, menjaga kebersihan tangan dengan baik, minum air bersih atau air yang telah direbus, serta menggunakan es dari sumber yang bersertifikat.
Pada saat yang sama, penyakit akibat panas menjadi risiko signifikan lainnya, khususnya bagi lansia, individu dengan kondisi kesehatan mendasar, dan mereka yang bekerja di luar ruangan. Paparan panas ekstrem dapat menyebabkan kondisi seperti heat rash (ruam panas), heat cramps (kram akibat panas), heat exhaustion (kelelahan akibat panas), dan heatstroke (stroke panas), yang dapat mengancam jiwa. Masyarakat dianjurkan untuk menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama, minum air yang cukup setidaknya delapan sampai sepuluh gelas per hari, mengenakan pakaian yang mudah menyerap keringat, dan menghindari konsumsi alkohol.
Selain itu, insiden tenggelam cenderung meningkat antara bulan Maret hingga Mei, khususnya pada anak-anak di bawah usia 15 tahun dan orang dewasa. Departemen mengimbau masyarakat untuk mewaspadai area perairan berisiko tinggi, menggunakan alat bantu apung, dan mengikuti prinsip penyelamatan air yang benar, termasuk metode “Teriak, Lempar, Jangkau”, daripada mencoba menolong korban dengan terjun langsung ke air. Departemen juga menekankan pendekatan “Pelampung – Aturan – Tanpa Alkohol,” yang meliputi penggunaan jaket pelampung, mengikuti peraturan keselamatan, dan menghindari konsumsi alkohol selama beraktivitas di air, serta mengawasi anak-anak dan lansia secara ketat.
Departemen Pengendalian Penyakit mendorong masyarakat untuk secara ketat mengikuti rekomendasi-rekomendasi ini guna memastikan musim panas yang aman dan sehat sekaligus meminimalkan risiko penyakit dan kehilangan nyawa.
Sumber: Yayasan Promosi Kesehatan Thailand
Artikel dalam kategori ini ditulis oleh tim editorial kami untuk membuat Anda tetap mendapat informasi tentang berita wisata medis dan layanan kesehatan terbaru.