
Sebuah kantor pencegahan penyakit regional di bawah Departemen Pengendalian Penyakit Thailand meluncurkan kampanye Valentine selama satu bulan pada bulan Februari untuk meningkatkan kesadaran dan pencegahan infeksi menular seksual (IMS) dengan tema “Status Cinta, Cinta Selamanya: Setiap Status Layak Mendapatkan Cinta Abadi.”
Sebuah kantor pencegahan penyakit regional di bawah Departemen Pengendalian Penyakit Thailand meluncurkan kampanye Valentine selama satu bulan pada bulan Februari untuk meningkatkan kesadaran dan pencegahan infeksi menular seksual (IMS) dengan tema “Love Status, Love 4ever: Setiap Status Berhak atas Cinta Abadi.”
Kampanye ini bertujuan untuk mendorong masyarakat segala usia memahami status kesehatan seksual mereka, melakukan tes secara rutin, mempraktikkan seks yang aman, dan segera mengakses pengobatan. Pejabat menekankan bahwa hubungan yang sehat dibangun atas dasar kesadaran, tanggung jawab, dan layanan kesehatan yang tepat waktu.
Data terbaru selama lima tahun terakhir menunjukkan peningkatan terus-menerus kasus IMS secara nasional. Kasus sifilis hampir tiga kali lipat, meningkat dari sekitar 8.700 kasus pada tahun 2019 menjadi lebih dari 25.000 kasus pada tahun 2025. Infeksi gonore tetap konsisten tinggi, mencerminkan perilaku seksual tidak aman yang berlangsung dan peningkatan risiko penularan HIV.
Pada tahun 2025, Wilayah Kesehatan 7 melaporkan 1.521 kasus baru HIV. IMS dengan tingkat infeksi tertinggi adalah:
1. Sifilis
2. Gonore
3. Klamidia
Tingkat infeksi tertinggi ditemukan pada individu berusia 20–29 tahun, diikuti oleh kelompok usia 30–39 tahun, menunjukkan penularan di komunitas yang masih berlangsung dan perlunya komunikasi kesehatan masyarakat yang lebih terarah.
Kampanye tahun ini memperkenalkan konsep “Safe Love, Check 2gether,” yang mendorong pasangan dan mitra untuk melakukan skrining kesehatan seksual secara bersama. Deteksi dini memungkinkan pengobatan yang lebih cepat dan perencanaan kesehatan jangka panjang yang lebih baik.
Di bawah Skema Jaminan Kesehatan Nasional Thailand, masyarakat berhak atas:
- Pemeriksaan HIV dan sifilis gratis dua kali per tahun
- Alat tes mandiri HIV gratis yang tersedia melalui aplikasi seluler Paotang (menu Health Wallet)
- Kondom gratis dari fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat dan organisasi masyarakat sipil, atau dipesan melalui aplikasi Paotang
Individu yang didiagnosis HIV dapat langsung mengakses terapi antiretroviral (ARV) gratis melalui jaminan kesehatan nasional. Pengobatan dini dan konsisten menekan virus hingga tidak terdeteksi (U=U – Undetectable = Untransmittable), sehingga orang yang hidup dengan HIV dapat tetap sehat dan mencegah penularan pada pasangan.
Kampanye juga mempromosikan:
- PrEP (Pre-Exposure Prophylaxis): Obat pencegahan bagi individu berisiko tinggi sebelum terpapar
- PEP (Post-Exposure Prophylaxis): Obat darurat yang harus dimulai dalam waktu 72 jam setelah potensi terpajan
Kedua layanan ini tersedia gratis di rumah sakit umum dan fasilitas pelayanan kesehatan yang berpartisipasi.
Otoritas kesehatan menekankan bahwa status HIV tidak menentukan nilai cinta. Dengan kesadaran, pencegahan, pemeriksaan rutin, dan pengobatan berkelanjutan, individu dapat mempertahankan hubungan yang stabil dan memuaskan.
Masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan kondom dengan benar dan konsisten dalam setiap bentuk aktivitas seksual.
Kenali statusmu. Lindungi dirimu. Mulai pengobatan lebih awal. Cintai dengan percaya diri. Kurangi risiko infeksi menular seksual.
Sumber : Departemen Pengendalian Penyakit
Artikel dalam kategori ini ditulis oleh tim editorial kami untuk membuat Anda tetap mendapat informasi tentang berita wisata medis dan layanan kesehatan terbaru.

February 12, 2026

February 14, 2026