ArokaGO
  • Komunitas

Perusahaan

ArokaGO

Platform wisata medis terpercaya Anda. Terhubung dengan penyedia layanan kesehatan kelas dunia di Thailand.

Apple StoreGoogle Play
FacebookInstagramYouTubeTikTokLinkedInRahu

Untuk Pasien

  • Dasbor
  • Cari Penyedia
  • Masuk
  • Daftar sebagai Pasien
  • Pesan Janji Temu

Untuk Penyedia

  • Dasbor
  • Janji Temu
  • Obrolan
  • Masuk
  • Bergabung sebagai Penyedia

Hubungi Kami

  • Bangkok, Thailand
  • +66 65 829 4562
  • contact@arokago.com

Hukum

  • Penafian
  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Ulasan
  • Periklanan

© 2026 ArokaGO. Semua hak dilindungi.

Peringatan!! Debu PM2.5 di Angkutan Umum: Ancaman Diam-diam bagi Kesehatan Paru-paru dan Jantung
  1. /
  2. Berita
  3. /
  4. Berita Kesehatan Global
baca 3 menit
|
February 26, 2025

Peringatan!! Debu PM2.5 di Angkutan Umum: Ancaman Diam-diam bagi Kesehatan Paru-paru dan Jantung

Sebuah laporan terbaru dari otoritas kesehatan mengungkapkan bahwa angkutan umum di Bangkok dan daerah sekitarnya merupakan sumber utama polusi udara yang parah, terutama debu PM2.5 dan emisi diesel beracun. Polutan-polutan ini menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang bagi penumpang dan pengemudi.

Pada halaman ini
Risiko Kesehatan PM2.5 di Angkutan UmumKelompok Berisiko Tinggi: Pegawai Kantor dan PelajarSolusi yang Diusulkan untuk Mengatasi Masalah IniBagaimana Publik Dapat Melindungi Diri Mereka?Kekhawatiran dan Masukan PublikMasa Depan Transportasi Publik di Era Polusi Udara
Bagikan berita ini
T
The ArokaGO Reporter
Berita Kesehatan Global
T
The ArokaGO Reporter
Berita Kesehatan Global

Sebuah laporan terbaru dari otoritas kesehatan mengungkapkan bahwa angkutan umum di Bangkok dan daerah sekitarnya merupakan sumber utama polusi udara yang parah, terutama debu PM2.5 dan emisi diesel beracun. Polutan tersebut menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang bagi penumpang dan pengemudi.

Studi menunjukkan bahwa tingkat PM2.5 di dalam angkutan umum seringkali lebih tinggi daripada di luar karena sistem ventilasi yang buruk dan sifat kendaraan yang tertutup, yang menjebak polutan di dalamnya. Selain itu, debu dari kampas rem, ban, dan asap knalpot dari kendaraan lain dapat meresap ke dalam angkutan, memperburuk kualitas udara.

Risiko Kesehatan PM2.5 di Angkutan Umum

Penumpang yang bepergian dengan angkutan umum terpapar tingginya tingkat polusi, terutama PM2.5, yang terdiri dari partikel halus yang dapat menembus paru-paru dan memasuki aliran darah. Paparan ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk:

   - Efek jangka pendek: Iritasi mata, hidung tersumbat, batuk, dan kesulitan bernapas.

   - Efek jangka panjang: Peningkatan risiko penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), penyakit jantung, dan kanker paru-paru.

   - Dampak pada otak: Penelitian menunjukkan bahwa paparan jangka panjang terhadap PM2.5 dapat merusak memori dan meningkatkan risiko demensia.

Kelompok Berisiko Tinggi: Pegawai Kantor dan Pelajar

Kelompok yang paling terpengaruh termasuk mereka yang rutin menggunakan angkutan umum, seperti:

   - Pegawai kantor yang bepergian selama beberapa jam setiap hari.

   - Pelajar yang menghabiskan waktu berjam-jam di angkutan setiap hari.

   - Pengemudi angkutan yang terpapar lingkungan tercemar sepanjang waktu kerja mereka.

Laporan menunjukkan bahwa penumpang angkutan rutin mungkin memiliki tingkat racun dalam tubuh yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang menggunakan transportasi publik terbuka seperti bus atau kereta.

Solusi yang Diusulkan untuk Mengatasi Masalah Ini

Pakar merekomendasikan peningkatan sistem transportasi publik untuk mengurangi risiko kesehatan. Langkah-langkah yang memungkinkan termasuk:

   - Beralih ke kendaraan energi bersih, seperti angkutan listrik atau yang bertenaga gas alam (NGV).

   - Memasang sistem filtrasi udara di dalam angkutan untuk mengurangi tingkat debu.

   - Menerapkan standar kualitas udara untuk angkutan, termasuk pemantauan PM2.5 secara berkala.

   - Mendidik pengemudi dan penumpang tentang bahaya polusi udara dan cara melindungi diri mereka sendiri.

Bagaimana Publik Dapat Melindungi Diri Mereka?

Sambil meningkatkan kualitas udara dalam angkutan akan memakan waktu, individu dapat mengurangi risiko mereka dengan:

   - Memakai masker penyaring PM2.5.

   - Memilih tempat duduk di dekat ventilasi untuk meminimalkan penghirupan debu.

   - Memilih transportasi alternatif seperti bus ber-AC atau kereta apabila memungkinkan.

   - Keluar dari angkutan dan mencari area dengan ventilasi baik jika mengalami kesulitan bernapas.

Kekhawatiran dan Masukan Publik

Banyak penumpang mengungkapkan alternatif yang terbatas, karena angkutan seringkali lebih cepat dan lebih praktis. Namun, kekhawatiran terhadap polusi udara semakin meningkat, terutama selama periode tingkat PM2.5 tinggi. Beberapa penumpang melaporkan gejala seperti sesak dada, kesulitan bernapas, dan iritasi hidung saat bepergian dengan angkutan.

Pengemudi angkutan juga mengakui dampak kesehatan jangka panjang dari debu dan asap knalpot, dengan banyak yang mengalami batuk kronis atau masalah pernapasan.

Masa Depan Transportasi Publik di Era Polusi Udara

Pemerintah Thailand berencana mempromosikan transportasi publik energi bersih untuk menggantikan sistem tradisional, tetapi ini akan membutuhkan waktu dan pendanaan yang signifikan. Akademisi menyarankan agar agen terkait segera meningkatkan sistem filtrasi udara di angkutan yang ada untuk mengurangi risiko kesehatan.

Sementara itu, penumpang harus tetap menyadari bahaya PM2.5 dan mengambil langkah proaktif untuk melindungi diri mereka sendiri. Tanpa perubahan langsung, angkutan umum berisiko menjadi "kotak polusi bergerak" yang mengancam kesehatan jangka panjang populasi Thailand.

 

Sumber
Berita Thaihealth

T
The ArokaGO Reporter
Berita Kesehatan Global

Artikel dalam kategori ini ditulis oleh tim editorial kami untuk membuat Anda tetap mendapat informasi tentang berita wisata medis dan layanan kesehatan terbaru.

Berita Lainnya

Beijing Bersiap untuk Membagikan Pendekatan 'Penghapusan PM2.5' dengan Bangkok
Sebelumnya

Beijing Bersiap untuk Membagikan Pendekatan 'Penghapusan PM2.5' dengan Bangkok

February 24, 2025

Klinik Internasional HYC Melakukan Rebranding dan Maju Menuju Standar Internasional AACI
Selanjutnya

Klinik Internasional HYC Melakukan Rebranding dan Maju Menuju Standar Internasional AACI

February 26, 2025