ArokaGO
  • Komunitas

Perusahaan

ArokaGO

Platform wisata medis terpercaya Anda. Terhubung dengan penyedia layanan kesehatan kelas dunia di Thailand.

Apple StoreGoogle Play
FacebookInstagramYouTubeTikTokLinkedInRahu

Untuk Pasien

  • Dasbor
  • Cari Penyedia
  • Masuk
  • Daftar sebagai Pasien
  • Pesan Janji Temu

Untuk Penyedia

  • Dasbor
  • Janji Temu
  • Obrolan
  • Masuk
  • Bergabung sebagai Penyedia

Hubungi Kami

  • Bangkok, Thailand
  • +66 65 829 4562
  • contact@arokago.com

Hukum

  • Penafian
  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Ulasan
  • Periklanan

© 2026 ArokaGO. Semua hak dilindungi.

WHO: Hingga 40% Kasus Kanker di Seluruh Dunia Dapat Dicegah
  1. /
  2. Berita
  3. /
  4. Berita Kesehatan Global
baca 2 menit
|
March 4, 2026

WHO: Hingga 40% Kasus Kanker di Seluruh Dunia Dapat Dicegah

Jenewa/Lyon — Hingga 40 persen kasus kanker di seluruh dunia dapat dicegah, menurut analisis global terbaru yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC).

Bagikan berita ini
T
The ArokaGO Reporter
Berita Kesehatan Global
T
The ArokaGO Reporter
Berita Kesehatan Global

Jenewa/Lyon — Hingga 40 persen kasus kanker di seluruh dunia dapat dicegah, menurut analisis global terbaru yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC).

 

Studi ini meneliti 30 faktor risiko yang dapat dicegah terkait kanker, termasuk penggunaan tembakau dan alkohol, indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi, kurang aktivitas fisik, polusi udara, dan radiasi ultraviolet. Untuk pertama kalinya, analisis ini juga memasukkan sembilan faktor risiko terkait infeksi yang berhubungan dengan perkembangan kanker.

 

Para peneliti memperkirakan bahwa 37 persen kasus kanker baru pada tahun 2022 — sekitar 7,1 juta kasus — terkait dengan penyebab yang dapat dicegah, menyoroti potensi besar tindakan pencegahan untuk mengurangi beban kanker secara global.

 

Temuan ini, yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine, menganalisis data dari 185 negara dan 36 jenis kanker. Penggunaan tembakau diidentifikasi sebagai penyebab kanker yang paling dapat dicegah secara global, menyumbang sekitar 15 persen dari seluruh kasus baru, diikuti oleh infeksi dan konsumsi alkohol.

 

Kanker paru-paru, kanker lambung, dan kanker serviks bersama-sama menyumbang hampir setengah dari seluruh kasus kanker yang dapat dicegah pada pria maupun wanita. Sebagian besar kasus kanker paru-paru terkait dengan merokok dan polusi udara, kanker lambung sebagian besar terkait dengan infeksi Helicobacter pylori, dan hampir seluruh kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus (HPV).

 

André Ilbawi, kepala program pengendalian kanker WHO, mengatakan bahwa studi ini merupakan analisis global pertama yang mengukur seberapa besar risiko kanker dipengaruhi oleh penyebab yang dapat dicegah. Memahami pola dan tren di berbagai negara dan populasi membantu menghasilkan data yang lebih terarah untuk mendukung pemerintah dan masyarakat dalam mencegah kanker sebelum berkembang.

 

Laporan tersebut juga menemukan bahwa proporsi kasus kanker yang dapat dicegah jauh lebih tinggi pada pria dibandingkan wanita. Sekitar 45 persen kasus kanker baru pada pria dapat dicegah, dibandingkan dengan 30 persen pada wanita.

 

Pada pria, merokok menyumbang sekitar 23 persen dari seluruh kasus kanker baru, diikuti oleh infeksi (9 persen) dan konsumsi alkohol (4 persen). Untuk wanita secara global, infeksi menyumbang sekitar 11 persen dari kasus kanker baru, diikuti oleh merokok (6 persen) dan IMT tinggi (3 persen).

 

WHO menekankan bahwa temuan ini menyoroti pentingnya strategi pencegahan yang disesuaikan dengan konteks lokal, termasuk kebijakan pengendalian tembakau yang lebih kuat, regulasi konsumsi alkohol, vaksinasi terhadap infeksi terkait kanker seperti HPV dan hepatitis B, peningkatan kualitas udara, tempat kerja yang lebih aman, serta promosi pola makan sehat dan aktivitas fisik.

 

Sumber: Xinhua Thai News

T
The ArokaGO Reporter
Berita Kesehatan Global

Artikel dalam kategori ini ditulis oleh tim editorial kami untuk membuat Anda tetap mendapat informasi tentang berita wisata medis dan layanan kesehatan terbaru.

Berita Lainnya

Australia Meluncurkan Uji Coba Vaksin mRNA Personalisasi Pertama di Dunia untuk Mengobati Kanker Otak Anak yang Agresif
Sebelumnya

Australia Meluncurkan Uji Coba Vaksin mRNA Personalisasi Pertama di Dunia untuk Mengobati Kanker Otak Anak yang Agresif

March 4, 2026

Dokter Tiongkok Menggunakan Hati Babi yang Telah Diedit Genetik pada Sistem Sirkulasi Eksternal untuk Menyelamatkan Pasien dengan Gagal Hati Akut
Selanjutnya

Dokter Tiongkok Menggunakan Hati Babi yang Telah Diedit Genetik pada Sistem Sirkulasi Eksternal untuk Menyelamatkan Pasien dengan Gagal Hati Akut

March 4, 2026