15 Suplemen Umur Panjang yang Direkomendasikan Para Ahli Saat Ini

Industri suplemen menghasilkan miliaran dolar dari janji umur yang lebih panjang dan penuaan yang lebih sehat. Namun, banyak senyawa populer masih kurang memiliki bukti klinis manusia yang kuat. Memisahkan ilmu pengetahuan dari pemasaran memerlukan pemahaman tentang suplemen mana yang memiliki penelitian bermakna dan mana yang terutama bergantung pada studi laboratorium, penelitian hewan, atau klaim promosi.
Panduan ini meninjau 15 suplemen yang umum dipertimbangkan untuk penuaan sehat, cara menilai kualitas produk, dan mengapa protokol yang diawasi dokter lebih aman dan lebih efektif daripada memilih suplemen secara menebak-nebak.
Apa Itu Suplemen Longevitas?
Suplemen longevitas adalah senyawa yang dimaksudkan untuk mendukung jalur biologis yang berhubungan dengan penuaan, bukan sekadar memperbaiki defisiensi nutrisi dasar.
Berbeda dengan multivitamin standar, suplemen ini dapat berfokus pada proses seperti:
๐ Produksi energi seluler
๐ Fungsi mitokondria
๐ Pemeliharaan dan perbaikan DNA
๐ Pengurangan stres oksidatif
๐ Regulasi inflamasi
๐ Pemeliharaan otot
๐ Kesehatan metabolik
Kategori Utama Suplemen Longevitas
๐ Dukungan energi seluler: Senyawa yang membantu mempertahankan fungsi mitokondria, produksi ATP, dan ketersediaan NAD+
๐ Pertahanan antioksidan: Nutrisi yang membantu melindungi sel dari kerusakan oksidatif
๐ Dukungan anti-inflamasi: Zat yang dapat membantu mengatur inflamasi kronis derajat rendah yang terkait dengan penuaan
๐ Perlindungan DNA dan seluler: Senyawa yang sedang diteliti untuk efeknya pada perbaikan genetik, telomer, dan pemeliharaan seluler
Banyak senyawa longevitas menunjukkan hasil yang menjanjikan pada hewan atau eksperimen laboratorium, tetapi bukti pada manusia masih terbatas untuk beberapa produk populer. Respons individu juga bervariasi menurut genetik, status kesehatan, pola makan, obat-obatan, dan defisiensi yang sudah ada.
Inilah sebabnya pengawasan medis penting. Suplemen yang bermanfaat bagi satu orang mungkin tidak perlu atau tidak cocok bagi orang lain.
Cara Mengevaluasi Bukti Klinis
Tidak semua suplemen longevitas memiliki dukungan ilmiah yang sama.
Beberapa memiliki penelitian manusia selama puluhan tahun, sementara yang lain terutama bergantung pada studi hewan atau eksperimen kultur sel. Suplemen dalam panduan ini dipilih berdasarkan faktor-faktor seperti:
๐ Ketersediaan penelitian klinis pada manusia
๐ Efek yang terukur pada biomarker kesehatan
๐ Profil keamanan yang telah mapan
๐ Kelayakan biologis
๐ Penyerapan dan bioavailabilitas
๐ Relevansi terhadap penuaan sehat
15 Suplemen yang Umum Dipertimbangkan untuk Penuaan Sehat
1. Vitamin D
Vitamin D mendukung lebih dari sekadar kesehatan tulang. Vitamin ini terlibat dalam regulasi imun, fungsi otot, aktivitas seluler, dan keseimbangan kalsium.
Kadar vitamin D yang rendah umum terjadi, bahkan pada orang yang tinggal di iklim cerah, karena paparan sinar matahari yang terbatas, gaya hidup di dalam ruangan, pigmentasi kulit, usia, dan penggunaan tabir surya.
Peran potensial meliputi:
๐ Mendukung kekuatan tulang
๐ Mempertahankan fungsi otot
๐ Mengatur aktivitas imun
๐ Mendukung kesehatan seluler
๐ Membantu memperbaiki defisiensi yang terdokumentasi
Tes darah bermanfaat sebelum suplementasi karena baik defisiensi maupun asupan berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan.
2. Asam Lemak Omega-3
Asam lemak omega-3 utama yang digunakan dalam suplemen adalah EPA dan DHA. Keduanya secara alami terdapat pada ikan berlemak dan dikaitkan dengan kesehatan kardiovaskular, neurologis, dan inflamasi.
Manfaat potensial meliputi:
๐ Mendukung kadar trigliserida normal
๐ Mendukung kesehatan kardiovaskular
๐ Membantu mengatur inflamasi
๐ Mendukung fungsi otak dan mata
๐ Berkontribusi pada membran sel yang sehat
Ikan berlemak umumnya merupakan sumber makanan yang lebih disukai, sedangkan suplemen dapat berguna bila asupan tidak mencukupi.
3. Magnesium
Magnesium berperan dalam ratusan reaksi enzimatik di seluruh tubuh.
Magnesium berkontribusi pada:
๐ Fungsi otot dan saraf
๐ Regulasi gula darah
๐ Produksi energi
๐ Kesehatan tulang
๐ Tidur dan relaksasi
๐ Irama jantung normal
Berbagai bentuk memiliki karakteristik yang berbeda.
๐ Magnesium glisinat umumnya dipilih untuk suplementasi umum dan mungkin lebih lembut pada pencernaan.
๐ Magnesium sitrat diserap dengan baik tetapi dapat memiliki efek laksatif.
๐ Magnesium L-treonat dipasarkan untuk dukungan kognitif, meskipun masih diperlukan lebih banyak bukti pada manusia.
Orang dengan penyakit ginjal harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen magnesium.
4. Kreatin Monohidrat
Kreatin dikenal luas sebagai suplemen olahraga, tetapi perannya melampaui performa atletik.
Kreatin membantu mengisi ulang ATP, sumber energi utama yang digunakan sel, terutama di otot dan otak.
Manfaat potensial meliputi:
๐ Mendukung kekuatan dan performa otot
๐ Membantu mempertahankan massa otot seiring bertambahnya usia
๐ Meningkatkan pemulihan dari latihan resistensi
๐ Mendukung energi seluler
๐ Berpotensi mendukung fungsi kognitif pada kelompok tertentu
Kreatin monohidrat adalah salah satu bentuk suplemen yang paling banyak diteliti dan memiliki profil keamanan yang mapan bagi sebagian besar orang dewasa sehat.
5. Protein dan Asam Amino Esensial
Kebutuhan protein dapat meningkat seiring usia karena orang dewasa yang lebih tua menjadi kurang responsif terhadap jumlah protein makanan yang lebih kecil.
Asupan protein yang memadai membantu mengurangi risiko sarkopenia, yaitu hilangnya massa dan kekuatan otot secara progresif yang terkait dengan penuaan.
Pertimbangan penting meliputi:
๐ Total asupan protein harian
๐ Distribusi protein sepanjang waktu makan
๐ Latihan resistensi
๐ Asupan asam amino esensial yang memadai
๐ Leusin yang cukup untuk merangsang sintesis protein otot
Suplemen protein dapat berguna bagi orang yang tidak dapat memenuhi kebutuhannya hanya melalui makanan.
6. Koenzim Q10 dan Ubiquinol
Koenzim Q10, atau CoQ10, secara alami terdapat di mitokondria dan berkontribusi pada produksi energi seluler.
Koenzim ini juga berfungsi sebagai antioksidan.
Ubiquinol adalah bentuk tereduksi dari CoQ10 dan mungkin lebih mudah diserap oleh sebagian orang.
Penggunaan potensial meliputi:
๐ Mendukung produksi energi mitokondria
๐ Mendukung kesehatan kardiovaskular
๐ Membantu mempertahankan perlindungan antioksidan
๐ Mendukung orang yang kadar CoQ10-nya mungkin berkurang oleh obat statin
Orang yang menggunakan obat pengencer darah harus mendiskusikan CoQ10 dengan dokter mereka karena interaksi dapat terjadi.
7. Kurkumin
Kurkumin adalah senyawa alami yang ditemukan dalam kunyit. Senyawa ini telah diteliti untuk sifat anti-inflamasi dan antioksidannya.
Aplikasi potensial meliputi:
๐ Mendukung kenyamanan sendi
๐ Membantu mengatur jalur inflamasi
๐ Mendukung pertahanan antioksidan
๐ Mendukung kesehatan metabolik
Kurkumin standar diserap dengan buruk. Formulasi yang dirancang untuk meningkatkan bioavailabilitas dapat mencakup:
๐ Kurkumin liposomal
๐ Kurkumin yang dikombinasikan dengan piperin
๐ Kurkumin terikat fosfolipid
๐ Formulasi penghantaran yang ditingkatkan lainnya
Kurkumin dapat berinteraksi dengan obat antikoagulan dan mungkin tidak cocok untuk semua orang.
8. Taurin
Taurin adalah senyawa asam sulfonat yang ditemukan dalam konsentrasi tinggi di jantung, otak, otot, dan jaringan lainnya.
Taurin terlibat dalam:
๐ Hidrasi seluler
๐ Pembentukan asam empedu
๐ Regulasi kalsium
๐ Fungsi sistem saraf
๐ Pertahanan antioksidan
Studi hewan mengaitkan suplementasi taurin dengan peningkatan health span dan umur yang lebih panjang. Namun, penelitian pada manusia mengenai hasil longevitas langsung masih terbatas.
9. Glisin dan N-Asetilsistein
Glisin dan N-asetilsistein, yang umumnya dikombinasikan sebagai GlyNAC, menyediakan bahan dasar yang digunakan untuk menghasilkan glutathione, salah satu antioksidan utama tubuh.
Penelitian awal menunjukkan bahwa GlyNAC dapat mendukung:
๐ Produksi glutathione
๐ Fungsi mitokondria
๐ Pengurangan stres oksidatif
๐ Sensitivitas insulin
๐ Fungsi fisik pada orang dewasa yang lebih tua
Uji klinis yang lebih besar dan lebih jangka panjang masih diperlukan untuk memastikan perannya dalam kedokteran longevitas.
10. Kuersetin
Kuersetin adalah flavonoid tumbuhan yang ditemukan secara alami dalam makanan seperti:
๐ Bawang
๐ Apel
๐ Buah beri
๐ Anggur
๐ Sayuran berdaun hijau
Kuersetin memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi serta sedang diteliti sebagai kemungkinan senolitik.
Senolitik adalah zat yang dimaksudkan untuk mengurangi akumulasi sel senesen, yaitu sel rusak yang tidak lagi membelah secara normal tetapi tetap aktif secara biologis.
Bukti pada manusia untuk kuersetin sebagai intervensi longevitas masih terbatas, terutama ketika digunakan sendiri.
11. Fisetin
Fisetin adalah flavonoid tumbuhan lain yang ditemukan dalam makanan, terutama stroberi.
Penelitian praklinis menunjukkan bahwa senyawa ini mungkin memiliki aktivitas senolitik dan anti-inflamasi. Senyawa ini juga dapat menembus sawar darah-otak, sehingga menarik untuk penelitian neurologis.
Bidang penelitian potensial meliputi:
๐ Pembersihan sel senesen
๐ Dukungan kognitif
๐ Regulasi inflamasi
๐ Perlindungan seluler
Bukti klinis pada manusia masih berada pada tahap awal, sehingga fisetin belum dapat dianggap sebagai pengobatan anti-penuaan yang terbukti.
12. Ergothioneine
Ergothioneine adalah turunan asam amino yang secara alami terdapat dan terutama diperoleh melalui makanan.
Sumber makanan yang kaya meliputi:
๐ Jamur
๐ Jenis kacang-kacangan tertentu
๐ Oat
๐ Jeroan
Senyawa ini terakumulasi dalam jaringan yang terpapar stres oksidatif dan menarik perhatian karena sifat antioksidannya.
Beberapa peneliti mengusulkan untuk menyebut ergothioneine sebagai “vitamin longevitas,” meskipun penelitian lebih lanjut pada manusia diperlukan sebelum kesimpulan pasti dapat dibuat.
13. Prekursor NAD+
NAD+ adalah koenzim yang terlibat dalam:
๐ Produksi energi seluler
๐ Fungsi mitokondria
๐ Perbaikan DNA
๐ Regulasi metabolik
๐ Aktivitas sirtuin
Kadar NAD+ cenderung menurun seiring usia. Prekursor oral yang dimaksudkan untuk mendukung produksi NAD+ meliputi:
๐ Nikotinamida mononukleotida, atau NMN
๐ Nikotinamida ribosida, atau NR
Studi pada manusia menunjukkan bahwa senyawa ini dapat meningkatkan biomarker tertentu yang terkait dengan NAD+. Namun, bukti bahwa senyawa ini memperpanjang umur manusia atau mencegah penyakit terkait usia masih belum lengkap.
14. Resveratrol
Resveratrol adalah senyawa tumbuhan yang ditemukan dalam anggur, buah beri, kacang tanah, dan anggur merah.
Senyawa ini mendapat perhatian karena kemungkinan hubungannya dengan sirtuin, protein yang terlibat dalam jalur respons stres metabolik dan seluler.
Penelitian telah menelaah kemungkinan efek pada:
๐ Sensitivitas insulin
๐ Fungsi kardiovaskular
๐ Inflamasi
๐ Stres oksidatif
๐ Jalur penuaan seluler
Hasil pada manusia masih beragam, dan bioavailabilitas oralnya rendah. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengidentifikasi dosis yang tepat dan menentukan individu mana yang paling mungkin mendapat manfaat.
15. Spermidin
Spermidin adalah poliamina alami yang ditemukan dalam makanan seperti:
๐ Kacang-kacangan
๐ Biji-bijian utuh
๐ Jamur
๐ Produk kedelai
๐ Keju tua
Senyawa ini telah dipelajari terkait autophagy, yaitu proses seluler yang menghilangkan komponen rusak dan mendaur ulang bahan seluler.
Studi observasional mengaitkan asupan makanan yang lebih tinggi dengan kesehatan kardiovaskular dan kognitif, tetapi uji terkontrol pada manusia masih terus berkembang.
Suplemen Longevitas yang Mungkin Terlalu Dilebih-lebihkan
Beberapa suplemen populer memiliki kegunaan yang bermanfaat tetapi dipromosikan melebihi apa yang didukung oleh bukti manusia saat ini.
Berberin
Berberin dapat mendukung metabolisme gula darah dan lipid, tetapi klaim langsung tentang memperpanjang umur belum terbukti dengan baik.
Senyawa ini juga dapat berinteraksi dengan beberapa obat dan harus digunakan di bawah bimbingan profesional.
Ashwagandha
Ashwagandha memiliki bukti yang berkaitan dengan stres, tidur, dan kecemasan pada individu tertentu. Namun, bukti langsung bahwa senyawa ini meningkatkan longevitas pada manusia masih terbatas.
Senyawa ini juga dapat memengaruhi fungsi tiroid dan berinteraksi dengan obat tertentu.
Kombinasi Antioksidan Dosis Tinggi
Lebih banyak antioksidan tidak selalu menghasilkan hasil yang lebih baik.
Dosis berlebihan dapat mengganggu sinyal seluler normal, adaptasi olahraga, atau efek obat. Beberapa studi antioksidan dosis tinggi juga melaporkan potensi bahaya pada populasi tertentu.
Suplemen Peptida yang Tidak Terverifikasi
Produk peptida konsumen sangat bervariasi dalam kemurnian, akurasi dosis, kondisi penyimpanan, dan status hukum.
Terapi peptida medis memerlukan:
๐ Sumber yang terverifikasi
๐ Produksi terkontrol
๐ Peresepan yang sesuai
๐ Pengawasan medis
๐ Pemantauan efek samping
Cara Memilih Suplemen Berkualitas Tinggi
Kualitas suplemen dapat sangat berbeda antarprodusen.
Verifikasi Pengujian Independen
Cari pengujian pihak ketiga atau standar manufaktur yang diakui seperti:
๐ Sertifikasi NSF
๐ Verifikasi USP
๐ Manufaktur sesuai GMP
๐ Sertifikat analisis dari laboratorium yang memenuhi syarat
Pilih Bentuk yang Bioavailable
Beberapa senyawa diserap lebih efektif dalam bentuk tertentu.
Contohnya meliputi:
๐ Ubiquinol daripada CoQ10 standar untuk individu tertentu
๐ Formulasi kurkumin yang ditingkatkan
๐ Bentuk magnesium yang sesuai berdasarkan tujuan terapi
Tinjau Dosis
Dosis yang digunakan dalam materi pemasaran mungkin tidak sama dengan dosis yang diteliti dalam penelitian klinis.
Dosis yang sangat tinggi tidak otomatis lebih efektif dan dapat meningkatkan risiko efek samping.
Periksa Kontaminan
Suplemen dapat mengandung zat yang tidak diinginkan seperti:
๐ Logam berat
๐ Kontaminasi mikroba
๐ Bahan farmasi yang tidak diungkapkan
๐ Aditif buatan
๐ Jumlah bahan aktif yang tidak tepat
Nilai Transparansi Produsen
Produsen yang bereputasi harus memberikan informasi tentang:
๐ Sumber bahan
๐ Lokasi produksi
๐ Proses pengendalian kualitas
๐ Pengujian laboratorium
๐ Instruksi penyimpanan
๐ Ketertelusuran batch
Siapa yang Paling Mungkin Mendapat Manfaat dari Suplemen Longevitas?
Suplementasi mungkin paling bermanfaat untuk:
๐ Orang dengan defisiensi nutrisi yang terkonfirmasi
๐ Orang dewasa yang lebih tua yang mengalami perubahan otot atau metabolik terkait usia
๐ Individu dengan pola makan terbatas
๐ Orang yang mengonsumsi obat yang memengaruhi kadar nutrisi
๐ Mereka yang memiliki faktor risiko kardiovaskular atau metabolik tertentu
๐ Individu berperforma tinggi yang mencari optimisasi di bawah pengawasan medis
๐ Orang dengan riwayat keluarga kondisi tertentu terkait usia
Tidak semua orang memerlukan program suplemen yang besar. Tanpa pemeriksaan awal, suplementasi menjadi sekadar menebak-nebak.
Cara Mengombinasikan Suplemen Longevitas dengan Aman
Tetapkan Baseline Diagnostik
Pemeriksaan laboratorium dapat menilai:
๐ Kadar nutrisi
๐ Inflamasi
๐ Gula darah dan insulin
๐ Kolesterol dan trigliserida
๐ Fungsi hati dan ginjal
๐ Fungsi tiroid
๐ Kesehatan hormonal
Mulailah dengan Nutrisi Dasar
Koreksi defisiensi yang terkonfirmasi dan bangun dukungan nutrisi esensial sebelum menambahkan senyawa eksperimental.
Suplemen dasar dapat mencakup vitamin D, asam lemak omega-3, magnesium, atau protein bila sesuai secara klinis.
Tambahkan Suplemen yang Ditargetkan Satu per Satu
Memperkenalkan satu suplemen baru pada satu waktu memudahkan untuk mengidentifikasi:
๐ Manfaat
๐ Efek samping
๐ Masalah pencernaan
๐ Reaksi alergi
๐ Interaksi obat
Pantau Biomarker
Pemeriksaan ulang setelah periode yang sesuai dapat menunjukkan apakah suplemen menghasilkan efek yang diinginkan.
Tinjau Protokol dengan Dokter
Tinjauan profesional sangat penting terutama bagi orang yang:
๐ Mengonsumsi obat resep
๐ Memiliki penyakit hati atau ginjal
๐ Sedang hamil atau menyusui
๐ Akan menjalani operasi
๐ Memiliki kanker atau kondisi autoimun
๐ Menggunakan beberapa suplemen secara bersamaan
Biomarker yang Dapat Memandu Suplementasi yang Dipersonalisasi
Program longevitas berbasis data dapat mencakup penilaian marker berikut.
Inflamasi
๐ C-reactive protein sensitivitas tinggi
๐ Homosistein
๐ Marker inflamasi lain yang sesuai secara klinis
Kesehatan Metabolik
๐ Glukosa puasa
๐ HbA1c
๐ Insulin puasa
๐ Profil lipid
๐ Fungsi hati
Hormon
๐ Hormon tiroid
๐ Kortisol
๐ Hormon seks bila diindikasikan secara klinis
Mikronutrien
๐ Vitamin D
๐ Vitamin B12
๐ Folat
๐ Status zat besi
๐ Magnesium
๐ Seng
Penilaian Usia Biologis
Beberapa program longevitas menggunakan jam epigenetik atau penilaian usia biologis lainnya. Tes ini masih merupakan bidang yang berkembang dan harus diinterpretasikan secara hati-hati bersama dengan marker kesehatan konvensional.
Dasar Gaya Hidup di Balik Setiap Protokol Longevitas
Suplemen tidak dapat menggantikan dasar-dasar penuaan sehat.
Bukti terkuat terus mendukung:
๐ Pola makan seimbang dan kaya nutrisi
๐ Latihan resistensi dan aerobik secara teratur
๐ Tidur yang cukup
๐ Berat badan yang sehat
๐ Tidak merokok
๐ Konsumsi alkohol yang terbatas
๐ Manajemen stres
๐ Hubungan sosial yang kuat
๐ Perawatan kesehatan preventif secara teratur
Suplemen harus melengkapi dasar-dasar ini, bukan menggantikan kebiasaan tidak sehat.
Suplementasi Longevitas yang Dipimpin Dokter di Healthi Life
Di Healthi Life di Bangkok, program longevitas dimulai dengan penilaian medis dan pengujian diagnostik komprehensif.
Tergantung pada kebutuhan individu, program dapat mencakup:
๐ Suplemen oral yang dipersonalisasi
๐ Koreksi defisiensi nutrisi
๐ Protokol NAD+
๐ Mikronutrien intravena yang ditargetkan
๐ Optimisasi metabolik
๐ Perencanaan olahraga dan nutrisi
๐ Terapi regeneratif atau berbasis eksosom bila sesuai secara medis
Semua protokol dirancang sesuai dengan riwayat medis individu, hasil laboratorium, gaya hidup, dan tujuan terapi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Suplemen Longevitas Dapat Menggantikan Pola Makan Sehat dan Olahraga?
Tidak. Suplemen dapat mendukung kesehatan tetapi tidak dapat menggantikan makanan bergizi, aktivitas fisik, tidur yang cukup, dan kebiasaan gaya hidup sehat lainnya.
Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Melihat Hasil?
Waktunya bervariasi tergantung pada suplemen dan individunya.
Perubahan pada energi, tidur, atau performa otot dapat mulai terasa dalam beberapa minggu. Perubahan pada biomarker metabolik atau seluler mungkin memerlukan beberapa bulan penggunaan yang konsisten.
Apakah Tes Darah Direkomendasikan Sebelum Memulai?
Ya. Pemeriksaan awal dapat mengidentifikasi defisiensi, mencegah suplementasi yang tidak perlu, dan membantu memandu dosis serta tindak lanjut.
Apakah Nutrisi Intravena Lebih Efektif daripada Suplemen Oral?
Pemberian intravena melewati pencernaan dan memberikan penghantaran langsung ke aliran darah. Ini dapat berguna untuk nutrisi tertentu atau situasi klinis tertentu.
Namun, terapi IV tidak otomatis lebih baik untuk setiap senyawa atau setiap orang. Terapi ini harus diberikan di bawah pengawasan medis.
Apakah NMN dan NR Aman untuk Penggunaan Jangka Panjang?
Studi jangka pendek pada manusia umumnya melaporkan toleransi yang baik, tetapi bukti jangka panjang masih terbatas.
Pengawasan medis dianjurkan, terutama ketika prekursor NAD+ dikombinasikan dengan obat-obatan atau terapi longevitas lainnya.
Referensi :
Penulis Independen
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

Liver Fluke Infection
Liver fluke infection is caused by eating raw or undercooked freshwater fish contaminated with parasite larvae. After entering the body, the larvae move from the intestines to the bile ducts in the liver, where they mature into adult worms and may survive for many years.

Alergi Makanan vs Intoleransi Makanan
Gejala yang berkaitan dengan makanan sering dianggap sepele, padahal menentukan penyebab yang tepat bisa menjadi sulit. Alergi makanan yang benar dapat memicu reaksi imun yang cepat dan berpotensi serius, sedangkan intoleransi makanan biasanya melibatkan mekanisme pencernaan atau metabolik dan cenderung menimbulkan gejala yang tidak terlalu segera.

Wajah dengan Sel Punca: Peremajaan Non-Bedah
Rejuvenasi wajah berbasis sel punca menjadi pilihan yang semakin populer dalam kedokteran estetika bagi orang yang ingin memperbaiki kualitas kulit tanpa operasi atau filler sintetis.