AI Ageisme pada 45+ Nilai Kemanusiaan

Usia 45+ bukanlah akhir dari pekerjaan, melainkan awal dari menjadi Angkatan Kerja Cyborg
Oleh Dr. Kengpong Tangaroonsanti Chersery Home International
Baru-baru ini, banyak yang mendengar berita tentang perusahaan yang menolak untuk mempekerjakan orang berusia 45 tahun ke atas. Ini mencerminkan kenyataan diskriminasi usia dalam pasar tenaga kerja baik di Thailand maupun di luar negeri.
Tapi saya melihatnya secara berbeda.
Pengalaman adalah modal hidup yang tak ternilai.
Orang berusia 45+ telah bekerja, gagal, membangun tim, dan menyelesaikan masalah kompleks berkali-kali. Ini adalah harta kebijaksanaan yang tidak ditemukan dalam buku teks dan yang terpenting, AI tidak pernah sepenuhnya dapat menggantinya.
AI bukanlah alat yang dimaksudkan untuk menggantikan manusia. Dalam perspektif lain, AI adalah sayap yang memperluas kemampuan manusia tetapi hanya bagi mereka yang mau beradaptasi. Jika kita memberdayakan orang dengan pengetahuan AI, mereka tidak akan lagi dianggap usang.
Sebaliknya, mereka akan berubah menjadi Angkatan Kerja Cyborg, gabungan pengalaman manusia dan kecepatan AI.
Bayangkan ini:
- Seorang pemimpin layanan yang sangat memahami pelanggan, didukung oleh analitik perilaku berbasis AI.
- Seorang eksekutif dengan kemampuan negosiasi yang kuat, ditunjang oleh AI yang memberikan wawasan bisnis secara real-time.
- Seorang profesional kesehatan dengan empati dalam perawatan pasien, menggunakan AI untuk menilai risiko dan merekomendasikan perawatan.
Ini adalah kekuatan baru dan ini benar-benar bisa terjadi.
Manfaat bagi Organisasi
Khususnya dalam industri layanan dan kesehatan, di mana inti dari pekerjaan adalah koneksi manusia: pemahaman, empati, dan komunikasi. Hal-hal ini tidak dapat digantikan oleh keterampilan teknis semata.
Jika organisasi membuka peluang bagi orang berusia 45+ yang siap merangkul AI, mereka langsung mendapatkan keuntungan ganda:
- Karyawan dengan pengalaman mendalam, pemahaman manusia, dan kebijaksanaan hidup.
- Angkatan kerja yang lebih produktif dengan dukungan AI.
Hasilnya? Layanan yang lebih baik, perawatan yang lebih manusiawi, dan kepercayaan pelanggan yang lebih kuat.
Dampaknya bagi Masyarakat
Jika kita bisa membangun Model Upskilling AI yang sesungguhnya untuk usia 45+, itu tidak hanya akan menciptakan pekerjaan untuk generasi ini, tetapi juga memulihkan martabat dan nilai bagi angkatan kerja yang sebelumnya dianggap usang.
Ini juga akan memungkinkan negara untuk memanfaatkan sumber daya manusia yang kaya pengalaman daripada membiarkannya menghilang dalam arus perubahan global.
Pesan Akhir Saya
Orang berusia 45+ tidak ketinggalan zaman.
Mereka adalah fondasi masyarakat.
Jika kita mengintegrasikan AI ke dalam pekerjaan mereka, mereka dapat menjadi Angkatan Kerja Super yang mendorong pertumbuhan jauh melampaui apa yang bisa dicapai oleh pekerja muda dengan keterampilan teknis semata tapi tanpa pengalaman hidup.
Inilah visi yang saya percaya, dan masa depan yang ingin saya lihat terwujud dalam organisasi serta di seluruh masyarakat Thailand.
Dr. Kengpong Tangaroonsanti
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Chersery Home International Hospital for the Elderly & Rehabilitation Center
Sumber: Chersery Home
Chersery Home International
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

Is cycling really effective in treating osteoarthritis of the knee? Discover the techniques for strengthening your knees through cycling without surgery.
For those experiencing knee pain or suffering from osteoarthritis, physical movement can often be daunting. Many choose to stop moving for fear of further knee damage, but in reality, inactivity leads to muscle atrophy and knee stiffness. One of the most commonly recommended methods by doctors and physical therapists worldwide is cycling to treat osteoarthritis. But the question is, how can one cycle effectively for rehabilitation without worsening the joint condition? This article provides the answer.

Pentingnya Vitamin K dalam Osteoporosis
Osteoporosis adalah masalah kesehatan masyarakat yang besar, sebanding dengan diabetes, hipertensi, dan hiperlipidemia. Kondisi ini telah lama menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan kualitas hidup penduduk Thailand, khususnya pada orang dewasa yang lebih tua. Sebagian besar lansia dengan osteoporosis tidak mengalami gejala peringatan atau tanda-tanda awal, sehingga diagnosis terlambat dan pengobatan dini tidak dilakukan. Akibatnya, individu tersebut berisiko tinggi mengalami fraktur kerapuhan di berbagai lokasi, termasuk pergelangan tangan, tulang belakang, panggul, dan lengan atas.

Sakit Tennis Elbow: Nyeri pada Siku yang Tidak Hanya Dialami Atlet
Tennis Elbow, yang secara medis dikenal sebagai Lateral Epicondylitis, adalah kondisi peradangan pada tendon di sisi luar siku. Kondisi ini disebabkan oleh penggunaan lengan, pergelangan tangan, atau siku secara berulang dalam jangka waktu yang lama, seperti mengetik di komputer, menggunakan smartphone, mengangkat benda berat, atau bahkan melakukan pekerjaan rumah tangga rutin.