7 Cara untuk Mengurangi Risiko Penyakit Hati Berlemak

Penyakit Hati Berlemak adalah kondisi di mana lemak menumpuk di dalam sel-sel hati. Ketika lemak mencapai lebih dari 5–10% dari berat hati, kondisi ini dianggap sebagai penyakit hati berlemak. Hal ini dapat menyebabkan peradangan hati, kerusakan sel hati, dan pembentukan jaringan parut (fibrosis), yang pada akhirnya dapat berkembang menjadi sirosis. Jika kondisi ini berkembang menjadi sirosis, tidak dapat lagi disembuhkan dengan obat atau prosedur medis. Pengobatan pada tahap ini berfokus pada pengelolaan gejala dan pengurangan lemak hati melalui perubahan gaya hidup dan arahan medis.
Penyebab Penyakit Hati Berlemak dapat dibagi menjadi 2 kelompok utama
1. Disebabkan oleh konsumsi alkohol, di mana tingkat keparahan penyakit tergantung pada jenis, jumlah, dan lamanya konsumsi alkohol
2. Disebabkan oleh faktor risiko lain, seperti
- Kondisi terkait metabolik seperti obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, dan kadar lipid darah tinggi
- Konsumsi rutin makanan berkalori tinggi seperti karbohidrat, gula, dan lemak
- Efek samping dari obat-obatan tertentu seperti obat kemoterapi, beberapa antibiotik, obat antivirus, steroid, dan obat-obatan terkait hormon
Cara mencegah dan mengurangi risiko Penyakit Hati Berlemak antara lain
1. Jika kelebihan berat badan, usahakan menurunkan berat badan secara aman, dengan target sekitar 1-2 kg per bulan
2. Berolahraga secara teratur dengan aktivitas aerobik seperti berjalan, berlari, atau bersepeda setidaknya 5 hari per minggu, 30 menit per sesi
3. Makan makanan sehat, terutama makanan rendah lemak, tinggi serat, dan rendah kalori
4. Jika memiliki diabetes atau kadar lipid darah tinggi, kelola dengan baik dengan minum obat sesuai resep, mengatur pola makan, dan berolahraga
5. Hindari minum obat atau suplemen yang tidak diresepkan dokter
6. Hindari konsumsi alkohol
7. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin
sumber : Kasemrad Hospital Ramkhamhaeng
Kasemrad Hospital Ramkhamhaeng
**Diterjemahkan dan disusun oleh Tim Konten ArokaGO
Penulis Independen
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

“Cacar Monyet” Saat Ini Menyebar di Thailand: Perspektif Pengobatan Tradisional Thailand
Di dunia saat ini, di mana kita terus menghadapi penyebaran penyakit infeksius baru dan yang muncul kembali seperti monkeypox, memahami penyakit melalui berbagai perspektif dapat membantu kita merespons dengan lebih komprehensif. Meskipun teks medis tradisional Thailand klasik tidak secara langsung menggambarkan “virus,” karena pengetahuan ini dikembangkan sebelum penemuan ilmiah mengenai mikroorganisme, gejala dan karakteristik penyakit ini masih dapat ditafsirkan secara bermakna melalui teori pengobatan tradisional Thailand kuno.

Wisata Kesejahteraan di Thailand | Mengapa Pelancong Datang Lebih dari Sekadar Liburan
Ketika orang memikirkan Thailand, biasanya yang terlintas adalah pantai, makanan jalanan, kuil, dan kehidupan kota yang semarak. Namun dalam beberapa tahun terakhir, sesuatu telah berubah. Semakin banyak wisatawan yang datang dengan tujuan berbeda — tidak hanya untuk menjelajah, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan, mengurangi stres, menjalani skrining kesehatan preventif, atau sekadar merawat diri mereka dengan lebih baik.

Pariwisata Medis di Thailand: Tempat Penyembuhan yang Terasa Seperti Liburan Sepanjang Hayat
Bayangkan Anda terbangun di Bangkok, menghadap Sungai Chao Phraya saat perahu ekor panjang melintas di jendela Anda. Beberapa jam kemudian, Anda telah menyelesaikan skrining kesehatan lengkap di rumah sakit bertaraf internasional, meninjau hasilnya, dan menikmati kopi dingin di tepi kolam renang atap sebelum makan malam di Asiatique.