Wawasan ahli tentang wisata medis, perawatan kesehatan, dan kesejahteraan dari profesional kesehatan yang terverifikasi.

Melihat kembali ke masa lalu, perjalanan romantis komunitas LGBTQ+ di Thailand telah menghadapi banyak keterbatasan, terutama terkait hak-hak hukum dan pembentukan keluarga. Banyak pasangan harus menyembunyikan impian mereka untuk memiliki anak atau menghadapi hambatan ketika mencoba memberikan persetujuan bersama untuk perawatan medis. Namun, tanggal 23 Januari 2025 menandai tonggak sejarah yang indah ketika Undang-Undang Kesetaraan Pernikahan sepenuhnya mulai berlaku. Definisi “keluarga” dengan demikian diperluas dan diakui dengan bangga.

SAFE Fertility Clinic, bekerja sama dengan Next Generation Genomic (NGG), dengan bangga mengumumkan pencapaian penting karena penelitian terbaru mereka telah dipilih untuk dipresentasikan pada Konferensi Internasional ke-23 tentang Genetika Pra-implantasi (PGDIS) yang bergengsi di Shanghai, Tiongkok. Pengakuan ini menegaskan utilitas klinis teknologi PGTseq-A dalam meningkatkan ketepatan seleksi embrio, terutama untuk embrio dengan Intermediate Copy Numbers (ICN).

Pembekuan oosit adalah pilihan bagi perempuan yang ingin mempertahankan kesuburan sebelum usia ibu lanjut. Tujuh rekomendasi berikut dari SAFE Fertility Group dapat membantu mengoptimalkan kualitas oosit dan meningkatkan hasil pelestarian kesuburan.

Bagi seorang calon ibu, usia 35 tahun lebih dari sekadar tonggak pencapaian—ini adalah titik balik biologis 📉. Ini adalah fase ketika beberapa risiko mulai meningkat secara signifikan, terutama risiko #DownSyndrome pada si kecil Anda.

Anda sudah cukup lama berusaha, mencoba setiap suplemen yang ada, jadi mengapa si kecil Anda masih belum juga hadir? Banyak pasangan yang mencari cara untuk meningkatkan peluang hamil sering kali justru terjebak dalam keyakinan lama yang diwariskan turun-temurun. Semakin keras mereka berusaha, semakin mereka tersesat sehingga membuang waktu, melewatkan kesempatan, dan kehilangan jendela masa subur terbaik tanpa menyadarinya.

Ketika pasangan memasuki perjalanan pengobatan fertilitas menggunakan In Vitro Fertilization (IVF) atau Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI), mereka menjalani persiapan yang sangat teliti. Ini mencakup mulai dari nutrisi oosit yang intensif dan seleksi sperma tingkat lanjut hingga berhasil mengembangkan blastokista Grade A berkualitas terbaik yang telah lolos pengujian genetik pra-implantasi (PGT-A/PGTseq-A). Namun, satu pertanyaan yang sering muncul dan membuat frustrasi tetap ada: ketika tiba saatnya tahap transfer embrio, mengapa kekecewaan terjadi berulang kali? Ini terjadi bahkan ketika lapisan endometrium tampak sangat tebal pada ultrasonografi, dan semua tes darah atau kadar hormon berada dalam kisaran normal.