Apakah Talasemia Bisa Dicegah?

Talasemia adalah gangguan darah yang diturunkan dalam keluarga (herediter) di mana tubuh memproduksi bentuk hemoglobin yang abnormal atau jumlah hemoglobin yang tidak memadai. Penyakit ini umum di negara-negara Asia Tenggara seperti Thailand, Laos, Kamboja, Myanmar, Vietnam, dll. Di Thailand, sekitar 30-40% populasi merupakan pembawa talasemia. Jumlah pasien talasemia yang diperkirakan di Thailand lebih dari 500.000.
Pembawa talasemia dalam keadaan sangat sehat dan tidak memiliki gejala, dan biasanya tidak menyadari bahwa mereka memiliki gen yang cacat sampai darah mereka diperiksa atau menikah dengan pasangan pembawa, sehingga meningkatkan kemungkinan mewariskan bentuk penyakit yang lebih serius kepada anak. Baru ketika anak mengalami gejala, orang tua menyadari bahwa mereka adalah pembawa talasemia yang diwariskan dalam keluarga mereka.
Tanda-tanda talasemia
– tampak pucat tanpa malnutrisi maupun perdarahan
– warna kuning pada kulit (ikterus)
– tampak pucat terutama saat demam
– pernah diberikan transfusi darah karena tampak pucat
Skrining talasemia
Skrining talasemia digunakan untuk mengidentifikasi populasi pembawa, terutama pada pasangan menikah yang berisiko melahirkan bayi dengan gejala talasemia berat. Pemeriksaan ini akan membantu menganalisis dan merencanakan pengobatan yang tepat untuk menghindari penurunan talasemia kepada bayi mereka.
Orang yang perlu menjalani skrining tersebut adalah pasangan menikah yang berencana memiliki bayi, terutama mereka yang memiliki pembawa talasemia atau pasien dalam keluarganya. Dengan teknologi modern, skrining talasemia pada pasangan menikah menjadi semakin akurat. Dokter mungkin menyarankan orang tua untuk menjalani IVF/ICSI dengan preimplantation genetic testing (PGT-M) untuk menghindari talasemia pada bayi.
Pengetahuan dan teknologi untuk pengobatan talasemia telah lebih maju dalam bidang hematologi dan genetika. Ilmu-ilmu ini semakin membantu dalam menangani pasien talasemia, serta mencegah dan mengendalikannya dengan skrining pembawa genetik dan pengujian genetik praimplantasi.
Referensi :
Jetanin Hospital
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

End the Problem of Sagging Belly Skin with a Tummy Tuck and Regain Confidence in Your Body Shape
Sagging abdominal skin, or a “loose belly,” is a concern for many people, especially after childbirth, significant weight loss, or aging. Even with exercise or diet control, excess skin around the abdomen may not tighten back to its original condition. This can make the body look disproportionate, reduce confidence when wearing clothes, or create skin folds that are difficult to care for.

What Is Office Syndrome?
What is office syndrome? Warning signs that working people should know before it progresses to the nerves.

Kecanduan Metamfetamin: Tanda Penggunaan Met dan Dampaknya
Kecanduan methamphetamine (Meth) adalah masalah serius dan yang terus meningkat dengan sejarah penyalahgunaan yang panjang. Methamphetamine diperkenalkan pada awal abad ke-20 untuk tujuan medis, tetapi mulai disalahgunakan sebagai obat rekreasional pada tahun 1980-an. Kecanduan Meth merupakan masalah yang semakin meningkat di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia.