ArokaGO
  • Komunitas

Perusahaan

ArokaGO

Platform wisata medis terpercaya Anda. Terhubung dengan penyedia layanan kesehatan kelas dunia di Thailand.

Apple StoreGoogle Play
FacebookInstagramYouTubeTikTokLinkedInRahu

Untuk Pasien

  • Dasbor
  • Cari Penyedia
  • Masuk
  • Daftar sebagai Pasien
  • Pesan Janji Temu

Untuk Penyedia

  • Dasbor
  • Janji Temu
  • Obrolan
  • Masuk
  • Bergabung sebagai Penyedia

Hubungi Kami

  • Bangkok, Thailand
  • +66 65 829 4562
  • contact@arokago.com

Hukum

  • Penafian
  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Ulasan
  • Periklanan

© 2026 ArokaGO. Semua hak dilindungi.

  1. Artikel
  2. Pengetahuan
  3. Penyakit Ginjal Kronis (CKD) vs. Cedera Ginjal Akut (AKI): Apa Bedanya?

Penyakit Ginjal Kronis (CKD) vs. Cedera Ginjal Akut (AKI): Apa Bedanya?

KKloss Wellness Clinicon August 20, 2025baca 4 menit
Penyakit Ginjal Kronis (CKD) vs. Cedera Ginjal Akut (AKI): Apa Bedanya?

Memahami perbedaannya dapat mengarah pada pengobatan yang tepat waktu dan efektif.

Ginjal berfungsi sebagai sistem penyaringan alami tubuh, mengeluarkan produk limbah, elektrolit, dan kelebihan cairan dari darah. Ketika ginjal gagal berfungsi dengan baik, ini mempengaruhi beberapa sistem organ dan dapat mengancam nyawa.

 

Apa itu Gagal Ginjal?

Gagal ginjal merujuk pada kondisi di mana ginjal kehilangan kemampuannya untuk menyaring produk limbah dari darah. Hal ini mengakibatkan ketidakseimbangan cairan, elektrolit, dan mineral dalam tubuh, yang mengganggu fungsi fisiologis normal. Tanpa pengobatan yang tepat dan cepat, gagal ginjal dapat mengakibatkan komplikasi serius dan bahkan kematian.

 

Penyakit Ginjal Kronis (CKD)

Penyakit Ginjal Kronis ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang lambat dan progresif selama periode waktu yang panjang. Ketika ginjal kehilangan efisiensinya dalam menyaring limbah dan racun dari darah, kondisi ini dapat berkembang menjadi Penyakit Ginjal Tahap Akhir (ESRD), yang memerlukan cuci darah atau transplantasi ginjal.

 

 

Penyebab CKD

   - Diabetes – penyebab utama CKD; kadar gula darah tinggi merusak unit penyaringan ginjal.

   - Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi) – merusak pembuluh darah kecil di ginjal, mengganggu penyaringan.

   - Glomerulonefritis – peradangan unit penyaringan ginjal.

   - Penyakit Ginjal Polikistik – kondisi genetik yang menyebabkan pembentukan kista dan penurunan fungsi ginjal.

   - Kondisi saluran kemih kronis – obstruksi jangka panjang atau infeksi berulang.

Gejala CKD

   - Kelelahan

   - Sering buang air kecil, terutama pada malam hari

   - Pembengkakan di pergelangan kaki atau sekitar mata

   - Tekanan darah tinggi

   - Mual, nafsu makan buruk, gatal-gatal secara umum

Diagnosis CKD

   - Tes darah – pengukuran kadar kreatinin serum dan estimasi laju filtrasi glomerulus (eGFR).

   - Tes urine – deteksi protein atau indikator lain dari kerusakan ginjal.

   - Pencitraan – ultrasound atau CT scan untuk menilai struktur ginjal.

 

 

Tahapan CKD (berdasarkan eGFR)

   - Tahap 1: eGFR ≥ 90 mL/menit/1,73 m² – fungsi ginjal normal dengan bukti kerusakan.

   - Tahap 2: eGFR 60–89 mL/menit/1,73 m² – penurunan fungsi ringan dengan bukti kerusakan.

   - Tahap 3: eGFR 30–59 mL/menit/1,73 m² – penurunan fungsi sedang.

   - Tahap 4: eGFR 15–29 mL/menit/1,73 m² – penurunan fungsi yang parah.

   - Tahap 5: eGFR < 15 mL/menit/1,73 m² – gagal ginjal, memerlukan cuci darah atau transplantasi.

 

Acute Kidney Injury (AKI)

Acute Kidney Injury merupakan penurunan fungsi ginjal mendadak yang terjadi dalam hitungan hari hingga minggu. Ginjal gagal menyaring produk limbah dengan efisien, yang bisa dengan cepat menjadi mengancam nyawa jika tidak segera dan tepat ditangani.

Penyebab AKI

 

 

Pengurangan aliran darah ke ginjal:

   - Kehilangan darah yang parah

   - Dehidrasi yang parah

   - Syok

   - Gagal jantung

 

Kerusakan langsung pada ginjal:

   - Obat atau bahan kimia nefrotoksik (misalnya, antibiotik tertentu, NSAID)

   - Infeksi parah (sepsis)

   - Trombosis vena ginjal

   - Glomerulonefritis akut

 

Obstruksi saluran kemih:

   - Batu ginjal

   - Tumor atau kista yang menghalangi saluran kemih

   - Striktur ureter

 

Gejala AKI

   - Penurunan output urine atau tidak adanya buang air kecil sama sekali

   - Pembengkakan kaki, pergelangan kaki, atau sekitar mata

   - Sesak napas, kelelahan

   - Mual, muntah

   - Kebingungan atau kehilangan kesadaran

   - Tekanan darah yang abnormal tinggi atau rendah

 

Diagnosis AKI

   - Tes darah – kadar kreatinin serum dan eGFR.

   - Tes urine – deteksi protein, darah, atau kelainan lainnya.

   - Pencitraan – ultrasound, CT scan, atau MRI untuk menilai struktur dan mendeteksi obstruksi.

   - Biopsi ginjal – dalam kasus tertentu, untuk menentukan penyebab yang mendasar.

 

Perbedaan Utama Antara CKD dan AKI

 

 

 

 

Kesimpulan

- CKD: berkembang secara bertahap, menyebabkan kehilangan fungsi yang tidak dapat dipulihkan, dan memerlukan penanganan jangka panjang.

- AKI: terjadi secara mendadak, namun fungsi ginjal dapat pulih jika ditangani segera.

Memahami perbedaan antara CKD dan AKI sangat penting untuk diagnosis yang akurat, intervensi tepat waktu

K
Kloss Wellness Clinic

Kloss Wellness Clinic

Bagikan artikel ini

Pada halaman ini
  • Apa itu Gagal Ginjal?
  • Penyakit Ginjal Kronis (CKD)
  • Penyebab CKD
  • Gejala CKD
  • Diagnosis CKD
  • Acute Kidney Injury (AKI)
  • Penyebab AKI
  • Gejala AKI
  • Diagnosis AKI
  • Perbedaan Utama Antara CKD dan AKI
  • Kesimpulan

Bagikan artikel ini

K
Kloss Wellness Clinic

Kloss Wellness Clinic

Artikel Lainnya

Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

Pentingnya Vitamin K dalam Osteoporosis
Feb 5, 2026•Pengetahuan

Pentingnya Vitamin K dalam Osteoporosis

Osteoporosis adalah masalah kesehatan masyarakat yang besar, sebanding dengan diabetes, hipertensi, dan hiperlipidemia. Kondisi ini telah lama menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan kualitas hidup penduduk Thailand, khususnya pada orang dewasa yang lebih tua. Sebagian besar lansia dengan osteoporosis tidak mengalami gejala peringatan atau tanda-tanda awal, sehingga diagnosis terlambat dan pengobatan dini tidak dilakukan. Akibatnya, individu tersebut berisiko tinggi mengalami fraktur kerapuhan di berbagai lokasi, termasuk pergelangan tangan, tulang belakang, panggul, dan lengan atas.

Sakit Tennis Elbow: Nyeri pada Siku yang Tidak Hanya Dialami Atlet
Feb 5, 2026•Penyakit & Pengobatan

Sakit Tennis Elbow: Nyeri pada Siku yang Tidak Hanya Dialami Atlet

Tennis Elbow, yang secara medis dikenal sebagai Lateral Epicondylitis, adalah kondisi peradangan pada tendon di sisi luar siku. Kondisi ini disebabkan oleh penggunaan lengan, pergelangan tangan, atau siku secara berulang dalam jangka waktu yang lama, seperti mengetik di komputer, menggunakan smartphone, mengangkat benda berat, atau bahkan melakukan pekerjaan rumah tangga rutin.

Daftar Rumah Sakit Swasta di Thailand
Jan 31, 2026•Pengetahuan

Daftar Rumah Sakit Swasta di Thailand

Thailand secara luas diakui sebagai salah satu destinasi terkemuka di Asia untuk layanan kesehatan swasta, menawarkan layanan medis berstandar internasional, teknologi canggih, dan dokter yang sangat berpengalaman. Rumah sakit swasta di Thailand melayani baik penduduk lokal maupun pasien internasional, terutama dalam bidang seperti bedah kompleks, pemeriksaan kesehatan, kesehatan (wellness), dan wisata medis.