Apakah Vaksin HPV Harus Diberikan Hanya Sebelum Mulai Aktif Secara Seksual?

Tidak, ini tidak benar. Vaksin HPV tetap dapat diberikan kepada orang yang sebelumnya pernah melakukan hubungan seksual. Namun, vaksin paling efektif bila diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual.
Mengapa Vaksinasi HPV Direkomendasikan Sebelum Aktivitas Seksual?
Vaksin HPV membantu mencegah infeksi HPV tetapi tidak mengobati infeksi yang sudah terjadi.
Seorang yang sudah pernah melakukan hubungan seksual mungkin telah terpapar pada jenis HPV tertentu. Vaksin tidak dapat melindungi terhadap jenis yang sudah terinfeksi, tetapi masih dapat melindungi terhadap jenis HPV lain yang belum pernah terpapar.
Siapa yang Dapat Menerima Vaksin HPV?
๐ Anak-anak dan remaja berusia 9-14 tahun: Ini adalah kelompok usia di mana vaksin paling efektif. Umumnya direkomendasikan dua dosis.
๐ Orang berusia 15-26 tahun: Umumnya direkomendasikan tiga dosis.
๐ Orang berusia 27-45 tahun: Vaksinasi mungkin masih dapat dilakukan, tetapi disarankan berkonsultasi dengan dokter.
Apakah Anda Harus Mendapatkan Vaksinasi Setelah Menjadi Aktif Secara Seksual?
๐ Ya. Bahkan setelah terpapar satu atau lebih jenis HPV, vaksin masih dapat melindungi terhadap jenis lain yang belum terinfeksi.
๐ Vaksinasi dapat membantu menurunkan risiko kanker serviks, kanker genital lainnya, dan kutil kelamin.
Vaksin HPV tidak harus diberikan hanya sebelum seseorang menjadi aktif secara seksual. Namun, vaksinasi sebelum aktivitas seksual memberikan perlindungan terbesar. Orang yang sudah aktif secara seksual mungkin masih dapat memperoleh manfaat karena vaksin dapat melindungi terhadap jenis HPV yang belum mereka peroleh.
Referensi :
Targeted Therapy Cancer Center
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

Apakah Kemoterapi Benar-Benar Berbahaya?
Kemajuan dalam pengobatan kanker telah secara signifikan meningkatkan keamanan dan efektivitas kemoterapi. Kemoterapi saat ini digunakan untuk pengobatan kanker, pengendalian penyakit, pencegahan kekambuhan, dan perawatan paliatif, sekaligus mengurangi risiko efek samping terkait pengobatan.

Merokok, Kanker Paru, dan Bahaya Kesehatan Terkait Tembakau yang Perlu Anda Ketahui
Setiap menit, enam orang meninggal akibat penyakit terkait tembakau di seluruh dunia Di Thailand, penyakit terkait tembakau merenggut sekitar 19.542 jiwa setiap tahun. Secara global, penggunaan tembakau menyebabkan sekitar 54.512 kematian setiap hari.

Mudah Emosi? Anda Mungkin Berisiko Mengalami Pembuluh Darah Otak yang Pecah
Banyak orang pernah mendengar frasa “terlalu marah sampai pembuluh darah di otak pecah” dan mengira itu hanya kiasan belaka. Faktanya, kemarahan yang sangat intens dapat memicu stroke hemoragik (pembuluh darah yang pecah), terutama pada orang yang sebelumnya sudah memiliki tekanan darah tinggi.