Tiap kali makan merasa kenyang!!

Merasa kenyang setiap kali setelah makan bisa menjadi tanda peringatan batu empedu pada lansia
Seiring bertambahnya usia, tubuh Anda secara bertahap menunjukkan berbagai tanda peringatan dari waktu ke waktu. Salah satu masalah umum yang sering dialami oleh banyak orang lanjut usia adalah kembung dan ketidaknyamanan seperti gangguan pencernaan, yang sering terjadi setelah makan. Beberapa orang meredakan gejala ini dengan mengonsumsi antasida atau obat herbal untuk kembung agar gejalanya mereda. Namun, tahukah Anda! Gejala-gejala ini bisa menjadi tanda peringatan bahwa Anda mungkin menderita batu empedu.
Apa saja gejala ketika Anda memiliki batu empedu?
Walaupun 50% penderita batu empedu mungkin tidak menunjukkan gejala sama sekali, pada kasus di mana gejala awal muncul, Anda mungkin merasa kembung seperti gangguan pencernaan, disertai nyeri tajam yang hilang timbul di bawah tulang rusuk di bawah tulang dada. Nyeri tersebut dapat berlangsung selama beberapa jam sebelum mereda. Jika dibiarkan dan menjadi lebih parah atau terinfeksi, nyeri tersebut dapat menjalar ke tulang belikat kanan, disertai dengan mual, muntah, dan demam. Beberapa orang mungkin salah mengira gejala ini sebagai tukak lambung dan mengonsumsi obat yang tidak sesuai.
Mengapa batu empedu menyebabkan nyeri dan rasa sesak di perut?
Karena kantong empedu berfungsi seperti reservoir yang menyimpan empedu yang diproduksi oleh hati untuk mencerna lemak saat kita makan. Ketika makanan sampai ke lambung, kantong empedu melepaskan empedu pekat untuk mencerna lemak. Ketidakseimbangan senyawa dalam empedu dapat menyebabkan kristal kolesterol dan endapan kalsium terbentuk, sehingga terjadi batu empedu. Hal ini mengganggu proses pencernaan dan penyerapan lemak di saluran pencernaan, sehingga rasa kembung dan nyeri perut semakin parah setelah mengonsumsi makanan berlemak.
Tahukah Anda! Penyebab utama batu empedu adalah kebiasaan terus-menerus mengonsumsi makanan tinggi lemak. Oleh karena itu, jika Anda menyadari telah lama mengonsumsi makanan berlemak dan mulai sering mengalami kembung serta ketidaknyamanan setelah makan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk menilai risiko dan mendapatkan pengobatan yang tepat waktu.
sumber : PHAYATHAI Sriracha Hospital
Penulis Independen
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

5 Jenis Sakit Kepala: ApaYang Berusaha Dikatakan Tubuh Anda?
Sakit kepala mungkin terlihat seperti kejadian yang umum dan tidak berbahaya—tetapi dalam beberapa kasus, mereka bisa menjadi tanda bahaya yang penting. Jika Anda sering mengalami sakit kepala, mungkin saatnya untuk memeriksakan lebih dalam. Bahkan gejala ringan sekalipun bisa jadi menandakan adanya kondisi yang mendasari yang belum pernah Anda pertimbangkan.

"Ngorok" berbahaya, risiko sleep apnea
Banyak orang mengira bahwa “mendengkur” adalah hal normal yang dialami oleh semua orang. Mungkin mengganggu orang di sekitar Anda dengan suara bising, tetapi dianggap tidak serius. Namun, tahukah Anda bahwa… jika Anda mendengkur secara teratur atau mengalami apnea tidur bersamaan dengannya, hal ini dapat membahayakan kesehatan Anda secara serius?

Tumor rahim! Mereka dapat diobati.
Dr. Netnipa Phromnarat, seorang spesialis obstetri dan ginekologi di Rumah Sakit Hua Chiew, mengatakan bahwa tumor rahim umum terjadi pada wanita berusia 30–50 tahun. Tumor ini terjadi akibat perubahan abnormal pada sel-sel otot rahim, yang dapat berkembang baik di dinding rahim maupun di dalam rongga rahim. Sebagian besar kasus tidak menunjukkan gejala, tetapi jika tumor terjadi di dalam rongga rahim, dapat menyebabkan perdarahan menstruasi yang lebih banyak dari biasanya.