Kenali Metabolic Associated Steatohepatitis (MASH) atau penyakit hati berlemak akibat gangguan metabolik.

Mengenal Metabolic Associated Steatohepatitis (MASH) atau Metabolic Dysfunction-Associated Steatohepatitis
Ini adalah kondisi di mana terjadi akumulasi lemak berlebih di hati, menyebabkan inflamasi dan kerusakan sel hati. Kondisi ini umum ditemukan pada obesitas, dislipidemia, diabetes melitus tipe 2, dan lain-lain.
Pendekatan Pengobatan: Modifikasi Gaya Hidup
Studi menemukan bahwa penurunan berat badan minimal 5% dapat mengurangi lemak hati, dan penurunan 7-10% dapat mengurangi inflamasi hati. Mengontrol pola makan dan berolahraga untuk menurunkan kadar lipid darah yang tinggi serta menurunkan berat badan sangatlah penting. Disiplin dalam pengendalian berat badan secara terus-menerus juga sangat diperlukan.
Saat ini, U.S. Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui penggunaan obat injeksi penurun berat badan dengan indikasi medis, karena penelitian mendukung efektivitasnya dalam memperbaiki metabolic dysfunction-associated steatohepatitis. Selain peningkatan disfungsi metabolik yang ditemukan pada wanita pascamenopause, ketidakseimbangan hormonal, penuaan, dan obesitas juga berkontribusi terhadap masalah ini.
Pencegahan penyakit dapat dimulai secara sederhana dengan mengukur lingkar pinggang dan menghitung body mass index (BMI) dari berat dan tinggi badan. Jika BMI 23 atau lebih, itu mengindikasikan berat badan berlebih. Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menilai masalah metabolik, yang mungkin merupakan ancaman tersembunyi dan tidak disadari.
Artikel oleh: Dr. Thisara Weerasamai
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Kepala Pusat Kesehatan Wanita, dan Kepala V Women’s Wellness Center
Sumber : Phyathai 1 Hospital
Penulis Independen
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

Profhilo atau Botox: Mana yang Lebih Baik dan Mana yang Tepat untuk Kulit Anda?
Saat ini, perawatan estetika wajah semakin populer. Banyak orang beralih ke prosedur injeksi untuk menjaga penampilan awet muda dan mengatasi berbagai permasalahan kulit. Namun, sering kali muncul kebingungan mengenai apakah Profhilo atau Botox yang lebih baik. Artikel ini akan membantu menjernihkan kebingungan tersebut dengan memberikan informasi penting, sehingga Anda dapat memutuskan perawatan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kulit Anda. Ini sangat membantu bagi mereka yang mencari opsi peremajaan kulit yang memberikan hasil tampak alami dan aman.

Sculptra vs. Ultracol: Stimulator Kolagen Mana yang Tepat untuk Anda?
Untuk pemula yang baru memasuki dunia perawatan estetika, atau bagi siapa saja yang ingin mengembalikan tampilan kulit awet muda secara alami, Anda mungkin sudah pernah mendengar tentang Sculptra dan Ultracol. Keduanya merupakan inovasi yang sangat populer yang dikenal sebagai biostimulator kolagen, dirancang untuk membantu kulit membangun kembali kolagennya sendiri dari dalam.

Ketakutan terhadap Jarum (Trypanofobia)
Ketakutan terhadap Jarum (Trepanafobia)