Glaukoma: Ancaman Diam-Diam di Segala Usia - Lindungi Penglihatan Anda Sebelum Dunia Menjadi Gelap

Dr. Woratta Suphawutthikul, seorang spesialis glaukoma di Pusat Mata Rumah Sakit Hua Chiew, menyatakan Banyak orang secara keliru percaya bahwa “glaukoma” adalah penyakit degeneratif terkait usia yang hanya menyerang lansia. Namun, dalam kenyataan medis…
Glaukoma dapat terjadi pada semua usia, mulai dari bayi baru lahir hingga dewasa usia kerja. Yang membuatnya sangat berbahaya adalah karena saat terdeteksi, kehilangan penglihatan yang signifikan mungkin sudah terjadi. Glaukoma berkembang akibat kerusakan progresif pada saraf optik, yang menyebabkan penyempitan bertahap pada lapang pandang, penglihatan kabur, dan berpotensi menyebabkan kebutaan permanen. Dalam sebagian besar kasus, kondisi ini berhubungan dengan peningkatan tekanan intraokular.
Periksa Sekarang! Siapa yang Berisiko?
Glaukoma tidak hanya terbatas pada usia lanjut. Ada beberapa faktor risiko yang perlu dipantau secara ketat:
- Usia: Terutama individu usia 40 tahun ke atas
- Genetik: Riwayat keluarga dengan glaukoma
- Kelainan Refraksi: Miopia tinggi (rabun jauh berat) atau hiperopia ekstrem (rabun dekat)
- Riwayat Kesehatan Mata: Cedera mata sebelumnya, uveitis, atau pernah menjalani operasi mata
- Kondisi Dasar: Penyakit jantung, hipertensi, diabetes, atau gangguan vaskular
- Penggunaan Obat: Penggunaan steroid jangka panjang (terutama tetes mata) dan glukosamin pada individu yang berisiko glaukoma
Rumah Sakit Hua Chiew menyadari pentingnya glaukoma, ancaman diam-diam yang telah menyebabkan banyak orang kehilangan penglihatan. Untuk mengurangi risiko berkembangnya glaukoma, pemeriksaan mata secara rutin sangat dianjurkan. Individu berusia di bawah 40 tahun tanpa faktor risiko sebaiknya melakukan pemeriksaan mata setiap 2-4 tahun, sementara mereka yang berusia 40 tahun ke atas atau memiliki faktor risiko sebaiknya melakukan skrining setiap 6 bulan sampai 1 tahun. Program pemeriksaan mata komprehensif, yang dilakukan oleh dokter spesialis mata dengan menggunakan peralatan medis canggih, tersedia untuk mendukung deteksi dini dan pencegahan.
sumber : Rumah Sakit Hua Chiew
**Diterjemahkan dan disusun oleh Tim Konten ArokaGO
Penulis Independen
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

Adenovirus pada Anak: Gejala, Diagnosis, dan Pencegahan
Adenovirus dapat menular dari orang ke orang melalui kontak langsung, menghirup droplet yang mengandung virus, atau mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi. Ini bukan virus baru—virus ini sudah ada sejak lama, sangat tahan terhadap kondisi lingkungan, dan menyebar dengan mudah, sehingga menyebabkan wabah yang muncul secara berkala.

Kolik pada Bayi: Gejala, Penyebab, dan Cara Menenangkan Si Kecil Anda
Kolik pada Bayi: Gejala, Penyebab, dan Cara Menenangkan Si Kecil Adalah hal yang umum bagi orang tua baru untuk mengalami situasi ketika bayi baru lahir mereka menangis terus-menerus, apa pun yang sudah mereka coba untuk menenangkannya. Semakin bayi menangis, semakin orang tua merasa khawatir. Artikel ini membahas kolik pada bayi—mengapa hal itu terjadi dan bagaimana mengatasinya dengan efektif. Gejala Kolik yang Setiap Orang Tua Baru Perlu Ketahui

Cell Therapy
Cell therapy involves the use of living cells or cell-derived components to support tissue repair, stimulate regeneration, and improve the function of the body’s own cells.