Berapa dorongan seksual yang dibutuhkan untuk disebut kecanduan seks?

Seberapa besar hasrat seksual yang diperlukan untuk disebut kecanduan seks?
Walaupun seks adalah bagian alami dari kehidupan manusia, obsesi untuk melakukan seks secara berlebihan dapat menjadi “kecanduan seks”. Jadi, apakah preferensi seksual Anda termasuk dalam gangguan ini? Seberapa sering atau seberapa intens hasrat seksual hingga dapat dikatakan kecanduan seks? Mari kita temukan jawabannya bersama!
Apa yang dikategorikan sebagai “kecanduan seks”?
Kecanduan seks, atau dalam bahasa Inggris disebut Sex addiction, dapat ditemukan pada semua gender. Ini disebut gangguan karena bukan hanya sekadar hasrat seksual yang tinggi secara normal. Agar dokter dapat mendiagnosis gangguan ini, hasrat seksual harus berada pada tingkat di mana seseorang terobsesi dengan seks, masturbasi, atau menonton gambar dan video yang merangsang secara seksual sepanjang hari. Hal ini memengaruhi kehidupan sehari-hari dan pekerjaan, dengan frekuensi dan tingkat keparahan yang meningkat dalam jangka waktu lama. Biasanya, setelah memenuhi hasrat seksualnya, kebanyakan orang melakukannya sekitar 1–2 kali lalu merasa puas. Namun pada gangguan ini, pasien memiliki hasrat seksual sepanjang hari hingga memengaruhi pekerjaan atau kehidupan normal.
Apa penyebab kecanduan seks?
Kecanduan seks ini sering terjadi pada kelompok orang yang berisiko, seperti mereka yang mengalami penderitaan, kegagalan hidup, depresi, atau tidak dapat menemukan kebahagiaan pada aspek kehidupan lain atau tidak dapat menemukan relaksasi untuk meredakan penderitaan dari lingkungan sekitar. Misalnya, menonton film, mendengarkan musik, berolahraga (yang bervariasi pada setiap orang).
Tetapi mereka menggunakan seks atau masturbasi untuk meredakan stres dan melupakan hal-hal buruk yang terjadi. Jika dilakukan berulang kali dalam jangka waktu lama, otak mulai belajar bahwa berhubungan seks atau masturbasi dapat mengurangi stres dan penderitaan. Setelah stimulasi yang sering dan terus-menerus, menjadi semakin parah dan sulit dikendalikan.
Akses mudah terhadap video pornografi secara online juga merupakan faktor yang membuat gangguan ini lebih mungkin terjadi. Namun, hal ini juga dapat disebabkan oleh faktor lain seperti ketidakseimbangan hormon yang berujung pada kecanduan seks.
Kecanduan seks dapat diobati!
Penatalaksanaan utama adalah mencari penyebab psikologis dan menanganinya dengan psikoterapi. Misalnya, saat terjadi penderitaan, mengelola penderitaan dengan cara berbicara, seperti melatih cara mengekspresikan dan menangani emosi dengan benar. Terkadang, rawat inap diperlukan karena kecanduan seks mirip dengan kecanduan judi, kecanduan narkoba, atau kecanduan game. Pasien perlu dipisahkan dari lingkungan yang memicu emosi seksual. Setelah terlepas dari lingkungan tersebut, keinginan akan berangsur-angsur menurun. Pengobatan membutuhkan waktu lama, biasanya berbulan-bulan, dan beberapa obat antidepresan dapat membantu dalam terapi.
sumber: PHAYATHAI Nawamin Hospital
**Diterjemahkan dan disusun oleh Tim Konten ArokaGO
Penulis Independen
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

Penyakit Pneumokokus Invasif (PPI)
Penyakit Pneumokokus Invasif (IPD) adalah infeksi bakteri serius yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae. Bakteri ini umumnya terdapat di hidung dan tenggorokan dan dapat menyebar dari orang ke orang dengan cara yang mirip dengan flu biasa—melalui batuk, bersin, atau kontak dengan sekresi saluran pernapasan.

Membuka Rahasia Hormon untuk Kecantikan dan Awet Muda
Seiring bertambahnya usia, banyak orang mulai menyadari bahwa tubuh mereka tidak lagi sama. Kulit yang sebelumnya bersinar mungkin menjadi kering dan kurang kencang. Tingkat energi menurun, kelelahan lebih mudah muncul, tidur menjadi kurang nyenyak, dan suasana hati mungkin tidak secerah sebelumnya. Perubahan ini umum terjadi, terutama pada individu berusia 40-an hingga 60-an tahun.

Berapa Banyak Jenis Bekas Jerawat yang Ada?
banyak orang yang telah mengalami jerawat sering menghadapi masalah kulit bahkan setelah jerawat sembuh. Salah satu masalah yang paling umum adalah bekas jerawat, yang dapat mempengaruhi penampilan dan kepercayaan diri. Bekas jerawat terjadi karena peradangan mendalam di bawah kulit, yang menyebabkan hilangnya kolagen dan terbentuknya cekungan, membuat kulit tampak tidak rata dan kasar daripada halus.