Influenza

Influenza (Flu)
Influenza, yang dikenal juga sebagai flu, adalah penyakit menular yang terjadi setiap tahun. Penyakit ini disebabkan oleh virus influenza, yang menyebar melalui tetesan pernapasan seperti lendir hidung, air liur, atau sputum ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau bernapas dekat dengan orang lain.
Penyebaran Influenza
Influenza dapat menyebar sepanjang tahun. Di Thailand, wabah lebih sering terjadi selama musim hujan dan musim dingin. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan Masyarakat merekomendasikan vaksinasi influenza tahunan sebagai langkah pencegahan yang efektif.
Vaksin influenza dapat diberikan kepada orang berusia 6 bulan ke atas, termasuk lansia, orang dengan penyakit kronis, wanita hamil, dan ibu menyusui.
Jenis-jenis Vaksin Influenza
Saat ini, terdapat dua jenis vaksin influenza:
๐ Vaksin trivalen (3 strain)
๐ Vaksin quadrivalen (4 strain)
Vaksin influenza quadrivalen memberikan perlindungan terhadap empat strain influenza yang beredar, yang umum ditemukan di Thailand. Vaksin ini membantu menurunkan risiko infeksi, mengurangi tingkat keparahan penyakit, dan menurunkan risiko kematian.
Vaksin influenza quadrivalen memberikan perlindungan sepanjang tahun dan dapat diberikan kepada anak-anak maupun dewasa, terutama orang dewasa usia lanjut, karena secara signifikan mengurangi risiko penyakit berat dan komplikasi.
Siapa Saja yang Harus Mendapatkan Vaksin Influenza?
Siapa saja berusia 6 bulan ke atas dapat menerima vaksin influenza dan sebaiknya divaksinasi sekali setiap tahun, karena wabah influenza terjadi setiap tahun.
Kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi influenza yang sangat disarankan untuk menerima vaksin meliputi:
๐ Wanita hamil (lebih dari 4 bulan kehamilan). Vaksin influenza dianggap aman selama kehamilan dan menyusui jika diperlukan.
๐ Anak usia 6 bulan hingga 1 tahun
๐ Dewasa usia 65 tahun ke atas
๐ Individu dengan obesitas (berat badan lebih dari 100 kg atau IMT lebih dari 35 kg/m²)
๐ Individu dengan disabilitas neurologis berat yang tidak dapat merawat diri sendiri
๐ Pasien dengan thalassemia dan individu dengan sistem imun yang lemah, termasuk pasien HIV bergejala
๐ Pasien dengan penyakit kronis, termasuk:
๐ Chronic obstructive pulmonary disease (COPD)
๐ Asma
๐ Penyakit jantung
๐ Penyakit serebrovaskular
๐ Gagal ginjal
๐ Diabetes
๐ Pasien kanker yang menerima kemoterapi
Siapa Saja yang Tidak Boleh Mendapatkan Vaksin Influenza?
Individu yang sebaiknya menghindari vaksinasi influenza meliputi:
๐ Bayi di bawah usia 6 bulan
๐ Individu dengan alergi berat terhadap telur
๐ Individu dengan riwayat reaksi alergi terhadap vaksin influenza atau komponen vaksin
๐ Individu dengan demam tinggi atau infeksi berat (mereka yang hanya mengalami demam ringan masih dapat menerima vaksin)
Komposisi Vaksin Influenza Quadrivalen
Vaksin influenza quadrivalen mencakup perlindungan terhadap empat strain virus:
๐ Dua strain Influenza A
๐ Dua strain Influenza B
sumber : Rumah Sakit Bangphai
**Diterjemahkan dan disusun oleh Tim Konten ArokaGO
Penulis Independen
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

Cara Merawat Luka Gigitan Monyet: Apa yang Harus dan Tidak Harus Dilakukan
Monyet adalah hewan yang cerdas dan menarik, namun mereka dapat menggigit, terutama ketika mereka merasa terancam atau sedang melindungi makanan atau anaknya. Gigitan monyet dapat menyebabkan luka dan meningkatkan risiko infeksi, termasuk rabies dan penyakit virus lainnya. Oleh karena itu, perawatan luka yang tepat dan perhatian medis sangat penting.

Risiko Tersembunyi dari Asap Kemenyan
Asap dupa mengandung bahan kimia berbahaya yang dilepaskan selama proses pembakaran, yang dapat meningkatkan risiko iritasi saluran pernapasan dan beberapa jenis kanker. Mengurangi paparan dan menggunakan langkah perlindungan dapat membantu menurunkan risiko kesehatan.

What Causes a Thin Cornea? Symptoms, Effects on Vision, and Treatment Options
A thin cornea is a condition in which the cornea - the transparent front layer of the eye - has a thickness that is lower than normal. This can affect vision and overall eye health.