ArokaGO
  • Komunitas

Perusahaan

ArokaGO

Platform wisata medis terpercaya Anda. Terhubung dengan penyedia layanan kesehatan kelas dunia di Thailand.

Apple StoreGoogle Play
FacebookInstagramYouTubeTikTokLinkedInRahu

Untuk Pasien

  • Dasbor
  • Cari Penyedia
  • Masuk
  • Daftar sebagai Pasien
  • Pesan Janji Temu

Untuk Penyedia

  • Dasbor
  • Janji Temu
  • Obrolan
  • Masuk
  • Bergabung sebagai Penyedia

Hubungi Kami

  • Bangkok, Thailand
  • +66 65 829 4562
  • contact@arokago.com

Hukum

  • Penafian
  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Ulasan
  • Periklanan

© 2026 ArokaGO. Semua hak dilindungi.

  1. Artikel
  2. Pengetahuan
  3. Penyakit Pneumokokus Invasif (PPI)

Penyakit Pneumokokus Invasif (PPI)

BBangphai Hospitalon March 26, 2026baca 3 menit
Penyakit Pneumokokus Invasif (PPI)

Penyakit Pneumokokus Invasif (IPD)

 

Penyakit Pneumokokus Invasif (IPD) adalah infeksi bakteri serius yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae. Bakteri ini umumnya hidup di hidung dan tenggorokan dan dapat menyebar dari orang ke orang dengan cara yang mirip dengan flu biasa—melalui batuk, bersin, atau kontak dengan sekret saluran pernapasan.

 

Pada orang dewasa sehat, infeksi pneumokokus umumnya ringan dan mungkin menyerupai flu biasa. Namun, pada anak-anak kecil—terutama yang berusia di bawah 2 tahun—infeksi dapat menjadi berat dan mengancam jiwa.

 

Kondisi berat utama yang terkait dengan IPD antara lain:

๐ Meningitis (infeksi selaput otak)

๐ Septikemia (infeksi aliran darah)

๐ Pneumonia dengan infeksi aliran darah

 

Selain itu, bakteri pneumokokus merupakan penyebab utama:

 

๐ Infeksi telinga tengah (otitis media)

๐ Sinusitis

 

Gejala dan Tingkat Keparahan

 

Tingkat keparahan IPD bergantung pada bagian tubuh yang terinfeksi:

 

1. Infeksi Sistem Saraf

 

๐ Demam tinggi

๐ Sakit kepala berat

๐ Mual dan muntah

๐ Kekakuan leher

 

Pada bayi, gejala mungkin sulit dikenali dan dapat meliputi:

๐ Rewel

๐ Lemas

๐ Sulit makan

๐ Kejang

Jika tidak diobati, hal ini dapat menyebabkan meningitis, disabilitas jangka panjang, atau kematian.

 

2. Infeksi Aliran Darah (Septikemia)

 

๐ Demam tinggi

๐ Rewel dan menangis terus-menerus

 

Komplikasi yang mungkin terjadi meliputi:

๐ Syok septik

๐ Kematian

Infeksi juga dapat menyebar ke organ lain seperti otak, paru-paru, tulang, dan sendi.

 

3. Infeksi Saluran Pernapasan Atas

 

๐ Demam tinggi

๐ Nyeri telinga

๐ Rewel

 

Jika tidak ditangani dengan baik, dapat menyebar ke organ terdekat atau otak, menyebabkan:

๐ Infeksi telinga kronis

๐ Pecah gendang telinga

๐ Gangguan pendengaran

๐ Keterlambatan perkembangan bicara

 

4. Infeksi Saluran Pernapasan Bawah

๐ Demam

๐ Batuk

๐ Napas cepat

๐ Sesak napas

Pada kasus berat:

๐ Pneumonia

๐ Membutuhkan dukungan ventilator

๐ Kematian

 

Anak yang Berisiko Tinggi

 

Anak-anak yang berisiko lebih tinggi mengalami IPD meliputi:

๐ Anak-anak di bawah usia 2 tahun

๐ Anak dengan penyakit jantung, paru-paru, atau hati kronis

๐ Anak yang tidak memiliki limpa atau fungsi limpa yang terganggu

๐ Anak yang menghadiri pusat penitipan anak

๐ Anak dengan gangguan sistem imun

๐ Anak dengan kebocoran cairan serebrospinal

 

Pengobatan IPD

 

Infeksi pneumokokus dapat diobati dengan antibiotik.

๐ Infeksi ringan (seperti radang tenggorokan, infeksi telinga, atau sinusitis) dapat diobati dengan antibiotik oral

๐ Infeksi invasif berat (IPD) memerlukan perawatan di rumah sakit dan antibiotik intravena, serta perawatan suportif seperti dukungan pernapasan atau obat anti-kejang

Infeksi berat harus segera diobati. Sebagai contoh, meningitis dapat menyebabkan kejang, kerusakan otak, disabilitas intelektual, atau kematian.

Meskipun antibiotik efektif, beberapa strain bakteri pneumokokus telah mengembangkan resistensi terhadap antibiotik, sehingga pengobatan menjadi lebih sulit dan memerlukan obat yang lebih kuat. Penundaan pengobatan dapat mengakibatkan disabilitas permanen atau kematian.

 

Pencegahan IPD pada Anak

 

Tindakan pencegahan dasar meliputi:

 

1. Mendorong higiene yang baik

๐ Menganjurkan cuci tangan secara rutin

๐ Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin

 

2. Hindari kontak dekat dengan orang sakit

 

3. Menyusui

๐ Memberikan kekebalan pasif dari ibu ke anak

 

4. Hindari tempat ramai

๐ Terutama untuk anak kecil, karena infeksi mudah menyebar melalui droplet

 

5. Imunisasi

๐ Salah satu metode pencegahan paling efektif

๐ Dapat dimulai pada usia 2 bulan

๐ Dosis lanjutan pada usia 4 dan 6 bulan

๐ Dosis booster pada usia 12-15 bulan

 

Kesimpulan

 

IPD adalah infeksi yang berpotensi mengancam jiwa, terutama pada anak-anak kecil dan kelompok berisiko tinggi. Meskipun dapat diobati dengan antibiotik, diagnosis dini dan pengobatan cepat sangat penting.

 

 

 

 

sumber : Bangphai Hospital

**Diterjemahkan dan disusun oleh Tim Konten ArokaGO

B
Bangphai Hospital

Penulis Independen

Bagikan artikel ini

Pada halaman ini
  • Penyakit Pneumokokus Invasif (IPD)
  • Gejala dan Tingkat Keparahan
  • 1. Infeksi Sistem Saraf
  • 2. Infeksi Aliran Darah (Septikemia)
  • 3. Infeksi Saluran Pernapasan Atas
  • 4. Infeksi Saluran Pernapasan Bawah
  • Anak yang Berisiko Tinggi
  • Pengobatan IPD
  • Pencegahan IPD pada Anak
  • Kesimpulan

Bagikan artikel ini

B
Bangphai Hospital

Penulis

Artikel Lainnya

Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

Sindrom Kantor
Mar 26, 2026•Pengetahuan

Sindrom Kantor

Ini adalah kelompok gejala yang disebabkan oleh perilaku kerja yang berulang dalam jangka waktu lama, terutama duduk dengan postur yang tidak tepat saat bekerja di komputer, yang mempengaruhi otot tubuh dan berbagai sistem.

Akupunktur untuk Pengobatan Depresi
Mar 26, 2026•Health

Akupunktur untuk Pengobatan Depresi

lebih dari 280 juta orang di seluruh dunia terkena kondisi ini. Gejala umum meliputi sedih yang berkepanjangan, putus asa, energi rendah, kehilangan minat, insomnia, konsentrasi yang buruk, dan dalam beberapa kasus, pikiran bunuh diri.

Membuka Rahasia Hormon untuk Kecantikan dan Awet Muda
Mar 26, 2026•Kecantikan & Kosmetik

Membuka Rahasia Hormon untuk Kecantikan dan Awet Muda

Seiring bertambahnya usia, banyak orang mulai menyadari bahwa tubuh mereka tidak lagi sama. Kulit yang sebelumnya bersinar mungkin menjadi kering dan kurang kencang. Tingkat energi menurun, kelelahan lebih mudah muncul, tidur menjadi kurang nyenyak, dan suasana hati mungkin tidak secerah sebelumnya. Perubahan ini umum terjadi, terutama pada individu berusia 40-an hingga 60-an tahun.