Degenerasi Sendi... Kondisi Tak Terelakkan bagi Lansia

Mungkin terdengar menakutkan, namun degenerasi sendi adalah penyakit yang menimbulkan risiko bagi semua individu lanjut usia, dan beberapa mungkin bahkan tidak menunjukkan gejala apapun meskipun sudah mengidap kondisi ini, yang dapat memperburuk tingkat keparahan penyakit.
Semakin tua usia Anda, semakin tinggi risiko degenerasi sendi. Penyakit ini termasuk dalam kategori penyakit sendi inflamasi dan melibatkan deteriorasi bertahap pada tulang rawan di ujung tulang penghubung. Dapat memengaruhi pria maupun wanita, dan terdapat lima kelompok orang yang sangat rentan:
1. Individu berusia 50 tahun ke atas yang melakukan kerja fisik berat atau aktivitas berat.
2. Individu berusia 70 tahun ke atas, yang mencakup hingga 80-90 persen kasus.
3. Individu dengan kelebihan berat badan, karena berat badan yang berlebihan meningkatkan risiko degenerasi sendi berat, terutama pada sendi penopang berat seperti lutut dan panggul.
4. Individu dengan kebiasaan penggunaan sendi yang tidak tepat, seperti duduk bersila, jongkok dalam waktu lama, atau sering berlutut.
5. Individu dengan rheumatoid arthritis, infeksi sendi, atau cedera sendi yang menyebabkan kerusakan pada tulang rawan dan akhirnya menyebabkan degenerasi sendi.
Jika Anda mengalami nyeri terus-menerus atau kekakuan saat menggerakkan tubuh, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
Berikut adalah beberapa gejala degenerasi sendi yang dapat dikenali:
1. Terdengar suara pada saat pergerakan sendi. Dalam beberapa kasus, dapat terdapat osteofit, yaitu upaya tubuh untuk memperkuat sendi yang terkena.
2. Nyeri saat bergerak akibat gesekan antar tulang yang terkena. Beberapa individu dengan nyeri terus-menerus mungkin menghindari menggerakkan area yang terkena, yang dapat menyebabkan kelemahan otot.
3. Kekakuan dan ketidaknyamanan sendi saat pagi hari setelah bangun tidur.
4. Deformitas pada tungkai, seperti tungkai berbentuk O (genu varum) atau rotasi keluar, dengan keterbatasan ekstensi.
Untuk menegakkan diagnosis tingkat keparahan penyakit, metode berikut digunakan:
1. Pemeriksaan fisik dan evaluasi sistem skeletal oleh dokter spesialis.
2. Pemeriksaan X-ray atau MRI pada tulang yang terkena.
3. Pengukuran kepadatan tulang menggunakan Bone Mass Densitometry (BMD).
6 Pendekatan Pengobatan... untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia
• Fisioterapi untuk membantu meredakan kekakuan otot dan mengurangi nyeri. Dokter akan mempertimbangkan metode yang tepat dalam memilih teknik rehabilitasi.
• Penggunaan obat untuk mengurangi inflamasi dan nyeri sendi sehingga pasien dapat kembali beraktivitas normal.
• Injeksi zat pelumas atau cairan sendi buatan ke dalam sendi untuk meningkatkan pelumasan dan mengurangi rasa sakit.
• Arthroscopic debridement, yaitu prosedur bedah minimal invasif untuk mendiagnosis dan membersihkan sendi, membentuk ulang permukaan sendi, atau memperbaiki ligamen robek atau bantalan tulang yang rusak.
• Osteotomi korektif, yaitu operasi untuk memperbaiki keselarasan sendi lutut guna memperbaiki tumpuan berat badan dan distribusi gaya.
Operasi penggantian sendi dilakukan pada pasien yang tidak dapat diobati dengan obat maupun fisioterapi. Prosedur ini memperbaiki kelainan akibat arthritis dan membantu pasien bergerak lebih baik serta mengurangi nyeri mereka. Material yang digunakan, seperti cobalt alloy dan jenis polyethylene khusus, meniru permukaan sendi alami secara akurat dan tidak membahayakan jaringan di sekitarnya.
Jika anggota keluarga atau kerabat lansia Anda mengalami masalah sendi, Anda dapat berkonsultasi dengan spesialis rehabilitasi sendi di Orthopedic and Joint Disease Center, Phaya Thai Sri Racha Hospital.
Orthopedic and Joint Disease Center, Lantai 1, Gedung A
Phaya Thai Sri Racha Hospital
Telp: 038-317-333 ext. 2174, 2178
Atau 086-3681903
Sumber :
Arokago Providers Phyathai Sriracha
Penulis Independen
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

Peringatan Songkran: Cara Mencegah dan Menangani Cedera “Hisapan Sepatu” Saat Perayaan Festival Air
Saat Thailand merayakan Songkran, banyak pengunjung festival menikmati cipratan air di jalanan, tetapi satu masalah yang cukup umum terus berulang setiap tahun, yaitu masalah yang disebut “sepatu menempel,” saat sandal slip-on basah atau sepatu karet melekat erat di kaki atau pergelangan kaki setelah terpapar air dalam waktu yang lama.

Office Syndrome: Masalah Kesehatan Umum di Kalangan Pekerja Modern
Di era ketika bekerja di depan komputer telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, Office Syndrome telah muncul sebagai salah satu masalah kesehatan yang paling umum di kalangan orang dewasa usia kerja.

Urin tidak mengalir, tidak dapat menahan urine
Urine tidak mengalir, tidak dapat menampung urine, periksa segera sebelum menjadi pembesaran prostat atau BPH (Pembesaran Prostat Benign).