“Cacar Monyet” Saat Ini Menyebar di Thailand: Perspektif Pengobatan Tradisional Thailand

Di dunia saat ini, di mana kita terus menghadapi penyebaran penyakit infeksi baru dan yang muncul kembali seperti monkeypox, memahami penyakit melalui berbagai perspektif dapat membantu kita merespons secara lebih komprehensif. Meskipun teks klasik pengobatan tradisional Thai tidak secara langsung menggambarkan “virus”, karena pengetahuan ini dikembangkan sebelum penemuan ilmiah mikroorganisme, gejala dan karakteristik penyakit ini masih dapat diinterpretasikan secara bermakna melalui teori pengobatan kuno Thai.
Konsep “Virus” dalam Pengobatan Tradisional Thai: Dari Biologi ke “Patogen Toksik”
Dalam pengobatan tradisional Thai terapan, “virus” dapat diinterpretasikan sebagai “agen penyebab penyakit berukuran kecil yang tidak terlihat oleh mata telanjang, dengan efek toksik pada unsur dan darah tubuh.” Karena itu, pengobatan tradisional Thai menjelaskan virus melalui konsep “patogen toksik” atau “racun penyakit”, bukan melalui mekanisme biologis di tingkat sel.
Patogenesisnya dapat dijelaskan melalui tiga perspektif utama sebagai berikut:
1. Racun Penyebab Penyakit
Agen yang menyebabkan epidemi atau penyakit kulit akut berat dikategorikan dalam “demam toksik” atau “demam hitam” dalam pengobatan tradisional Thai. Kondisi ini diyakini terjadi akibat masuknya racun yang bersembunyi di dalam tubuh, sehingga menimbulkan gejala klinis seperti demam tinggi, ruam merah, lepuh, peradangan, dan kenaikan suhu tubuh yang abnormal.
Teks pengobatan tradisional Thai menggambarkan racun ini sesuai manifestasinya, seperti:
๐ Racun demam
๐ Racun hitam
๐ Racun darah
๐ Dahak toksik
2. Efek dan Ketidakseimbangan Empat Unsur
Ketika “patogen toksik” masuk ke dalam tubuh, ia mengacaukan keseimbangan keempat unsur, yang menyebabkan kelainan sebagai berikut:
๐ Unsur Api yang Memburuk: Menyebabkan demam tinggi, panas tubuh, dan akumulasi panas internal.
๐ Unsur Angin Abnormal: Menyebabkan pegal-pegal, nyeri otot, meriang, atau rasa tidak enak badan.
๐ Unsur Air Terganggu: Bermanifestasi sebagai lesi berisi nanah, cairan getah bening yang abnormal, dan peradangan jaringan.
๐ Unsur Tanah Tidak Seimbang: Menyebabkan kelainan kulit, berupa tukak, lepuhan, dan lesi seperti bisul pada tubuh.

Tabel Komparatif Konsep Antara Kedua Sistem Kedokteran
Untuk lebih memahami mekanisme penyakit monkeypox, kerangka konseptual kedokteran modern dapat dibandingkan dengan pengobatan tradisional Thai sebagai berikut:

Pendekatan Pengobatan Tradisional Thai Terhadap Perawatan dan Pengobatan
Saat menghadapi kondisi yang diklasifikasikan sebagai demam toksik atau demam hitam, prinsip utamanya adalah “mengeluarkan racun demam” dan “mendinginkan panas toksik” untuk mencegah racun masuk lebih dalam ke tubuh.
Ramuan herbal tradisional Thai, termasuk sediaan aromatik dan obat penurun demam yang terdaftar dalam Daftar Obat Esensial Nasional Thailand, umum digunakan untuk perawatan simtomatik. Contohnya meliputi:
๐ Ya Khiao Hom: Secara tradisional digunakan untuk menurunkan panas toksik, meredakan racun demam, dan membantu memunculkan ruam atau lesi seperti campak secara sistematis.
๐ Ya Ha Rak (Benchalokawichian): Formula penurun demam tradisional yang dikenal luas untuk meredakan demam, panas tubuh, dan berbagai jenis racun demam.
๐ Ya Khao: Ramuan pendingin yang digunakan untuk menurunkan demam, membersihkan panas toksik, dan meredakan peradangan internal.
Kesimpulan
Meskipun kedokteran modern dan pengobatan tradisional Thai menggunakan kerangka konseptual dan terminologi yang sepenuhnya berbeda, jika dilihat dari sisi gejala, perjalanan penyakit, dan epidemiologi, kedua sistem menunjukkan keselarasan yang sangat bermakna.
Dari perspektif pengobatan tradisional Thai, monkeypox dapat dipahami sebagai kondisi di mana “patogen toksik” mengganggu unsur dan darah tubuh, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan. Integrasi pengetahuan dari kedua sistem kedokteran tidak hanya memperluas pemahaman kita terhadap penyakit ini namun juga menyediakan perspektif tambahan untuk perawatan, pengobatan, dan pemulihan kesehatan.
Disusun dan disebarluaskan oleh:
Waesaming Waehama, ATTM
Wakil Dekan, College of Oriental Medicine
Universitas Rangsit
Referensi : ArokaGO Health Library Symptoms Monkeypox
Thai Medical and Wellness Tourism Association (TMWTA)
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

CoolSculpting: Non-Surgical Fat Reduction with Controlled Cooling
Excess fat can affect people of different ages and body types. Its accumulation is influenced by diet, physical activity, lifestyle, age, hormones, genetics, and overall body composition.

Sculptra: Collagen Stimulation for Firmer
Sculptra is an injectable collagen-stimulating treatment designed to improve the skin’s underlying structure gradually.

Pico Laser: A Modern Treatment for Pigmentation
Pico Laser is a modern aesthetic treatment designed to improve uneven skin tone, pigmentation, acne marks, scars, and tattoos while supporting a smoother and more radiant complexion.