ArokaGO
  • Komunitas

Perusahaan

ArokaGO

Platform wisata medis terpercaya Anda. Terhubung dengan penyedia layanan kesehatan kelas dunia di Thailand.

Apple StoreGoogle Play
FacebookInstagramYouTubeTikTokLinkedInRahu

Untuk Pasien

  • Dasbor
  • Cari Penyedia
  • Masuk
  • Daftar sebagai Pasien
  • Pesan Janji Temu

Untuk Penyedia

  • Dasbor
  • Janji Temu
  • Obrolan
  • Masuk
  • Bergabung sebagai Penyedia

Hubungi Kami

  • Bangkok, Thailand
  • +66 65 829 4562
  • contact@arokago.com

Hukum

  • Penafian
  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Ulasan
  • Periklanan

© 2026 ArokaGO. Semua hak dilindungi.

  1. Artikel
  2. Mother & Child
  3. Pneumonia

Pneumonia

MMuangloei Ram Hospitalon March 28, 2026baca 3 menit
Pneumonia

Pneumonia, atau radang paru-paru, adalah kondisi yang disebabkan oleh infeksi atau peradangan pada paru-paru. Kondisi ini dapat terjadi akibat berbagai patogen seperti virus, bakteri, atau jamur, atau dari paparan bahan kimia. Penyakit ini dapat menyerang semua usia, namun lebih sering ditemukan pada anak kecil di bawah 5 tahun, lansia, dan individu dengan kondisi yang mendasari seperti penyakit jantung, penyakit paru kronis, diabetes, atau sistem imun yang lemah.

 

Penyebab

Mayoritas kasus disebabkan oleh infeksi, terutama infeksi bakteri. Pneumonia dapat menyebar melalui inhalasi droplet di udara dari batuk atau bersin, atau melalui penggunaan alat makan bersama atau barang pribadi seperti gelas minum atau sapu tangan. Gejala dapat muncul dalam 1-3 hari setelah terpapar. Sebagian kecil kasus disebabkan oleh paparan bahan kimia, seperti amonia atau nitrogen dioksida.

 

Gejala Pneumonia

Beberapa pasien mungkin awalnya mengalami hidung berair, bersin, atau hidung tersumbat.
Sebagian lainnya mengalami demam tinggi dan menggigil.
Sesak napas adalah gejala yang sering terjadi.
Nyeri dada dapat terjadi, sering kali terlokalisasi pada area yang meradang.
Batuk merupakan gejala utama—awalnya kering, kemudian menghasilkan dahak yang kental.

 

Diagnosa

 

Jika pasien datang dengan gejala demam tinggi, menggigil, batuk berdahak (dahak kuning atau hijau), dan kesulitan bernapas, dokter dapat mencurigai pneumonia dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut:

 

 

 

 

 

 - Hitung darah lengkap (CBC), yang dapat menunjukkan peningkatan jumlah sel darah putih

 - Analisis dan kultur dahak untuk mengidentifikasi organisme penyebab

 - Kultur darah (hasil dapat memerlukan 3-4 hari)

 - Rontgen dada untuk menentukan lokasi infeksi

 

Pengobatan

Pada anak-anak, pneumonia sering disebabkan oleh virus dan mungkin tidak memerlukan rawat inap. Perawatan meliputi mendorong asupan cairan, memantau suhu tubuh, dan meminum obat yang diresepkan secara teratur. Obat batuk bebas sebaiknya dihindari. Orang tua harus memperhatikan tanda seperti bibir atau kuku yang membiru dan segera mencari pertolongan medis jika terjadi.

Jika disebabkan oleh bakteri atau gejalanya berat (demam tinggi, kesulitan bernapas berat, batuk menetap), perawatan di rumah sakit mungkin diperlukan. Penanganan dapat meliputi terapi oksigen, antibiotik, dan cairan infus.

 

Komplikasi

 - Efusi pleura: Penumpukan cairan di rongga pleura, dapat sembuh sendiri atau memerlukan pengeluaran cairan jika berat

 - Empiema: Nanah di rongga pleura, sering disertai demam tinggi dan kesulitan bernapas

 - Pneumotoraks: Kebocoran udara ke rongga dada, menyebabkan dada terasa sesak dan sesak napas

 - Perikarditis dan meningitis (jarang)

 - Gagal jantung, terutama pada pasien dengan riwayat penyakit jantung

 

Pencegahan

Vaksinasi dapat membantu mencegah beberapa jenis pneumonia, seperti yang disebabkan oleh Haemophilus influenzae, pertusis, dan bakteri pneumokokus. Vaksinasi influenza juga direkomendasikan.
Hindari kontak dekat dengan orang yang terinfeksi dan keramaian.
Orang yang sakit sebaiknya mengenakan masker untuk mencegah penularan infeksi kepada orang lain.

 

 

 

sumber : Muangloei Ram Hospital

Muangloei Ram Hospital

**Diterjemahkan dan disusun oleh Tim Konten ArokaGO

M
Muangloei Ram Hospital

Penulis Independen

Bagikan artikel ini

Pada halaman ini
  • Penyebab
  • Gejala Pneumonia
  • Diagnosa
  • Pengobatan
  • Pencegahan

Bagikan artikel ini

M
Muangloei Ram Hospital

Penulis

Artikel Lainnya

Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

Pneumonia terkait RSV pada Lansia Dapat Dicegah dengan Vaksinasi
Mar 28, 2026•Health

Pneumonia terkait RSV pada Lansia Dapat Dicegah dengan Vaksinasi

Respiratory Syncytial Virus (RSV) adalah virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan dan merupakan penyebab kedua pneumonia virus pada lansia. Gejalanya mirip dengan influenza, meliputi demam, batuk, pilek, sesak napas, dan mengi. Banyak orang percaya RSV hanya menyerang anak kecil, namun pada kenyataannya, orang dewasa lanjut usia—terutama mereka yang memiliki kondisi medis dasar seperti diabetes, penyakit jantung, atau penyakit paru kronis—berisiko tinggi mengalami pneumonia terkait RSV, yang dapat menjadi parah dan bahkan mengancam jiwa.

4 Tanda Peringatan Nyeri Sendi Jari: Kondisi Umum Apa yang Mungkin Mereka Tindikasikan?
Mar 28, 2026•Pengetahuan

4 Tanda Peringatan Nyeri Sendi Jari: Kondisi Umum Apa yang Mungkin Mereka Tindikasikan?

Nyeri sendi jari adalah gejala umum yang dialami oleh banyak orang dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Namun, hal ini dapat menjadi tanda peringatan adanya kondisi terkait sendi yang mendasarinya. Artikel ini akan membantu Anda memahami penyakit-penyakit umum yang berhubungan dengan nyeri sendi jari, termasuk penyebab, gejala, dan pendekatan pengobatan yang tepat—sehingga Anda dapat menjaga kesehatan dan mencari perhatian medis secara tepat waktu.

Sleep Apnea diobati dengan Stimulasi Saraf Hypoglossal
Mar 28, 2026•Health

Sleep Apnea diobati dengan Stimulasi Saraf Hypoglossal

Obstructive Sleep Apnea (OSA) adalah suatu kondisi yang secara signifikan memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Henti napas berulang atau obstruksi jalan napas saat tidur tidak hanya menyebabkan kantuk di siang hari, kelelahan, dan penurunan konsentrasi, tetapi juga meningkatkan risiko hipertensi, penyakit kardiovaskular, dan stroke. Namun, kondisi ini dapat diobati dengan Hypoglossal Nerve Stimulation (HNS). Terapi ini bekerja dengan menstimulasi saraf yang mengontrol pergerakan lidah, membantu menjaga jalan napas tetap terbuka saat tidur dan mencegah obstruksi. Ini merupakan opsi pengobatan canggih yang dapat meningkatkan kualitas hidup, mengurangi gejala, serta menawarkan alternatif yang efektif dan aman bagi pasien.