Pneumonia

Pneumonia, atau radang paru-paru, adalah kondisi yang disebabkan oleh infeksi atau peradangan pada paru-paru. Kondisi ini dapat terjadi akibat berbagai patogen seperti virus, bakteri, atau jamur, atau dari paparan bahan kimia. Penyakit ini dapat menyerang semua usia, namun lebih sering ditemukan pada anak kecil di bawah 5 tahun, lansia, dan individu dengan kondisi yang mendasari seperti penyakit jantung, penyakit paru kronis, diabetes, atau sistem imun yang lemah.
Penyebab
Mayoritas kasus disebabkan oleh infeksi, terutama infeksi bakteri. Pneumonia dapat menyebar melalui inhalasi droplet di udara dari batuk atau bersin, atau melalui penggunaan alat makan bersama atau barang pribadi seperti gelas minum atau sapu tangan. Gejala dapat muncul dalam 1-3 hari setelah terpapar. Sebagian kecil kasus disebabkan oleh paparan bahan kimia, seperti amonia atau nitrogen dioksida.
Gejala Pneumonia
Beberapa pasien mungkin awalnya mengalami hidung berair, bersin, atau hidung tersumbat.
Sebagian lainnya mengalami demam tinggi dan menggigil.
Sesak napas adalah gejala yang sering terjadi.
Nyeri dada dapat terjadi, sering kali terlokalisasi pada area yang meradang.
Batuk merupakan gejala utama—awalnya kering, kemudian menghasilkan dahak yang kental.
Diagnosa
Jika pasien datang dengan gejala demam tinggi, menggigil, batuk berdahak (dahak kuning atau hijau), dan kesulitan bernapas, dokter dapat mencurigai pneumonia dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut:
- Hitung darah lengkap (CBC), yang dapat menunjukkan peningkatan jumlah sel darah putih
- Analisis dan kultur dahak untuk mengidentifikasi organisme penyebab
- Kultur darah (hasil dapat memerlukan 3-4 hari)
- Rontgen dada untuk menentukan lokasi infeksi
Pengobatan
Pada anak-anak, pneumonia sering disebabkan oleh virus dan mungkin tidak memerlukan rawat inap. Perawatan meliputi mendorong asupan cairan, memantau suhu tubuh, dan meminum obat yang diresepkan secara teratur. Obat batuk bebas sebaiknya dihindari. Orang tua harus memperhatikan tanda seperti bibir atau kuku yang membiru dan segera mencari pertolongan medis jika terjadi.
Jika disebabkan oleh bakteri atau gejalanya berat (demam tinggi, kesulitan bernapas berat, batuk menetap), perawatan di rumah sakit mungkin diperlukan. Penanganan dapat meliputi terapi oksigen, antibiotik, dan cairan infus.
Komplikasi
- Efusi pleura: Penumpukan cairan di rongga pleura, dapat sembuh sendiri atau memerlukan pengeluaran cairan jika berat
- Empiema: Nanah di rongga pleura, sering disertai demam tinggi dan kesulitan bernapas
- Pneumotoraks: Kebocoran udara ke rongga dada, menyebabkan dada terasa sesak dan sesak napas
- Perikarditis dan meningitis (jarang)
- Gagal jantung, terutama pada pasien dengan riwayat penyakit jantung
Pencegahan
Vaksinasi dapat membantu mencegah beberapa jenis pneumonia, seperti yang disebabkan oleh Haemophilus influenzae, pertusis, dan bakteri pneumokokus. Vaksinasi influenza juga direkomendasikan.
Hindari kontak dekat dengan orang yang terinfeksi dan keramaian.
Orang yang sakit sebaiknya mengenakan masker untuk mencegah penularan infeksi kepada orang lain.
sumber : Muangloei Ram Hospital
**Diterjemahkan dan disusun oleh Tim Konten ArokaGO
Penulis Independen
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

“Cacar Monyet” Saat Ini Menyebar di Thailand: Perspektif Pengobatan Tradisional Thailand
Di dunia saat ini, di mana kita terus menghadapi penyebaran penyakit infeksius baru dan yang muncul kembali seperti monkeypox, memahami penyakit melalui berbagai perspektif dapat membantu kita merespons dengan lebih komprehensif. Meskipun teks medis tradisional Thailand klasik tidak secara langsung menggambarkan “virus,” karena pengetahuan ini dikembangkan sebelum penemuan ilmiah mengenai mikroorganisme, gejala dan karakteristik penyakit ini masih dapat ditafsirkan secara bermakna melalui teori pengobatan tradisional Thailand kuno.

Wisata Kesejahteraan di Thailand | Mengapa Pelancong Datang Lebih dari Sekadar Liburan
Ketika orang memikirkan Thailand, biasanya yang terlintas adalah pantai, makanan jalanan, kuil, dan kehidupan kota yang semarak. Namun dalam beberapa tahun terakhir, sesuatu telah berubah. Semakin banyak wisatawan yang datang dengan tujuan berbeda — tidak hanya untuk menjelajah, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan, mengurangi stres, menjalani skrining kesehatan preventif, atau sekadar merawat diri mereka dengan lebih baik.

Pariwisata Medis di Thailand: Tempat Penyembuhan yang Terasa Seperti Liburan Sepanjang Hayat
Bayangkan Anda terbangun di Bangkok, menghadap Sungai Chao Phraya saat perahu ekor panjang melintas di jendela Anda. Beberapa jam kemudian, Anda telah menyelesaikan skrining kesehatan lengkap di rumah sakit bertaraf internasional, meninjau hasilnya, dan menikmati kopi dingin di tepi kolam renang atap sebelum makan malam di Asiatique.