Pahami Cacar Air & Herpes Zoster: Kenali Mereka, Cegah Mereka

Pahami Cacar Air & Herpes Zoster: Kenali, Cegah
Tahukah Anda?
Cacar air dan Herpes zoster disebabkan oleh virus yang sama.
Varicella-Zoster Virus (VZV) bertanggung jawab atas kedua kondisi tersebut, namun gejalanya muncul berbeda pada tahapan usia yang berbeda. Memahami kedua penyakit ini dapat membantu Anda melakukan langkah pencegahan dan mencari pengobatan dengan tepat waktu.

Cacar Air
Siapa yang berisiko?
Cacar air umumnya menyerang anak-anak atau individu yang belum pernah mengalami infeksi sebelumnya.
Penularan
Cacar air menyebar melalui:
๐ Batuk
๐ Bersin
๐ Kontak langsung dengan cairan dari lepuh.
Gejala
๐ Demam
๐ Lemas
๐ Ruam merah dan gatal yang menyebar ke seluruh tubuh
๐ Ruam berkembang menjadi lepuh berisi cairan, kemudian membentuk keropeng.
Pengobatan
๐ Obat antivirus untuk mengurangi keparahan gejala
๐ Obat penurun demam untuk mengontrol suhu tubuh
๐ Obat anti-gatal untuk meredakan rasa gatal
๐ Hindari menggaruk untuk mencegah bekas luka
Bahkan setelah sembuh, virus ini tidak sepenuhnya hilang–virus tetap dorman di ganglion saraf.

Herpes Zoster
Siapa yang berisiko?
Herpes zoster lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua atau individu dengan sistem imun yang lemah.
Penyebab
Herpes zoster disebabkan oleh reaktivasi VZV yang dorman. Ini dapat terjadi karena faktor-faktor seperti:
๐ Stres
๐ Penuaan
๐ Kondisi kesehatan tertentu yang melemahkan sistem imun.
Gejala
๐ Nyeri seperti terbakar, kesemutan, atau seperti sengatan listrik sepanjang jalur saraf (biasanya pada satu sisi tubuh)
๐ Setelah 2-3 hari, muncul ruam merah berkelompok, diikuti lepuh berisi cairan.
Penularan
Herpes zoster sendiri tidak menular secara langsung. Namun, kontak dengan cairan dari lepuh dapat menyebabkan cacar air pada seseorang yang belum pernah mengalaminya.
Komplikasi Umum
๐ Neuralgia Pasca Herpetik (Postherpetic Neuralgia/PHN): Ini adalah nyeri saraf yang persisten dan dapat berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. PHN secara signifikan memengaruhi kualitas hidup penderita.
Penting
Jika dicurigai herpes zoster, segera konsultasi ke dokter dalam 72 jam untuk mendapatkan pengobatan antivirus. Hal ini dapat:
๐ Mengurangi keparahan gejala
๐ Menurunkan risiko nyeri saraf jangka panjang (PHN)
Pencegahan dengan Vaksinasi
Vaksin Cacar Air
Vaksin cacar air direkomendasikan mulai usia 1 tahun:
๐ Usia 1-12 tahun: 2 dosis, dengan jarak minimal 3 bulan
๐ Usia 13 tahun ke atas: 2 dosis, dengan jarak minimal 1 bulan
Vaksin Herpes Zoster
Vaksin herpes zoster direkomendasikan untuk dewasa usia 50 tahun ke atas atau individu lebih muda dengan sistem imun lemah:
๐ 2 dosis, diberikan dengan interval 2-6 bulan
๐ Membantu mengurangi risiko dan keparahan herpes zoster.
Kesimpulan
Baik cacar air maupun herpes zoster disebabkan oleh virus yang sama, namun menyerang kelompok usia yang berbeda dan menyebabkan gejala yang berbeda. Mencegah cacar air dengan vaksinasi dapat membantu menurunkan risiko herpes zoster di kemudian hari. Jika Anda berisiko mengalami herpes zoster, pertimbangkan vaksin herpes zoster untuk mengurangi keparahan dan risiko komplikasi. Penanganan dini sangat penting pada kedua kondisi tersebut untuk meminimalkan komplikasi dan mempercepat pemulihan.
sumber: Rajavej Hospital Chiangmai
**Diterjemahkan dan disusun oleh Tim Konten ArokaGO
Penulis Independen
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

Sindrom Kantor
Ini adalah kelompok gejala yang disebabkan oleh perilaku kerja yang berulang dalam jangka waktu lama, terutama duduk dengan postur yang tidak tepat saat bekerja di komputer, yang mempengaruhi otot tubuh dan berbagai sistem.

Akupunktur untuk Pengobatan Depresi
lebih dari 280 juta orang di seluruh dunia terkena kondisi ini. Gejala umum meliputi sedih yang berkepanjangan, putus asa, energi rendah, kehilangan minat, insomnia, konsentrasi yang buruk, dan dalam beberapa kasus, pikiran bunuh diri.

Penyakit Pneumokokus Invasif (PPI)
Penyakit Pneumokokus Invasif (IPD) adalah infeksi bakteri serius yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae. Bakteri ini umumnya terdapat di hidung dan tenggorokan dan dapat menyebar dari orang ke orang dengan cara yang mirip dengan flu biasa—melalui batuk, bersin, atau kontak dengan sekresi saluran pernapasan.