Hubungan Seks Tanpa Pengaman dan Risiko HIV: Tingkat Infeksi?

Bagaimana HIV Ditularkan?
HIV menyebar melalui cairan tubuh tertentu:
๐ Darah
๐ Sperma
๐ Cairan vagina
๐ ASI
Risiko Infeksi HIV per Paparan
Rata-rata risiko berdasarkan penelitian (per satu kali paparan):
1. Seks Vagina
๐ Risiko: 0,08% - 0,1% (~1 dari 1.000)
2. Seks Anal (terutama pasangan reseptif)
๐ Risiko: 1,4% - 1,7%
๐ Risiko lebih tinggi karena jaringan rapuh dan luka mikro
3. Seks Oral
Risiko sangat rendah
๐ Luka terbuka di mulut
๐ Gusi berdarah
Apa Itu PEP (Profilaksis Pascapaparan)?
PEP adalah pengobatan antiretroviral yang diminum setelah terpapar untuk mencegah infeksi HIV .
Kondisi Utama
๐ Harus mulai dikonsumsi dalam 72 jam (3 hari)
๐ Efektivitas terbaik bila dimulai dalam 2 jam
๐ Harus diminum terus-menerus selama 28 hari
Efektivitas
๐ Mengurangi risiko sebesar 80-90%+ bila dikonsumsi dengan benar
Jika Telah Lewat 72 Jam
PEP sudah tidak efektif lagi
๐ Tes HIV
๐ Praktik seks aman
๐ Hindari risiko lebih lanjut
Garis Waktu Tes HIV Setelah Paparan
4 Minggu (1 Bulan)
๐ Tes pertama
๐ Mendeteksi sebagian besar infeksi (tes generasi ke-4)
๐ Belum 100% pasti
12 Minggu (3 Bulan)
๐ Tes lanjutan
๐ Akurasi: >99% (konfirmatori)
24 Minggu (6 Bulan)
๐ Opsional (bagi individu dengan risiko tinggi atau imunokompromais)
Ringkasan
๐ Seks tanpa kondom membawa risiko nyata infeksi HIV
๐ Meskipun persentasenya tampak rendah, akibatnya seumur hidup
sumber : CH9 Airport Hospital
**Diterjemahkan dan disusun oleh Tim Konten ArokaGO
Penulis Independen
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

Jari Kunci (Tenosinovitis Stenosing)
Jari Pengait adalah kondisi di mana satu atau lebih jari terjebak dalam posisi melengkung dan tidak dapat diluruskan secara normal.

"Penyakit Ginjal" Ancaman Diam-Diam yang Tidak Boleh Anda Abaikan: Kenali Sejak Dini, Cegah Sebelum Terlambat
Penyakit ginjal adalah salah satu penyakit kronis yang paling umum di antara masyarakat Thailand, dan prevalensinya terus meningkat. Yang sangat memprihatinkan adalah penyakit ginjal pada tahap awal sering kali tidak menunjukkan gejala, sehingga banyak pasien baru mengetahui kondisinya setelah penyakit tersebut sudah berkembang ke tahap yang lebih parah. Memahami penyakit ginjal sejak tahap awal sangat penting untuk pencegahan yang efektif dan untuk memperlambat penurunan fungsi ginjal.

Panduan untuk Pasien dengan Penyakit Ginjal dan Degenerasi Ginjal Dini
Pasien yang didiagnosis dengan disfungsi ginjal tahap awal memiliki kemampuan yang berkurang untuk mengeliminasi limbah dari tubuh.