Kekurangan Vitamin

Vitamin bertindak sebagai komponen esensial yang membantu tubuh berfungsi dengan baik. Saat ini, defisiensi vitamin semakin umum terjadi akibat berbagai penyebab. Meskipun gejalanya tidak selalu tampak jelas, dalam kedokteran pencegahan dan anti-aging, defisiensi vitamin dapat memberikan dampak negatif yang signifikan pada tubuh, seperti melemahkan sistem imun dan meningkatkan risiko berbagai penyakit.
Oleh karena itu, disarankan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan guna menganalisis kadar nutrisi. Pengukuran vitamin dan mineral dapat membantu menilai keseimbangan tubuh atau mengidentifikasi kekurangan melalui pemeriksaan laboratorium modern, termasuk tes darah, tes urin, atau analisis DNA.
Defisiensi Vitamin yang Umum di Thailand
Defisiensi Vitamin B1 (Defisiensi Tiamin)
Gejala awal meliputi kesemutan di tangan dan kaki, kelelahan, mudah lelah, kehilangan nafsu makan, perut kembung, sembelit, dan sering kram otot. Pada kasus yang berat, dapat menyebabkan kelemahan otot, detak jantung tidak teratur, sesak napas, pembesaran jantung, gagal jantung, bahkan kematian.
Namun, defisiensi vitamin B1 dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan yang kaya vitamin B, seperti beras merah dan kacang-kacangan (misalnya kacang hijau, kacang merah, kedelai, dan kacang tanah).
Penyebab umum defisiensi vitamin B1 antara lain aktivitas fisik berat, konsumsi makanan yang merusak vitamin B1 (seperti makanan mentah), infeksi, dan kondisi medis tertentu yang menyebabkan kehilangan vitamin, termasuk alkoholisme kronis, gagal ginjal yang memerlukan dialisis, dan hipertiroidisme.
Defisiensi Vitamin D
Defisiensi vitamin D umum ditemukan pada lansia usia 60 ke atas, individu dalam masa menopause, dan wanita pascamenopause. Hal ini meningkatkan risiko osteoporosis.
Vitamin D berperan penting dalam mengatur hormon yang mempengaruhi kehilangan kalsium dari tulang. Vitamin D juga membantu tubuh menyerap kalsium ke dalam tulang dan mendukung kekuatan otot, sehingga membantu mencegah osteoporosis.
Penyebab Defisiensi Vitamin D
Defisiensi vitamin D dapat terjadi akibat asupan makanan yang tidak cukup, seperti pada individu yang mengikuti pola makan vegetarian, atau penurunan penyerapan nutrisi seiring pertambahan usia. Selain itu, paparan sinar matahari yang terbatas mengurangi kemampuan kulit dalam mensintesis vitamin D.
Berdasarkan statistik, banyak juga orang di Thailand mengalami kekurangan vitamin dan mineral lain, termasuk vitamin A, C, E, kalsium, asam folat, magnesium, kalium, selenium, dan seng. Nutrisi-nutrisi ini berperan penting dalam sistem saraf, produksi sel darah merah, dan fungsi kekebalan tubuh.
Bagaimana Memastikan Anda Mendapatkan Nutrisi yang Tepat?
Bagaimana kita bisa yakin bahwa tubuh kita telah menerima semua nutrisi penting tanpa membuang uang untuk suplemen yang tidak efektif? Alih-alih memilih vitamin atau suplemen secara acak, bukankah lebih baik mengetahui secara pasti apa yang dibutuhkan tubuh Anda?
Di Personalized Medicine Center di Trayya Institute, kami menawarkan solusi suplemen yang disesuaikan dengan menggunakan teknologi medis canggih. Pendekatan ini membantu mengatasi defisiensi vitamin dan mineral secara individual, karena setiap orang memiliki kebutuhan nutrisi dan kemampuan penyerapan yang unik.
Menyeimbangkan vitamin dan mineral tidak hanya membantu mencegah penyakit di masa depan tapi juga mendukung individu yang telah sehat untuk mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.
sumber: TRIA Medical Wellness
**Diterjemahkan dan disusun oleh Tim Konten ArokaGO
TRIA Medical Wellness Center
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

Hotel Terbaik di Thailand untuk Pelancong Medis dan Kesehatan
Thailand adalah salah satu destinasi paling menarik di dunia untuk wisata medis, perjalanan kebugaran, masa pemulihan, dan liburan yang berfokus pada kesehatan. Bagi wisatawan internasional, memilih hotel terbaik di Thailand bukan hanya tentang kemewahan atau lokasi. Ini juga tentang kenyamanan, privasi, aksesibilitas, fasilitas kebugaran, dan kemampuan untuk mendukung perjalanan layanan kesehatan yang lancar.

“Cacar Monyet” Saat Ini Menyebar di Thailand: Perspektif Pengobatan Tradisional Thailand
Di dunia saat ini, di mana kita terus menghadapi penyebaran penyakit infeksius baru dan yang muncul kembali seperti monkeypox, memahami penyakit melalui berbagai perspektif dapat membantu kita merespons dengan lebih komprehensif. Meskipun teks medis tradisional Thailand klasik tidak secara langsung menggambarkan “virus,” karena pengetahuan ini dikembangkan sebelum penemuan ilmiah mengenai mikroorganisme, gejala dan karakteristik penyakit ini masih dapat ditafsirkan secara bermakna melalui teori pengobatan tradisional Thailand kuno.

Wisata Kesejahteraan di Thailand | Mengapa Pelancong Datang Lebih dari Sekadar Liburan
Ketika orang memikirkan Thailand, biasanya yang terlintas adalah pantai, makanan jalanan, kuil, dan kehidupan kota yang semarak. Namun dalam beberapa tahun terakhir, sesuatu telah berubah. Semakin banyak wisatawan yang datang dengan tujuan berbeda — tidak hanya untuk menjelajah, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan, mengurangi stres, menjalani skrining kesehatan preventif, atau sekadar merawat diri mereka dengan lebih baik.