Apa yang Terkandung dalam Air Mata Buatan

Tear alami bertindak sebagai pelindung antara mata dan lingkungan sekitarnya. Tear alami melumasi permukaan okular, membersihkan partikel kecil, mendukung penglihatan yang jernih, dan membantu melindungi kornea serta konjungtiva dari iritasi dan infeksi.
Film air mata terutama terdiri dari lapisan aqueous-mucin yang ditutupi oleh lapisan lipid luar. Komponen aqueous memberikan kelembapan dan zat-zat esensial, sedangkan lapisan lipid menciptakan permukaan optik yang halus dan memperlambat penguapan air mata.
Ketika mata tidak memproduksi cukup air mata, atau ketika air mata menguap terlalu cepat, air mata buatan dapat melengkapi film air mata alami. Tergantung pada kandungannya, produk ini dapat melakukan lebih dari sekadar memberikan kelembapan: dapat meningkatkan stabilitas air mata, melindungi sel-sel permukaan okular, mengurangi penguapan, dan mendukung penyembuhan.
Enam Komponen Utama Air Mata Buatan
1. Agen Peningkat Viskositas
Agen peningkat viskositas merupakan salah satu bahan yang paling umum dalam air mata buatan. Bahan ini meningkatkan kekentalan larutan, sehingga dapat bertahan lebih lama di mata.
Fungsi utamanya meliputi:
๐ Melumasi permukaan mata
๐ Mengurangi gesekan antara kelopak mata dan kornea
๐ Meredakan rasa terbakar, kekeringan, dan iritasi
๐ Meningkatkan stabilitas film air mata
๐ Membantu mempertahankan kelembapan pada permukaan okular
Bahan peningkat viskositas yang umum meliputi:
๐ Turunan selulosa
๐ Dekstran
๐ Gelatin
๐ Poliol cair
๐ Polivinil alkohol
๐ Povidon
Salah satu bahan yang sering digunakan adalah sodium carboxymethylcellulose, atau CMC. Zat ini mengikat air dan melekat pada permukaan okular, sehingga bermanfaat untuk gejala mata kering ringan hingga sedang.
Produk yang lebih kental dapat bertahan lebih lama tetapi dapat mengaburkan penglihatan sementara. Karena itu, gel dan salep sering lebih sesuai untuk penggunaan malam hari.
2. Elektrolit
Tear alami mengandung elektrolit seperti:
๐ Natrium
๐ Kalium
๐ Klorida
๐ Magnesium
๐ Kalsium
Zat-zat ini membantu mempertahankan hidrasi normal, pH, keseimbangan osmotik, dan fungsi sel pada permukaan okular.
Elektrolit dalam air mata buatan dapat membantu formulasi menjadi lebih mirip dengan air mata alami dan mendukung kesehatan sel kornea serta konjungtiva.
Beberapa formulasi mengandung bahan penyangga seperti asam borat untuk membantu mempertahankan pH yang sesuai. Sistem berbasis elektrolit tertentu juga dapat menjadi bagian dari sistem pengawet, seperti SofZia.
3. Osmoprotektan
Pada penyakit mata kering, penguapan air mata yang berlebihan dapat membuat film air mata menjadi sangat pekat. Kondisi ini dikenal sebagai hiperosmolaritas air mata.
Air mata hiperosmolar dapat memberi stres dan merusak sel di kornea dan konjungtiva, berkontribusi terhadap inflamasi, serta mendorong kematian sel terprogram, atau apoptosis.
Osmoprotektan membantu sel permukaan okular mempertahankan air dan menoleransi perubahan konsentrasi air mata.
Contohnya meliputi:
๐ L-karnitin
๐ Eritritol
๐ Betain
๐ Sorbitol
๐ Gliserin
๐ Trehalosa
Trehalosa adalah gula alami yang ditemukan pada tumbuhan, jamur, mikroorganisme, dan beberapa hewan. Zat ini dapat membantu melindungi sel dari dehidrasi dan stres lingkungan.
Air mata buatan yang mengandung osmoprotektan dapat sangat bermanfaat ketika mata kering berhubungan dengan peningkatan konsentrasi air mata dan kerusakan permukaan okular.
4. Minyak dan Surfaktan
Mata kering evaporatif umumnya berhubungan dengan lapisan lipid yang tidak adekuat atau tidak stabil.
Hal ini dapat terjadi ketika kelenjar meibom di sepanjang tepi kelopak mata tidak memproduksi cukup minyak yang sehat. Tanpa lapisan lipid yang efektif, komponen aqueous dari air mata akan menguap lebih cepat.
Air mata buatan yang mengandung minyak dirancang untuk mendukung atau menggantikan sebagian lapisan lipid ini. Produk ini dapat mengandung:
๐ Liposom
๐ Nanodroplet minyak halus
๐ Emulsi minyak-dalam-air
๐ Minyak mineral atau minyak lain yang diformulasikan secara medis
๐ Surfaktan yang membantu mendistribusikan minyak secara merata
Formulasi ini dapat membantu:
๐ Mengurangi penguapan air mata
๐ Meningkatkan stabilitas film air mata
๐ Menghaluskan permukaan okular
๐ Meredakan rasa terbakar dan iritasi yang berhubungan dengan mata kering evaporatif
๐ Mendukung pasien dengan disfungsi kelenjar meibom
Beberapa air mata buatan juga mengandung antioksidan atau bahan terkait vitamin, seperti:
๐ Vitamin A
๐ Vitamin E
๐ Koenzim Q10
๐ Asam lipoat
๐ Vitamin B5, B6, atau B12
๐ Asam epsilon-aminokaproat
Namun, bukti untuk masing-masing bahan antioksidan masih terbatas karena banyak yang hanya diteliti sebagai bagian dari formulasi kombinasi. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan manfaat klinis spesifiknya.
5. Bahan yang Mendukung Penyembuhan dan Mengurangi Inflamasi
Bahan tertentu dalam air mata buatan dapat mendukung perbaikan permukaan okular sekaligus memberikan pelumasan.
Asam Hialuronat
Asam hialuronat, atau HA, adalah zat alami dengan kemampuan tinggi mengikat air.
Zat ini dapat membantu:
๐ Mempertahankan kelembapan
๐ Meningkatkan pelumasan
๐ Menstabilkan film air mata
๐ Mendorong migrasi dan penyembuhan sel permukaan
๐ Mengurangi gesekan saat berkedip
Asam hialuronat dengan berat molekul tinggi juga dapat memiliki sifat menenangkan dan antiinflamasi.
Beberapa studi menunjukkan bahwa HA dapat mendukung penyembuhan setelah abrasi kornea atau cedera kimia tertentu. Namun, cedera mata yang serius memerlukan penanganan spesialis dan tidak boleh ditangani hanya dengan air mata buatan.
Carboxymethylcellulose
CMC dapat melekat pada sel epitel kornea dan tetap berada di permukaan okular untuk waktu yang lama. Zat ini dapat mendukung pemulihan kerusakan permukaan ringan dan meningkatkan retensi air mata.
Emulsi Kationik
Emulsi kationik memiliki muatan listrik positif yang membantu melekat pada permukaan mata yang bermuatan negatif.
Produk ini dapat:
๐ Mendukung lapisan lipid
๐ Meningkatkan distribusi minyak di seluruh film air mata
๐ Mengurangi penguapan
๐ Bertahan lebih lama di mata
๐ Mendukung penyembuhan kerusakan epitel ringan
Air mata buatan dapat mengurangi iritasi dan mendukung permukaan okular, tetapi bukan pengganti terapi antiinflamasi resep ketika terdapat inflamasi yang signifikan.
6. Pengawet
Botol multidosis umumnya mengandung pengawet untuk mencegah kontaminasi mikroba setelah dibuka dan untuk memperpanjang masa pakai produk.
Benzalkonium Klorida
Benzalkonium chloride, atau BAK, adalah pengawet yang banyak digunakan. Zat ini efektif terhadap mikroorganisme tetapi dapat mengiritasi atau merusak permukaan okular bila digunakan sering atau dalam jangka panjang, terutama pada orang dengan mata kering sedang atau berat.
Sistem Pengawet yang Lebih Lembut
Pengawet yang lebih baru dirancang untuk menimbulkan iritasi yang lebih sedikit. Contohnya meliputi:
๐ Polyquaternium-1, atau POLYQUAD®
๐ Sistem sodium chlorite seperti PURITE® atau OcuPURE®
๐ Edetate disodium, atau EDTA
Beberapa pengawet terurai menjadi komponen yang lebih tidak mengiritasi setelah terpapar cahaya atau film air mata.
Air Mata Buatan Bebas Pengawet
Air mata buatan bebas pengawet umumnya direkomendasikan untuk orang yang:
๐ Membutuhkan tetes mata lebih dari empat hingga enam kali per hari
๐ Memiliki mata kering sedang atau berat
๐ Memakai lensa kontak
๐ Memiliki mata sensitif
๐ Memiliki penyakit permukaan okular
๐ Baru menjalani operasi mata
๐ Bereaksi terhadap tetes mata yang mengandung pengawet
Produk bebas pengawet tersedia dalam wadah sekali pakai dan dalam botol multidosis khusus yang dirancang untuk mencegah kontaminasi.
Berbagai Air Mata Buatan Memiliki Tujuan yang Berbeda
Air mata buatan tidak identik. Kesesuaiannya bergantung pada jenis mata kering yang mendasarinya.
Mata Kering Defisiensi Aqueous
Ketika mata tidak memproduksi cukup air mata, produk yang mengandung agen pengikat air dan peningkat viskositas dapat bermanfaat.
Bahan yang umum meliputi:
๐ Asam hialuronat
๐ Carboxymethylcellulose
๐ Hydroxypropyl methylcellulose
๐ Povidon
Mata Kering Evaporatif
Ketika air mata menguap terlalu cepat karena lapisan lipid yang tidak adekuat, emulsi yang mengandung minyak atau produk liposomal mungkin lebih sesuai.
Terapi juga dapat mencakup kompres hangat dan higiene kelopak mata bila terdapat disfungsi kelenjar meibom.
Mata Kering Berat atau Persisten
Pasien dengan penyakit yang lebih berat mungkin memerlukan terapi tambahan, seperti:
๐ Tetes mata antiinflamasi resep
๐ Terapi untuk penyakit kelopak mata atau kelenjar meibom
๐ Sumbat punctum
๐ Tetes mata serum autologus
๐ Kacamata penahan kelembapan
๐ Penanganan kondisi autoimun atau sistemik yang mendasari
Cara Menggunakan Air Mata Buatan dengan Aman
๐ Cuci tangan sebelum meneteskan obat.
๐ Hindari menyentuhkan ujung botol ke mata, kelopak mata, atau bulu mata.
๐ Gunakan jumlah tetes yang dianjurkan.
๐ Tutup mata perlahan setelah aplikasi, bukan berkedip kuat.
๐ Ikuti petunjuk penyimpanan pada kemasan.
๐ Buang wadah sekali pakai setelah dibuka kecuali petunjuk produk menyatakan אחרת.
๐ Lepaskan lensa kontak bila diwajibkan oleh petunjuk produk.
๐ Jangan berbagi tetes mata dengan orang lain.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Mata
Evaluasi medis dianjurkan bila gejala mata kering:
๐ Berlanjut meskipun sudah menggunakan air mata buatan
๐ Memerlukan penggunaan yang sangat sering
๐ Disertai kemerahan atau nyeri yang signifikan
๐ Menyebabkan sensitivitas terhadap cahaya
๐ Mempengaruhi penglihatan
๐ Terjadi setelah cedera mata atau paparan bahan kimia
๐ Berhubungan dengan sekret atau dugaan infeksi
๐ Muncul setelah operasi mata
Dokter spesialis mata dapat mengevaluasi produksi air mata, penguapan, fungsi kelopak mata, kelenjar meibom, kesehatan kornea, dan stabilitas film air mata.
Air mata buatan mengandung lebih dari sekadar air. Kandungannya dapat menggantikan komponen air mata yang hilang, mengurangi penguapan, menstabilkan film air mata, melindungi sel-sel permukaan okular, dan mendukung penyembuhan. Oleh karena itu, memilih formulasi yang tepat sesuai penyebab dan tingkat keparahan mata kering sangat penting untuk mencapai peredaan yang efektif dan tahan lama.
Referensi :
Penulis Independen
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

Plank Exercises: More Than Abdominal Training
Plank exercises are commonly used to strengthen the abdominal muscles, but their benefits extend beyond improving the appearance of the waistline. When performed correctly, planks strengthen the core muscles that support the spine and may help improve posture, balance, and spinal stability.

Four Workplace Habits That Can Seriously Harm Your Spine
Many office workers unknowingly repeat habits that place unnecessary strain on the spine, spinal discs, muscles, and joints. Over time, poor posture and repetitive movements may contribute to neck pain, back pain, muscle tension, and reduced mobility.

Enam Kondisi Kehamilan Risiko Tinggi yang Setiap Calon Ibu Harus Ketahui
Kehamilan berisiko tinggi dapat memengaruhi kesehatan baik ibu maupun bayi yang sedang berkembang. Risiko ini mungkin lebih tinggi pada wanita yang sebelumnya pernah mengalami keguguran atau persalinan prematur, memiliki kondisi medis yang mendasari, atau hamil pada usia ibu yang sangat muda atau lanjut.