Apa Itu Vaksin Flu Semprot Hidung (LAIV)?

Seiring dengan datangnya musim influenza setiap tahun, melindungi diri dan orang yang Anda cintai—khususnya anak-anak dan lansia—menjadi prioritas utama. Vaksinasi tahunan influenza secara global direkomendasikan dan terbukti dapat mengurangi risiko penyakit parah, komplikasi, dan rawat inap.
Namun, salah satu penghalang utama yang mencegah banyak orang untuk divaksin adalah ketakutan terhadap jarum suntik (trypanophobia). Kekhawatiran ini terutama umum di kalangan anak-anak, dan bahkan beberapa orang dewasa, dan dapat memengaruhi keputusan kesehatan mereka secara signifikan.
Untuk mengatasi masalah ini, inovasi medis telah memperkenalkan opsi alternatif: vaksin flu semprot hidung. Tapi apa sebenarnya itu? Bagaimana cara kerjanya? Apakah aman dan efektif? Dan bagaimana perbandingannya dengan suntikan flu tradisional?
Artikel ini memberikan gambaran komprehensif untuk membantu Anda membuat keputusan yang tepat.
Apa Itu Vaksin Semprot Hidung Flu (LAIV)?
Vaksin influenza semprot hidung diberikan sebagai kabut halus yang disemprotkan langsung ke lubang hidung, bukan disuntikkan ke dalam otot.
Secara medis, itu dikenal sebagai LAIV (Live Attenuated Influenza Vaccine) yaitu vaksin yang terbuat dari virus influenza hidup tetapi dilemahkan.

Apakah Vaksin “Hidup” Aman?
Istilah "virus hidup" mungkin terdengar mengkhawatirkan, tetapi virus LAIV menjalani proses laboratorium yang sangat terkontrol yang secara signifikan melemahkannya.
Virus-virus lemah ini dirancang untuk:
• Tumbuh hanya pada suhu yang lebih dingin, seperti di dalam rongga hidung
• Tidak dapat bertahan hidup atau menyebabkan infeksi pada daerah yang lebih hangat seperti paru-paru atau organ dalam
Akibatnya, LAIV tidak dapat menyebabkan penyakit influenza parah, namun tetap cukup aktif untuk melatih sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan virus influenza yang nyata di masa depan.
Bagaimana LAIV Bekerja: Perlindungan Kekebalan Dua Lapisan
Salah satu keuntungan utama LAIV dibandingkan dengan suntikan flu tradisional terletak pada bagaimana ia merangsang sistem kekebalan tubuh.
Vaksin Flu yang Disuntikkan (IIV – Vaksin Inaktif)
• Merangsang kekebalan terutama di aliran darah (kekebalan sistemik)
• Setara dengan memiliki tentara yang siap di dalam kota
Vaksin Semprot Hidung (LAIV)
Merangsang kekebalan pada dua tingkatan:
1. Kekebalan sistemik di aliran darah
2. Kekebalan mukosa di lapisan hidung—titik masuk utama untuk virus influenza
Ini mirip dengan menempatkan penjaga langsung di gerbang masuk kota, menghentikan virus di titik masuk paling awal. Mekanisme ini meniru infeksi alami dan dapat memberikan pertahanan kekebalan yang lebih luas.
Saat ini, vaksin flu semprot hidung yang tersedia di Thailand (seperti FluMist) bersifat quadrivalent, mencakup empat strain influenza yang direkomendasikan setiap tahun oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Keuntungan Vaksin Flu Semprot Hidung
1. Bebas Jarum dan Tanpa Nyeri
Keuntungan paling jelas—tanpa suntikan. Ini sangat mengurangi stres, ketakutan, dan ketidaknyamanan, terutama pada anak-anak.
2. Pertahanan Kekebalan Dua Lapisan
Dengan mengaktifkan kekebalan mukosa di hidung, LAIV memberikan perlindungan garis depan yang efektif terhadap infeksi.
3. Meniru Infeksi Alami
Karena merupakan vaksin yang dilemahkan secara hidup, LAIV memicu respons imun yang lebih luas yang mungkin lebih mengenali strain virus yang mengalami mutasi ringan.
4. Efektivitas Tinggi—Terutama pada Anak-Anak
Penelitian menunjukkan bahwa LAIV:
• Memiliki efektifitas hingga 88% pada anak-anak dan remaja
• Sekitar 54,9% lebih efektif dibandingkan vaksin flu inaktif tradisional pada populasi pediatrik
• Mengurangi rawat inap terkait influenza hingga 63%
5. Cepat dan Mudah
Proses vaksinasi memerlukan waktu kurang dari satu menit, dengan penyemprotan pada setiap lubang hidung—tanpa jarum, tanpa perban.
Siapa yang Cocok Mendapatkan Vaksin Flu Semprot Hidung?
LAIV efektif, tetapi tidak cocok untuk semua orang.
Kelompok yang Direkomendasikan
• Anak-anak usia 2–17 tahun
• Orang dewasa sehat usia 18–49 tahun
"Kesehatan" sangat penting—penerima harus memiliki sistem kekebalan yang berfungsi normal. Penelitian juga menunjukkan efektivitas yang berkurang pada orang dewasa usia 50 tahun ke atas dibandingkan dengan vaksin yang disuntikkan.
Siapa yang TIDAK Boleh Menerima LAIV?
Karena merupakan vaksin yang hidup, LAIV memiliki kontraindikasi yang lebih ketat.
Sangat Dikontraindikasikan
• Anak-anak di bawah 2 tahun
• Orang dewasa usia 50 tahun atau lebih
• Wanita hamil
• Individu dengan sistem kekebalan yang lemah, termasuk:
o Pasien kanker yang menjalani kemoterapi
o Individu dengan HIV lanjut
o Penerima transplantasi organ
o Mereka yang mengonsumsi obat imunosupresan dosis tinggi
Gunakan dengan Hati-hati / Konsultasi Medis Diperlukan
• Pasien dengan asma, terutama anak-anak di bawah usia 5 tahun dengan riwayat mengi
• Individu dengan penyakit kronis (PPOK, penyakit jantung, penyakit ginjal)
• Anak-anak atau remaja yang mengonsumsi aspirin secara teratur
• Siapapun yang memiliki riwayat reaksi alergi parah terhadap vaksin flu atau protein telur
👉 Skrining medis oleh dokter diperlukan sebelum menerima LAIV.
Efek Samping yang Mungkin Muncul
Vaksin flu semprot hidung umumnya sangat aman. Sebagian besar efek samping bersifat ringan dan hilang dalam waktu 1–3 hari, menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh merespons.
Efek Samping Umum
• Kesesakan hidung atau pilek (paling umum, terutama pada anak-anak)
• Sakit tenggorokan
• Batuk
• Demam ringan
• Sakit kepala atau kelelahan
Reaksi Jarang Tetapi Serius
• Reaksi alergi parah (anafilaksis), seperti kesulitan bernapas atau pembengkakan wajah
Ini sangat jarang tetapi memerlukan perhatian medis segera.
Semprotan Hidung vs. Suntikan Flu: Perbedaan Utama
| Fitur | Semprotan Hidung (LAIV) | Suntikan Flu (IIV) |
| Jenis Virus | Hidup dilemahkan | Inaktif |
| Kekebalan | Darah + mukosa hidung | Darah saja |
| Administrasi | Semprotan hidung | Suntikan |
| Nyeri | Tidak ada | Ketidaknyamanan suntikan |
| Rentang usia | 2–49 tahun | 6 bulan ke atas |
| Kontraindikasi | Lebih banyak | Lebih sedikit |
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah saya masih bisa terkena flu setelah vaksinasi?
Ya. Tidak ada vaksin yang 100% efektif, tetapi vaksinasi secara signifikan mengurangi penyakit parah, komplikasi, dan rawat inap.
Apakah saya perlu mendapatkannya setiap tahun?
Ya. Kekebalan berkurang dalam waktu 6–12 bulan,
PRINC Hospital Suvarnabhumi
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

Is cycling really effective in treating osteoarthritis of the knee? Discover the techniques for strengthening your knees through cycling without surgery.
For those experiencing knee pain or suffering from osteoarthritis, physical movement can often be daunting. Many choose to stop moving for fear of further knee damage, but in reality, inactivity leads to muscle atrophy and knee stiffness. One of the most commonly recommended methods by doctors and physical therapists worldwide is cycling to treat osteoarthritis. But the question is, how can one cycle effectively for rehabilitation without worsening the joint condition? This article provides the answer.

Pentingnya Vitamin K dalam Osteoporosis
Osteoporosis adalah masalah kesehatan masyarakat yang besar, sebanding dengan diabetes, hipertensi, dan hiperlipidemia. Kondisi ini telah lama menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan kualitas hidup penduduk Thailand, khususnya pada orang dewasa yang lebih tua. Sebagian besar lansia dengan osteoporosis tidak mengalami gejala peringatan atau tanda-tanda awal, sehingga diagnosis terlambat dan pengobatan dini tidak dilakukan. Akibatnya, individu tersebut berisiko tinggi mengalami fraktur kerapuhan di berbagai lokasi, termasuk pergelangan tangan, tulang belakang, panggul, dan lengan atas.

Sakit Tennis Elbow: Nyeri pada Siku yang Tidak Hanya Dialami Atlet
Tennis Elbow, yang secara medis dikenal sebagai Lateral Epicondylitis, adalah kondisi peradangan pada tendon di sisi luar siku. Kondisi ini disebabkan oleh penggunaan lengan, pergelangan tangan, atau siku secara berulang dalam jangka waktu yang lama, seperti mengetik di komputer, menggunakan smartphone, mengangkat benda berat, atau bahkan melakukan pekerjaan rumah tangga rutin.