Apa yang Harus Dimakan oleh Orang dengan Diabetes?

Apa yang Sebaiknya Dimakan oleh Penderita Diabetes?
Diabetes mellitus adalah kondisi di mana kadar gula darah lebih tinggi dari normal. Hal ini terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan glukosa dari makanan secara efektif akibat masalah pada produksi insulin atau fungsi insulin.
Nutrisi yang tepat berperan krusial dalam mengontrol kadar gula darah dan mencegah komplikasi.
Pedoman Diet untuk Penderita Diabetes
1. Konsumsi makanan yang seimbang dan beragam. Makanlah secara teratur dan tepat waktu. Hindari hanya makan saat sangat lapar, karena dapat menyebabkan makan berlebihan.
2. Hindari makanan manis dan makanan yang mengandung gula tambahan.
3. Pilih makanan karbohidrat yang tinggi serat pangan, seperti nasi merah dan roti gandum utuh.
4. Kurangi konsumsi makanan tinggi lemak, terutama yang mengandung lemak jenuh.
5. Batasi makanan asin dan kurangi konsumsi garam.
6. Hindari makanan dan minuman tinggi gula atau alkohol, termasuk minuman manis, sirup, minuman ringan, susu kental manis, manisan buah, buah awetan, pisang sale, buah dan sayur kalengan, beberapa jenis saus, selai, bir, minuman keras, dan cokelat.
Buah-buahan dengan kandungan gula sangat tinggi seperti durian, lengkeng, nangka, srikaya, dan sawo sebaiknya dikonsumsi dengan hati-hati.
Makanan yang kaya karbohidrat seperti nasi, mi, bihun, jagung, kentang, dan sagu, serta susu, daging, kacang-kacangan, makanan kaleng, makanan olahan, masakan bersantan, makanan gorengan, lemak hewani, mentega, makanan asinan, krimer, dan minuman beralkohol juga sebaiknya dikonsumsi secukupnya.

Kelompok Nasi, Tepung, dan Roti
Satu porsi dari kelompok ini memberikan sekitar 80 kilokalori.
Nasi putih - 1 sendok sayur atau sekitar 1/3 cangkir
Bubur nasi - 2 sendok sayur
Bihun beras (Kanom Jeen) - sekitar 1,5 genggam (90 gram)
Mie - 1 sendok sayur (90 gram)
Roti - 1 potong (25 gram)
Talas rebus atau ubi jalar rebus - 1/2 cangkir (65 gram)

Kelompok Daging dan Protein
Daging tanpa lemak direkomendasikan. Satu porsi menyediakan sekitar 55 kilokalori.
Daging babi tanpa lemak - 2 sendok makan (30 gram)
Ikan - 2 sendok makan (30 gram)
Udang (sekitar 5 cm) - 6 ekor (60 gram)
Bakso ayam, babi, ikan, atau sapi - 6 butir
Tahu lembut - 1/2 batang (100 gram)
Sosis - 30 gram

Kelompok Sayuran
Satu porsi menyediakan sekitar 25 kilokalori.
Satu porsi setara dengan 1 cangkir sayuran mentah atau 1/2 cangkir sayuran matang.
Sayuran yang direkomendasikan meliputi sayuran berdaun hijau dan sayuran berwarna seperti kailan, daun pare, tomat, wortel, sawi putih, kubis, jagung muda, kecambah kailan, brokoli, asparagus, terong, kacang polong, pare, selada air, dan bayam matang.

Kelompok Buah
Satu porsi menyediakan sekitar 60 kilokalori.
Apel kecil - 1 buah (100 gram)
Jambu biji kecil - 1/2 buah (120 gram)
Pepaya (potongan kecil) - 8 potong (115 gram)
Jambu air - 4 buah (250 gram)
Jeruk manis hijau (sekitar 6,5 cm diameter) - 1 buah
Semangka (potongan kecil) - 8 potong (285 gram)
Nanas (potongan kecil) - 8 potong (125 gram)

Kelompok Lemak
Satu porsi setara dengan 1 sendok teh dan menyediakan sekitar 45 kilokalori.
Disarankan untuk membatasi lemak hewani dan santan guna mengurangi asupan lemak dan kolesterol.
Minyak nabati (minyak wijen, minyak kedelai, minyak dedak padi) - 1 sendok teh
Saus salad - 1 sendok makan
Santan - 1 sendok makan
Kacang tanah - 10 butir

Kelompok Susu
Kelompok ini memberikan energi yang berbeda tergantung jenis susunya. Susu manis sebaiknya dihindari.
Susu segar (240 cc) - 150 kilokalori
Susu rendah lemak (240 cc) - 120 kilokalori
Susu bubuk skim, 30 gram (sekitar 4 sendok makan) - 90 kilokalori
Susu bubuk, 30 gram (sekitar 4 sendok makan) - 150 kilokalori
sumber : Bangphai Hospital
**Diterjemahkan dan disusun oleh Tim Konten ArokaGO
Penulis Independen
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

Jari Kunci (Tenosinovitis Stenosing)
Jari Pengait adalah kondisi di mana satu atau lebih jari terjebak dalam posisi melengkung dan tidak dapat diluruskan secara normal.

"Penyakit Ginjal" Ancaman Diam-Diam yang Tidak Boleh Anda Abaikan: Kenali Sejak Dini, Cegah Sebelum Terlambat
Penyakit ginjal adalah salah satu penyakit kronis yang paling umum di antara masyarakat Thailand, dan prevalensinya terus meningkat. Yang sangat memprihatinkan adalah penyakit ginjal pada tahap awal sering kali tidak menunjukkan gejala, sehingga banyak pasien baru mengetahui kondisinya setelah penyakit tersebut sudah berkembang ke tahap yang lebih parah. Memahami penyakit ginjal sejak tahap awal sangat penting untuk pencegahan yang efektif dan untuk memperlambat penurunan fungsi ginjal.

Hubungan Seks Tanpa Pengaman dan Risiko HIV: Tingkat Infeksi?
hubungan seksual tidak perlindungi dapat meningkatkan risiko infeksi HIV.