Mengapa Pengambilan Darah Harus Dihindari pada Lengan Setelah Operasi Payudara?

Pengambilan darah dan pengukuran tekanan darah sering dihindari pada lengan di sisi yang sama dengan operasi payudara sebelumnya, terutama bila kelenjar getah bening di bawah lengan juga telah diangkat atau dirawat. Ada beberapa alasan medis penting untuk tindakan pencegahan ini.
Alasan untuk Menghindari Pengambilan Darah atau Pengukuran Tekanan Darah pada Lengan Tersebut
1. Risiko Pembengkakan Lengan atau Limfedema
Setelah operasi payudara, khususnya bila kelenjar getah bening diangkat melalui diseksi kelenjar getah bening aksila atau biopsi kelenjar getah bening sentinel, drainase limfatik dari lengan tersebut dapat berkurang.
Tekanan atau iritasi pada lengan, seperti pengambilan darah berulang atau kompresi dari manset tekanan darah, dapat meningkatkan risiko penumpukan cairan limfatik dan pembengkakan kronis yang dikenal sebagai limfedema.
2. Risiko Infeksi yang Meningkat
Karena drainase limfatik dapat terganggu, lengan yang terkena dapat lebih rentan terhadap infeksi.
Ketika kulit ditusuk saat pengambilan darah atau suntikan, atau bahkan ketika terjadi luka kecil, risiko infeksi seperti selulitis dapat meningkat.
3. Kompresi Dapat Mengiritasi Pembuluh Darah dan Jaringan
Tekanan yang dihasilkan oleh manset tekanan darah dapat memengaruhi pembuluh darah dan jaringan yang sensitif di lengan. Hal ini dapat berkontribusi terhadap pembengkakan, peradangan, ketidaknyamanan, atau nyeri.
Rekomendasi Setelah Operasi Payudara
๐ Selalu informasikan kepada tenaga kesehatan sisi payudara yang telah dioperasi.
๐ Hindari pengambilan darah, suntikan, pengukuran tekanan darah, atau akupunktur pada lengan yang terkena kapan pun memungkinkan.
๐ Gunakan lengan yang berlawanan sebagai gantinya.
๐ Jaga agar kulit pada lengan yang terkena tetap bersih dan lindungi dari luka sayat, goresan, luka bakar, dan gigitan serangga.
Pengambilan darah dan pengukuran tekanan darah umumnya harus dihindari pada lengan di sisi yang sama dengan operasi payudara karena dapat meningkatkan risiko pembengkakan kronis atau infeksi, terutama bila kelenjar getah bening telah diangkat.
Referensi :
Targeted Therapy Cancer Center
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

Semua Jenis Sel Punca: Membandingkan Karakteristik, Aplikasi, dan Keterbatasannya
Sel punca adalah sel khusus yang mampu berkembang biak melalui peremajaan diri dan berubah menjadi jenis sel khusus melalui diferensiasi, termasuk sel kulit, otot, tulang, dan darah.

Jenis HPV Apa yang Paling Berbahaya?
Human papillomavirus, atau HPV, mencakup lebih dari 200 jenis yang berbeda. Jenis-jenis ini umumnya diklasifikasikan sebagai tipe risiko rendah dan risiko tinggi, beberapa di antaranya dapat menyebabkan kanker serviks.

Kasus Kanker Nasofaring Meningkat Sebesar 104%
Insiden karsinoma nasofaring (KNF) dilaporkan meningkat sebesar 104% pada kelompok usia 15–39 tahun.