
KDMS (Khordee Meesuk Orthopedic Hospital) telah memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam perawatan tulang belakang dengan meningkatkan keahliannya dalam Endoscopic Spine Surgery ke standar internasional, dengan tujuan menjadi Center of Excellence khusus. Rumah sakit ini menyediakan perawatan komprehensif untuk semua tingkat kompleksitas kasus di bawah konsep Minimally Invasive Surgery (MIS) — menawarkan sayatan yang lebih kecil, nyeri yang lebih sedikit, kehilangan darah yang minimal, pemulihan yang lebih cepat, dan kembali ke aktivitas sehari-hari lebih cepat dibandingkan dengan operasi terbuka konvensional.
KDMS (Khordee Meesuk Orthopedic Hospital) telah memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam perawatan tulang belakang dengan meningkatkan keahliannya dalam Bedah Tulang Belakang Endoskopik ke standar internasional, dengan tujuan untuk menjadi Pusat Unggulan yang khusus. Rumah sakit ini menyediakan perawatan komprehensif untuk semua tingkat kompleksitas kasus di bawah konsep Bedah Invasif Minimal (MIS) — menawarkan sayatan yang lebih kecil, rasa sakit yang lebih ringan, kehilangan darah yang minimal, pemulihan yang lebih cepat, dan kembalinya pasien ke aktivitas sehari-hari lebih singkat dibandingkan dengan bedah terbuka konvensional.
Antara Januari 2022 hingga saat ini (2025), KDMS telah merawat lebih dari 120.000 pasien, dengan tingkat pertumbuhan rata-rata kumulatif sekitar 25% selama empat tahun terakhir. Tren ini mencerminkan preferensi pasien yang meningkat terhadap rumah sakit khusus yang menyediakan perawatan lanjutan dan terfokus.
Di antara jumlah tersebut, kondisi terkait tulang belakang menyumbang sekitar 12% dari total pasien, atau lebih dari 13.000 kasus. Pertumbuhan ini sejalan dengan populasi menua di Thailand. Pada saat yang sama, terdapat peningkatan signifikan di antara pasien usia produktif 30–45 tahun, didorong oleh gaya hidup aktif yang memadukan jadwal kerja yang padat dengan olahraga intensif — faktor yang dapat mempercepat degenerasi tulang belakang dan sendi.
Menurut Departemen Pelayanan Medis Thailand, lebih dari 6 juta orang Thailand menderita kondisi degeneratif tulang dan sendi.
Dr. Tanapol Wangteeraprasert, Managing Director KDMS, menyatakan:
“Bedah Tulang Belakang Endoskopik tidak hanya dibedakan oleh akses terhadap teknologi, tetapi juga oleh tingkat keahlian dokter dan tim klinis — terutama dalam kasus kompleks yang membutuhkan pengalaman, pertimbangan klinis yang baik, dan kerja tim yang kolaboratif.”
KDMS adalah salah satu dari sedikit rumah sakit di Thailand yang mampu melakukan bedah tulang belakang endoskopik di seluruh regio tulang belakang, didukung oleh teknologi mutakhir dan tim medis yang sangat spesialis.
Selama empat tahun terakhir, lebih dari 70% operasi tulang belakang di KDMS telah menggunakan teknik endoskopik, yang saat ini dianggap sebagai standar bedah invasif minimal yang canggih. Pasien umumnya hanya memerlukan rawat inap selama 1–3 hari, tergantung pada kondisi dan kompleksitas kasus.

Dr. Korakot Thamphongsri, Direktur KDMS, menekankan bahwa rumah sakit ini membedakan dirinya melalui model Praktik Kelompok, didukung oleh tim lebih dari sembilan spesialis tulang belakang yang secara kolaboratif merencanakan pengobatan untuk kasus-kasus kompleks.
Seluruh Bedah Tulang Belakang Endoskopik di KDMS mencakup kondisi utama tulang belakang, termasuk:
- Herniasi Diskus
Pengangkatan terfokus pada materi diskus yang menonjol yang menekan saraf, meredakan nyeri, kebas, dan kelemahan dengan dampak minimal pada otot dan jaringan sekitarnya dibandingkan dengan bedah terbuka.
- Stenosis Spinal
Dekompresi endoskopik untuk memperbesar kanal saraf, mengurangi nyeri punggung dan nyeri menjalar ke tungkai sekaligus meningkatkan mobilitas.
- Spondilolistesis
Pada kasus tertentu, teknik endoskopik dapat dikombinasikan dengan fusi tulang belakang untuk meminimalkan trauma bedah dan mempercepat pemulihan, bergantung pada tingkat keparahan dan evaluasi individu.
Meskipun KDMS terutama melayani pasien dalam negeri, rumah sakit ini mencatat peningkatan pasien internasional yang mencari pengobatan. Kapabilitas perawatan ortopedi dan tulang belakang Thailand semakin bersaing dengan negara maju di kawasan ASEAN.
“Thailand memiliki potensi kuat untuk berkembang menjadi pusat medis ortopedi regional dalam jangka panjang, yang sejalan dengan visi pertumbuhan strategis KDMS,” ujar Dr. Korakot.
Peningkatan menuju Pusat Unggulan Bedah Tulang Belakang Endoskopik ini tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat menua di Thailand, tetapi juga mendukung individu usia kerja yang ingin mempertahankan mobilitas dan kualitas hidup jangka panjang di era gaya hidup aktif saat ini.

Sumber :
Artikel dalam kategori ini ditulis oleh tim editorial kami untuk membuat Anda tetap mendapat informasi tentang berita wisata medis dan layanan kesehatan terbaru.