
Bangkok, Thailand Institut Dermatologi Thailand di bawah Departemen Layanan Medis Thailand telah mengeluarkan imbauan publik mengenai penggunaan dermal filler di area intim wanita, mengimbau individu untuk berkonsultasi medis secara tepat dan mengandalkan informasi yang akurat sebelum menjalani prosedur tersebut.
Bangkok, Thailand Institut Dermatologi Thailand di bawah Departemen Layanan Medis Thailand telah mengeluarkan imbauan publik terkait penggunaan filler dermal pada area intim wanita, menghimbau individu untuk melakukan konsultasi medis yang tepat dan mengandalkan informasi akurat sebelum menjalani prosedur tersebut.
Menurut pejabat kesehatan, prosedur estetika dan regeneratif dalam kesehatan wanita semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Ini termasuk penggunaan filler dermal di area genital wanita untuk tujuan seperti peningkatan kosmetik, peremajaan jaringan, dan dalam beberapa kasus, meningkatkan kualitas hidup.
Namun, para ahli medis menekankan bahwa daerah genital secara anatomi adalah kompleks dan sangat sensitif, mengandung jaringan pembuluh darah dan saraf yang padat. Prosedur yang dilakukan tanpa keahlian yang memadai dapat menimbulkan komplikasi serius, termasuk oklusi vaskular, infeksi, dan iskemia jaringan, yang dalam kasus parah dapat menimbulkan risiko kesehatan signifikan.
Akarathan Jitnuyanont, M.D. Wakil Direktur Jenderal Departemen Layanan Medis, menekankan bahwa prosedur semacam ini memerlukan pengetahuan khusus dan ketelitian. "Jika dilakukan secara tidak benar, komplikasi dapat terjadi, mulai dari infeksi hingga gangguan suplai darah pada jaringan," ujarnya.
Dr. Weerawat Ukranun, Direktur Institut Dermatologi, menyoroti pentingnya asesmen pra-tindakan dan konsultasi dengan spesialis yang berkualifikasi. Ia mencatat bahwa keputusan terkait prosedur estetika harus didasarkan pada pemahaman yang jelas mengenai manfaat, risiko, serta saran medis individual untuk memastikan keamanan dan hasil yang optimal.
Beliau juga menambahkan bahwa terdapat terapi alternatif dalam beberapa kasus, termasuk teknologi medis berbasis energi dan perawatan yang menangani penyebab yang mendasar, yang mungkin lebih aman dan sesuai untuk sebagian pasien.
Dr. Sasathorn Singthong, seorang spesialis medis di Institut Dermatologi, menjelaskan bahwa injeksi filler pada area genital wanita umumnya dikategorikan ke dalam dua lokasi utama. Yang pertama adalah labia majora, di mana filler digunakan untuk mengembalikan volume atau mengatasi atrofi jaringan terkait usia. Yang kedua adalah area vagina, di mana filler mungkin diindikasikan pada kasus tertentu, seperti kekeringan vagina.
Beliau memperingatkan bahwa filler tidak dianjurkan untuk tujuan pengencangan vagina dan sebaiknya tidak diaplikasikan dalam jumlah besar, karena ini secara signifikan meningkatkan risiko komplikasi. Selain itu, karena sensitivitas nyeri di area ini relatif lebih rendah, pasien mungkin tidak segera mengetahui komplikasi selama prosedur.
Sementara jenis filler tertentu telah disetujui untuk digunakan pada area ini, Dr. Sasathorn menekankan bahwa penggunaannya harus tepat dan hanya dilakukan di bawah perawatan tenaga medis yang berpengalaman demi memastikan keselamatan pasien.
Sumber : Thai Health Promotion Foundation
Artikel dalam kategori ini ditulis oleh tim editorial kami untuk membuat Anda tetap mendapat informasi tentang berita wisata medis dan layanan kesehatan terbaru.