Halaman ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI dari bahasa Inggris asli. Beberapa kata mungkin tidak tepat. Lihat dalam Bahasa Inggris

Thailand sedang memajukan kebijakan kesehatan masyarakat untuk menangani determinan komersial kesehatan, memperkuat pencegahan penyakit, dan mendorong lingkungan hidup yang lebih sehat. Pada National Conference on Commercial Determinants of Health 2026 di Bangkok, World Health Organization (WHO), ThaiHealth, dan mitra nasional menyoroti pentingnya praktik bisnis yang bertanggung jawab, pajak kesehatan yang efektif, dan investasi berkelanjutan dalam promosi kesehatan.
Thailand sedang memajukan kebijakan kesehatan masyarakat untuk menangani determinan komersial kesehatan, memperkuat pencegahan penyakit, dan mendorong lingkungan hidup yang lebih sehat. Pada National Conference on Commercial Determinants of Health 2026 di Bangkok, World Health Organization (WHO), ThaiHealth, dan mitra nasional menyoroti pentingnya praktik bisnis yang bertanggung jawab, pajak kesehatan yang efektif, serta investasi berkelanjutan dalam promosi kesehatan.
Thailand memperkuat upaya untuk menangani faktor-faktor komersial yang memengaruhi kesehatan masyarakat, dengan mengakui bahwa hasil kesehatan tidak hanya dibentuk oleh pilihan gaya hidup individu tetapi juga oleh produk, layanan, praktik pemasaran, dan lingkungan yang dihadapi orang setiap hari.
Inisiatif ini hadir ketika noncommunicable diseases (NCDs) tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat utama di Thailand.
Menurut WHO, NCDs termasuk penyakit kardiovaskular, kanker, penyakit pernapasan kronis, dan diabetes menyumbang sekitar 400.000 kematian setiap tahun, mewakili 74% dari seluruh kematian di Thailand.
Beban ekonomi juga sangat besar, dengan biaya terkait NCD diperkirakan mencapai THB 1,6 triliun per tahun, setara dengan 9,7% dari produk domestik bruto Thailand pada tahun 2019.
National Conference on Commercial Determinants of Health 2026 berlangsung di Bangkok pada 5–7 Oktober 2026, dengan tema:
“From Landscape to Action: Governing Commercial Determinants for Equitable Health in Thailand.”
Diselenggarakan oleh Thai Health Promotion Foundation (ThaiHealth) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand dan mitra, termasuk WHO Thailand, konferensi ini mempertemukan pembuat kebijakan, pakar kesehatan, akademisi, organisasi masyarakat sipil, perwakilan media, mitra pembangunan, dan pemangku kepentingan sektor swasta.
Diskusi berfokus pada bagaimana tata kelola, kebijakan publik, dan pembiayaan berkelanjutan dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan mengurangi penyakit yang dapat dicegah.
World Health Organization mendefinisikan determinan komersial kesehatan sebagai aktivitas sektor swasta yang memengaruhi hasil kesehatan, baik secara positif maupun negatif.
Aktivitas komersial dapat berkontribusi pada pembangunan ekonomi, inovasi, lapangan kerja, dan akses terhadap produk serta layanan esensial.
Namun, praktik bisnis tertentu juga dapat berdampak negatif pada kesehatan masyarakat melalui:
Pemasaran dan promosi produk yang terkait dengan risiko kesehatan
Produksi dan distribusi produk berbahaya
Pencemaran dan kerusakan lingkungan
Kondisi kerja yang tidak aman
Pengaruh komersial yang tidak tepat terhadap kebijakan kesehatan masyarakat
WHO menekankan bahwa tata kelola yang efektif sangat penting untuk mendorong praktik bisnis yang bertanggung jawab sekaligus mengurangi aktivitas yang berkontribusi pada risiko kesehatan yang dapat dicegah.
Dalam pesan video utama, Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi dan kesehatan masyarakat harus dijalankan secara bersamaan.
Ia menyatakan:
“Tantangannya bukan memilih antara kesehatan dan kemakmuran. Tantangannya adalah membentuk ekonomi yang melayani manusia dan planet ini.”
Dr. Tedros juga mengakui kontribusi pemerintah Thailand, ThaiHealth, dan mitra nasional dalam memajukan kebijakan yang menangani determinan komersial kesehatan.
Sementara itu, Dr. Ailan Li, Representative WHO untuk Thailand, menekankan bahwa sistem kesehatan harus melampaui pengobatan penyakit dan menangani kondisi yang lebih luas yang memengaruhi kesehatan populasi.
Ia menyoroti nilai investasi dalam pencegahan penyakit, promosi kesehatan, dan kebijakan yang mendukung sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan.

Para ahli WHO berkontribusi dalam diskusi tentang bagaimana pemerintah dan pelaku bisnis dapat menciptakan lingkungan pasar yang lebih sehat.
Dr. Monika Kosinska, Technical Lead for Social Determinants of Health Equity di kantor pusat WHO, menekankan pentingnya perancangan kebijakan dan tata kelola yang disengaja dalam membentuk pasar yang mendukung kesehatan masyarakat.
Dr. Sushera Bunluesin dari WHO Thailand menyoroti peran praktik komersial, kebijakan publik, dan sistem pangan dalam memengaruhi kebiasaan diet.
Area utama yang dibahas mencakup kebijakan nutrisi sekolah, pengadaan makanan sehat, dan langkah-langkah yang membuat pilihan makanan yang lebih sehat lebih mudah diakses.
Pendekatan-pendekatan ini bertujuan untuk mengatasi risiko kesehatan pada tingkat populasi, bukan hanya mengandalkan perubahan perilaku individu semata.
Thailand telah memperoleh pengakuan internasional atas investasinya yang jangka panjang dalam promosi kesehatan dan pencegahan penyakit.
Sejak didirikan pada tahun 2001, ThaiHealth telah mendukung kemitraan yang melibatkan lembaga pemerintah, institusi akademik, komunitas, organisasi masyarakat sipil, dan pemangku kepentingan sektor swasta.
Kolaborasi ini telah berkontribusi pada kebijakan dan inisiatif yang menangani faktor risiko utama NCD sekaligus mempromosikan gaya hidup dan lingkungan yang lebih sehat.
Pengalaman Thailand juga telah menginformasikan diskusi internasional tentang mekanisme pembiayaan inovatif untuk program kesehatan masyarakat.
WHO mengidentifikasi pajak yang dirancang dengan baik atas tembakau, alkohol, dan minuman berpemanis gula sebagai instrumen kebijakan penting untuk mengurangi risiko kesehatan.
Jika diterapkan dengan tepat, pajak kesehatan dapat membantu:
Mengurangi konsumsi produk yang terkait dengan penyakit tidak menular
Mendorong perilaku konsumen yang lebih sehat
Menghasilkan pendapatan pemerintah
Mendukung investasi dalam kesehatan masyarakat dan pembangunan
Memperkuat keberlanjutan program promosi kesehatan
Penelitian WHO yang meninjau pajak tembakau yang dialokasikan secara khusus di sembilan negara, termasuk Thailand, menemukan bahwa pendapatan pajak yang ditujukan khusus dapat menyediakan sumber pendanaan yang lebih dapat diprediksi untuk pengendalian tembakau dan promosi kesehatan.
Namun, WHO juga mengakui bahwa model pembiayaan harus mencerminkan struktur tata kelola, kondisi ekonomi, dan prioritas pembangunan masing-masing negara.
Terlepas dari pendekatan pendanaan yang digunakan, investasi berkelanjutan dalam pencegahan tetap sangat penting.
Konferensi ini menyoroti pentingnya kerja sama antara institusi pemerintah, organisasi kesehatan, pakar akademik, komunitas, dan pemangku kepentingan sektor swasta yang bertanggung jawab.
Tata kelola yang efektif, transparansi, dan perlindungan terhadap konflik kepentingan diidentifikasi sebagai pertimbangan penting dalam menangani pengaruh komersial terhadap kesehatan.
Diskusi ini diharapkan berkontribusi pada inisiatif internasional di masa depan, termasuk Prince Mahidol Award Conference 2027 dan Global Report on Commercial Determinants of Health dari WHO yang akan datang.
WHO menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung Thailand melalui bukti ilmiah, kerja sama teknis, dan pertukaran pengetahuan internasional.
Upaya berkelanjutan Thailand untuk menangani determinan komersial kesehatan menunjukkan pentingnya menggabungkan tata kelola yang bertanggung jawab, pembiayaan berkelanjutan, dan pencegahan penyakit untuk meningkatkan kesehatan populasi dan memajukan pemerataan kesehatan.
Artikel dalam kategori ini ditulis oleh tim editorial kami untuk membuat Anda tetap mendapat informasi tentang berita wisata medis dan layanan kesehatan terbaru.