
Bangkok, Thailand – Otoritas kesehatan Thailand telah mengeluarkan peringatan nasional karena Indeks Panas terus meningkat ke tingkat berbahaya, dengan proyeksi yang menunjukkan bahwa hal ini dapat mencapai kategori “bahaya ekstrem” dan berlangsung hingga pertengahan Mei.
Bangkok, Thailand – Otoritas kesehatan Thailand telah mengeluarkan peringatan nasional karena Indeks Panas (Heat Index) terus meningkat ke tingkat berbahaya, dengan proyeksi bahwa indeks ini dapat mencapai kategori “bahaya ekstrem” dan bertahan hingga pertengahan Mei.

Menurut Departemen Lingkungan Administrasi Metropolitan Bangkok, level indeks panas saat ini telah mencapai ambang “bahaya,” yang mendorong pengumuman peringatan agar masyarakat memantau kesehatan mereka secara saksama. Indeks panas, yang mencerminkan seberapa panas yang sebenarnya dirasakan dengan menggabungkan suhu udara dan kelembapan, dianggap sebagai indikator yang lebih akurat untuk risiko kesehatan terkait panas dibandingkan suhu udara saja.

Otoritas mengklasifikasikan indeks panas ke dalam empat level. Nilai antara 27,0 - 32,9°C masuk dalam kategori “Waspada,” di mana individu rentan disarankan untuk tetap terhidrasi. Level 33,0 - 41,9°C dikategorikan sebagai “Peringatan,” yang memerlukan pengurangan aktivitas luar ruangan, khususnya antara akhir pagi hingga sore hari. Level “Bahaya”, berkisar antara 42,0 - 51,9°C, memerlukan pemantauan diri yang lebih intensif dan perhatian medis segera jika muncul gejala. Jika indeks melebihi 52°C, maka memasuki kategori “Bahaya Ekstrem,” di mana semua aktivitas luar ruangan harus benar-benar dihindari.
Pakar kesehatan memperingatkan bahwa paparan panas ekstrem dalam waktu lama dapat menyebabkan berbagai kondisi, mulai dari kelelahan dan pusing hingga komplikasi berat seperti Heatstroke, suatu kondisi yang mengancam jiwa dan memerlukan perhatian medis segera. Gejala dapat mencakup suhu tubuh tinggi, kulit kemerahan dan kering, kebingungan, serta kehilangan kesadaran.

Departemen Kesehatan Thailand juga menyatakan keprihatinannya terhadap gelombang panas yang sedang berlangsung. Dr. Amporn Benjapolpitak, Direktur Jenderal departemen tersebut, menyatakan bahwa Thailand sedang mengalami panas ekstrem yang berkepanjangan, dengan prakiraan bahwa indeks panas dapat mencapai antara 52 - 60 °C di beberapa wilayah selama April, dan tetap pada level kritis hingga bulan Mei.
Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, termasuk anak-anak, wanita hamil, lansia, individu dengan penyakit kronis, dan mereka yang bekerja di luar ruangan. Anak-anak sangat berisiko karena keterbatasan dalam mengatur suhu tubuh dan kecenderungan untuk melakukan aktivitas di luar ruangan. Wanita hamil juga menghadapi risiko kesehatan yang meningkat akibat perubahan fisiologis yang membuat pengeluaran panas tubuh lebih sulit, sehingga dapat memengaruhi kesehatan ibu maupun janin.
Otoritas kesehatan meminta masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan, antara lain minum air dalam jumlah cukup, menghindari paparan luar ruangan pada jam-jam puncak panas, mengenakan pakaian yang mudah menyerap udara, dan berada di lingkungan yang memiliki ventilasi baik. Tindakan segera disarankan jika ditemukan tanda-tanda heatstroke, termasuk memindahkan orang yang terdampak ke tempat yang lebih sejuk dan segera mencari perawatan medis tanpa menunda.
Dengan kondisi panas ekstrem yang diperkirakan masih akan berlanjut, otoritas menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dan perlindungan kesehatan proaktif untuk mengurangi risiko penyakit serius terkait panas selama periode ini.
Sumber : Departemen Kesehatan, Kementerian Kesehatan Masyarakat
Artikel dalam kategori ini ditulis oleh tim editorial kami untuk membuat Anda tetap mendapat informasi tentang berita wisata medis dan layanan kesehatan terbaru.