Penyakit Parkinson: Penyebab, Gejala

Sel-sel saraf ini bertanggung jawab untuk memproduksi dan melepaskan suatu zat kimia yang disebut dopamin, yang berperan penting dalam mengendalikan gerakan tubuh.
Ketika kadar dopamin menurun, individu dapat secara bertahap mengalami gejala seperti gerakan lambat, kekakuan otot, dan tremor.
Apa Penyebab Penyakit Parkinson?
Penyakit Parkinson dan gejala mirip Parkinson dapat dikaitkan dengan beberapa faktor, termasuk:
-
Penuaan otak: Seiring bertambahnya usia otak, jumlah sel saraf yang bertanggung jawab memproduksi dopamin dapat menurun.
-
Obat-obatan psikiatri tertentu: Beberapa obat antipsikotik atau sedatif yang digunakan untuk mengobati kondisi psikiatri dapat mengganggu aktivitas dopamin di otak.
-
Obat tekanan darah tertentu: Obat antihipertensi yang lebih lama, seperti reserpin, dapat menurunkan aktivitas dopamin di otak.
-
Pembuluh darah yang tersumbat di otak: Obstruksi serebrovaskular dapat merusak sel-sel otak yang terlibat dalam produksi dopamin.
-
Paparan zat toksik: Toksin tertentu, termasuk mangan dan karbon monoksida, dapat merusak sel-sel otak.
-
Kekurangan oksigen ke otak: Kekurangan oksigen akibat tenggelam, pencekikan, atau obstruksi jalan napas oleh lendir atau makanan dapat menyebabkan kerusakan otak.
-
Cedera kepala berulang: Trauma atau benturan kepala yang sering dapat berkontribusi terhadap kerusakan neurologis.
-
Peradangan otak: Kondisi inflamasi yang memengaruhi otak dapat mengganggu fungsi neurologis normal.
-
Faktor genetik: Kondisi keturunan tertentu dapat berkontribusi terhadap perkembangan penyakit Parkinson.
Apa Gejala Penyakit Parkinson?
Penyakit Parkinson paling sering ditemukan pada orang dewasa yang lebih tua, khususnya mereka yang berusia 60 tahun ke atas.
Kondisi ini ditandai oleh empat gejala neurologis utama.
1. Tremor
Tremor melibatkan gerakan gemetar atau menggigil yang tidak disengaja, yang umumnya memengaruhi tangan atau bagian tubuh lainnya.
2. Rigidity Otot
Pasien dapat mengalami kekakuan atau rigiditas otot, sehingga gerakan sehari-hari menjadi lebih sulit dan tidak nyaman.
3. Gerakan Lambat (Bradikinesia)
Penyakit Parkinson dapat menyebabkan gerakan menjadi terasa jauh lebih lambat, sehingga memengaruhi aktivitas seperti berjalan, berdiri, dan melakukan tugas sehari-hari.
4. Gangguan Keseimbangan
Pasien dapat mengalami kesulitan mempertahankan keseimbangan, sehingga meningkatkan risiko ketidakstabilan dan jatuh.
Apa Komplikasi Umum Penyakit Parkinson?
Selain empat gejala utama yang berhubungan dengan gerakan, pasien dengan penyakit Parkinson dapat mengalami beberapa komplikasi lainnya.
Empat komplikasi penting meliputi:
-
Konstipasi kronis: Pasien mungkin sering mengalami kesulitan buang air besar.
-
Depresi dan tekanan emosional: Perasaan putus asa, sedih, dan depresi dapat muncul selama perjalanan penyakit.
-
Nyeri: Beberapa pasien mungkin mengalami nyeri di berbagai bagian tubuh.
-
Kelelahan: Rasa lelah yang menetap dan penurunan tingkat energi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Apa Pilihan Pengobatan untuk Penyakit Parkinson?
Pengobatan untuk penyakit Parkinson bertujuan untuk memperbaiki gejala dan membantu pasien mempertahankan kualitas hidup yang sedekat mungkin dengan normal.
Pendekatan pengobatan utama meliputi obat-obatan, fisioterapi, dan pembedahan.
1. Obat-obatan
Obat-obatan dapat membantu meningkatkan atau mendukung aktivitas dopamin di otak agar sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Karena dopamin berperan penting dalam mengendalikan gerakan, obat yang tepat dapat membantu mengelola gejala yang terkait dengan penyakit Parkinson.
Pasien harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat untuk memastikan bahwa pengobatan sesuai dengan kondisi mereka.
2. Fisioterapi
Fisioterapi memainkan peran penting dalam membantu pasien dengan penyakit Parkinson mempertahankan mobilitas, kemandirian, dan kesejahteraan secara keseluruhan.
Tujuan utamanya adalah membantu pasien kembali ke gaya hidup yang sedekat mungkin dengan normal.
Fisioterapi dapat membantu pasien:
-
Mempertahankan interaksi sosial.
-
Melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
-
Meningkatkan kesejahteraan fisik dan emosional.
-
Mengembangkan pola gerakan yang sesuai.
-
Memperbaiki postur berjalan, duduk, dan berdiri.
-
Memperkuat keseimbangan dan koordinasi.
-
Melakukan latihan fisik yang sesuai.
-
Mengelola komplikasi seperti postur bungkuk, kekakuan bahu, nyeri punggung, nyeri punggung bawah, dan nyeri tungkai.
3. Pengobatan Bedah
Salah satu pilihan pengobatan bedah untuk penyakit Parkinson adalah Stimulasi Otak Dalam (Deep Brain Stimulation/DBS).
DBS melibatkan implantasi alat yang mengirimkan impuls listrik ke area tertentu di otak.
Alat ini ditenagai oleh baterai kecil dan mengirimkan sinyal listrik untuk membantu mengatur aktivitas otak yang abnormal.
Pengobatan ini dapat memperbaiki gejala setelah operasi, dan pengaturan stimulasi dapat disesuaikan setelahnya menggunakan perangkat kendali jarak jauh.
Bagaimana Pasien dengan Penyakit Parkinson Harus Merawat Diri Sendiri?
Pasien dengan penyakit Parkinson dapat menjadi kurang aktif secara fisik dan mungkin tidak cukup minum air atau mengonsumsi buah dan sayur yang cukup.
Menjaga hidrasi yang adekuat dan kebiasaan makan yang sehat adalah penting. Artikel asli juga merekomendasikan untuk membatasi minuman seperti teh dan kopi.
Selain itu, pasien dapat mempraktikkan teknik fisioterapi sederhana untuk mendukung gerakan, postur, keseimbangan, dan aktivitas sehari-hari.
1. Berjalan
Teknik berjalan yang benar dapat membantu memperbaiki gerakan dan mengurangi risiko jatuh.
Praktik yang direkomendasikan meliputi:
-
Berdirilah tegak sebelum mulai berjalan.
-
Langkahkan kaki dengan panjang yang sesuai, bukan langkah yang sangat pendek.
-
Letakkan tumit di tanah terlebih dahulu sebelum seluruh telapak kaki menyentuh lantai.
-
Hindari berjalan hanya dengan ujung kaki.
-
Ayunkan kedua lengan secara alami saat berjalan untuk membantu meningkatkan keseimbangan.
-
Hindari berputar atau mengubah arah terlalu cepat.
-
Berlatih berjalan setiap hari sebanyak yang memungkinkan secara fisik.
-
Hindari terlalu sering melihat ke sekitar saat berjalan.
-
Hindari menyilangkan kaki saat berjalan.
-
Gunakan tongkat jalan bila diperlukan untuk stabilitas tambahan.
2. Postur Tubuh
Mempertahankan postur yang benar penting bagi pasien dengan penyakit Parkinson, terutama mereka yang mengalami kekakuan atau punggung membungkuk.
Artikel asli merekomendasikan latihan berikut.
Latihan Postur Berbaring
Berbaring telentang di permukaan yang keras dan latih penempatan abdomen dan tubuh untuk mendukung postur yang benar.
Durasi yang direkomendasikan dalam artikel asli adalah sekitar 30 menit per hari.
Latihan Postur Berdiri
-
Berdirilah dengan punggung menghadap dinding.
-
Jaga agar kaki sedikit terpisah.
-
Posisikan tumit sekitar 4 inci dari dinding.
-
Angkat bahu dan dekatkan punggung bagian atas ke dinding.
-
Angkat dagu dan posisikan kepala menempel pada dinding.
Latihan ini dimaksudkan untuk membantu pasien berlatih mempertahankan postur tegak.
3. Keseimbangan dan Mobilitas Sendi
Latihan keseimbangan penting untuk mengurangi risiko jatuh dan mempertahankan pergerakan yang aman.
Pasien harus mengikuti rekomendasi berikut:
-
Hindari mengenakan sepatu hak tinggi.
-
Pilih alas kaki dengan hak rendah.
-
Hindari sepatu yang terbuat dari bahan yang terlalu mencengkeram atau menempel pada lantai.
-
Lakukan latihan mobilitas sendi secara teratur.
-
Berlatih menggerakkan semua sendi utama di seluruh tubuh setiap hari.
Latihan sendi yang konsisten dapat membantu mendukung gerakan dan keseimbangan.
4. Tidur dan Naik-Turun dari Tempat Tidur
Pasien dengan penyakit Parkinson sebaiknya menghindari penggunaan tempat tidur yang terlalu tinggi.
Saat berbaring di tempat tidur, langkah-langkah berikut dapat membantu:
-
Duduk di tepi tempat tidur.
-
Secara bertahap turunkan tubuh ke satu sisi.
-
Gunakan siku sebagai penopang.
-
Angkat kedua kaki ke atas tempat tidur.
Teknik ini dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan pada punggung dan punggung bawah.
Pasien yang perlu bangun dari tempat tidur pada malam hari, misalnya saat pergi ke kamar mandi, harus selalu menyalakan penerangan yang cukup sebelum berjalan.
Berjalan dalam gelap harus dihindari untuk mengurangi risiko kecelakaan dan jatuh.
5. Dukungan Keluarga dan Perawatan Emosional
Dukungan dan pengertian dari anggota keluarga berperan penting dalam kesejahteraan pasien dengan penyakit Parkinson.
Ketika anggota keluarga memahami kondisi ini dan memberikan perawatan yang penuh perhatian, pasien dapat merasa lebih termotivasi dan mendapat dukungan emosional.
Dukungan ini juga dapat membantu pasien menghadapi perasaan putus asa dan depresi.
Depresi merupakan perhatian penting karena tekanan emosional yang berat dapat menyebabkan pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain.
Jika pasien mengalami gejala depresi berat atau mengungkapkan keinginan untuk meninggal, anggota keluarga harus mencari bantuan profesional dari dokter atau psikiater.
Perawatan medis dan psikologis yang sesuai sangat penting untuk menangani gejala ini dan mendukung kesehatan mental pasien.
Referensi :
Bangkok Hospital Phuket Penyakit Parkinson
ArokaGO Penyedia Bangkok Hospital Phuket
Penulis Independen
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

Apa Arti Warna Darah Haid Anda?
Warna darah menstruasi berbeda-beda pada setiap wanita. Darah tersebut bisa tampak merah tua, merah terang, cokelat muda, cokelat tua, atau hampir hitam.

Apa Itu Osteoporosis? Gejala, Faktor Risiko
Osteoporosis adalah penyakit yang menyebabkan penurunan bertahap pada massa tulang dan kualitas tulang, sehingga tulang menjadi semakin rapuh dan lebih mudah mengalami fraktur.

Keausan Gigi: Penyebab, Faktor Risiko, dan Pilihan Pengobatan
Ketika keausan gigi memengaruhi gigi bagian depan, hal tersebut dapat mengganggu penampilan senyum seseorang. Dalam beberapa kasus, bisa berkembang cekungan yang dalam pada gigi bagian belakang, yang menyebabkan gigi menjadi sensitif, partikel makanan tersangkut di antara gigi, serta menurunkan efisiensi mengunyah.