Peringatan Songkran: Cara Mencegah dan Menangani Cedera “Hisapan Sepatu” Saat Perayaan Festival Air

Peringatan Songkran: Cara Mencegah dan Menangani Cedera “Shoe Suction” Saat Perayaan Festival Air
Saat Thailand merayakan Songkran, banyak peserta festival menikmati cipratan air di jalanan, namun satu masalah yang cukup umum selalu muncul setiap tahun, yaitu masalah yang dikenal sebagai “shoe suction”, ketika sandal slip-on basah atau sepatu karet menempel erat pada kaki atau pergelangan kaki setelah terkena air dalam waktu lama.
Meskipun sering dianggap sebagai pengalaman lucu saat Songkran, masalah ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan bahkan cedera. Dalam beberapa kasus, orang dapat mengalami pembengkakan, kemerahan, nyeri, lepuh, atau abrasi kulit jika sepatu dilepas dengan cara yang tidak tepat.
Mengapa hal ini terjadi?
Kondisi ini paling sering terjadi pada sandal atau alas kaki slip-on yang terbuat dari karet, busa EVA, atau bahan plastik. Setelah terendam air dalam waktu lama, terutama bila bercampur dengan bedak, kotoran, dan gesekan dari berjalan, alas kaki tersebut dapat:
๐ menyerap air dan sedikit mengembang
๐ meningkatkan gesekan pada kulit yang melunak
๐ menciptakan efek hisap antara kaki dan sepatu
๐ menjadi lebih ketat jika kaki atau pergelangan kaki membengkak setelah berjalan atau berdiri lama
Akibatnya, sepatu dapat terasa sangat ketat dan sulit dilepas.
Apa yang harus dilakukan jika ini terjadi?
Saran kesehatan menyarankan untuk tetap tenang dan menghindari menarik sepatu dengan paksa, karena hal tersebut dapat memperburuk pembengkakan, melukai kulit, atau menyebabkan infeksi. Sebagai gantinya, ikuti langkah berikut:
๐ Duduk dan angkat kaki yang bermasalah selama sekitar satu menit untuk mengurangi pembengkakan
๐ Coba lepaskan sepatu secara perlahan
๐ Tuangkan air sabun pada kaki dan sepatu untuk mengurangi gesekan
๐ Jika sepatu masih tidak bisa dilepas, potong sepatu dengan hati-hati daripada menarik keras
๐ Jaga agar kaki dan tungkai tetap lurus sebisa mungkin saat melepas alas kaki
Jika timbul cedera kulit setelahnya, seperti abrasi, lepuh, atau perdarahan, area tersebut harus segera dibersihkan dengan air bersih atau larutan saline, dikeringkan secara perlahan, dan dilindungi dengan antiseptik atau kasa untuk mencegah infeksi.

Cara mencegah “shoe suction” saat Songkran
Untuk mengurangi risiko, peserta kegiatan Songkran disarankan memilih alas kaki yang:
๐ tidak terlalu ketat pada kaki atau pergelangan kaki
๐ terbuat dari bahan yang cepat kering
๐ tidak mudah menyerap air
๐ anti-selip
๐ cukup aman agar tidak tergeser atau terpelintir saat berjalan
Sepatu dengan tali atau desain tertutup yang ramah air dapat memberikan perlindungan lebih baik dibandingkan sandal slip-on yang ketat, khususnya di area festival yang ramai di mana kaki juga bisa terinjak.
Masalah kecil yang bisa menjadi menyakitkan
Meskipun “shoe suction” terdengar lucu, penanganan yang tidak tepat dapat menyebabkan kerusakan kulit dan infeksi, terutama jika kaki terpapar air kotor selama aktivitas festival. Seiring berlangsungnya perayaan Songkran, memilih alas kaki yang tepat dan mengetahui pertolongan pertama dasar dapat membantu menjadikan liburan lebih menyenangkan dan aman.
Temukan lebih banyak tips kesehatan dan rencanakan perjalanan kuliner Anda dengan percaya diri
Mulai perjalanan Anda bersama ArokaGO
Kunjungi halaman Home kami untuk menjelajahi semua layanan dan informasi yang kami tawarkan: ArokaGO
Atau Temukan Penyedia Kesehatan yang sesuai kebutuhan Anda di sini: Find a Provider
Penulis Independen
Bagikan artikel ini
Artikel Lainnya
Temukan lebih banyak wawasan tentang perawatan kesehatan dan wisata medis.

“Cacar Monyet” Saat Ini Menyebar di Thailand: Perspektif Pengobatan Tradisional Thailand
Di dunia saat ini, di mana kita terus menghadapi penyebaran penyakit infeksius baru dan yang muncul kembali seperti monkeypox, memahami penyakit melalui berbagai perspektif dapat membantu kita merespons dengan lebih komprehensif. Meskipun teks medis tradisional Thailand klasik tidak secara langsung menggambarkan “virus,” karena pengetahuan ini dikembangkan sebelum penemuan ilmiah mengenai mikroorganisme, gejala dan karakteristik penyakit ini masih dapat ditafsirkan secara bermakna melalui teori pengobatan tradisional Thailand kuno.

Wisata Kesejahteraan di Thailand | Mengapa Pelancong Datang Lebih dari Sekadar Liburan
Ketika orang memikirkan Thailand, biasanya yang terlintas adalah pantai, makanan jalanan, kuil, dan kehidupan kota yang semarak. Namun dalam beberapa tahun terakhir, sesuatu telah berubah. Semakin banyak wisatawan yang datang dengan tujuan berbeda — tidak hanya untuk menjelajah, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan, mengurangi stres, menjalani skrining kesehatan preventif, atau sekadar merawat diri mereka dengan lebih baik.

Pariwisata Medis di Thailand: Tempat Penyembuhan yang Terasa Seperti Liburan Sepanjang Hayat
Bayangkan Anda terbangun di Bangkok, menghadap Sungai Chao Phraya saat perahu ekor panjang melintas di jendela Anda. Beberapa jam kemudian, Anda telah menyelesaikan skrining kesehatan lengkap di rumah sakit bertaraf internasional, meninjau hasilnya, dan menikmati kopi dingin di tepi kolam renang atap sebelum makan malam di Asiatique.